• Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi
Jubi Papua
Teras ID
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
Donasi
No Result
View All Result
Jubi Papua
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
Donasi
No Result
View All Result
Jubi Papua
No Result
View All Result
Home Rilis Pers

KNPB serukan mobilisasi massa jelang peringatan New York Agreement

July 26, 2024
in Rilis Pers
Reading Time: 4 mins read
0
Penulis: Admin Jubi - Editor: Timoteus Marten
KNPB, Pemilu 2024

Foto ilustrasi, seorang aktivis memegang bendera Komite Nasional Papua Barat atau KNPB. - Jubi/Theo Kelen

0
SHARES
455
VIEWS
FacebookTwitterWhatsAppTelegramThreads

Jayapura, Jubi – Komite Nasional Papua Barat atau KNPB Selapago menyerukan kepada rakyat West Papua, untuk melakukan mobilisasi massa, menjelang peringatan New York Agreement 15 Agustus 2024.

KNPB menjelaskan, sejak tahun 1962, bangsa Papua dikorbankan oleh konspirasi Amerika dan Indonesia melalui New York Agreement 15 Agustus 1962. 

Persetujuan itu memaksakan Belanda sebagai koloni atas wilayah West Papua, untuk melepaskan West Papua ke Indonesia, karena misi terselubung terhadap eksploitasi sumber daya alam di Tanah Papua.

“Kita perlu ketahui bahwa New York Agreement adalah sebuah kesepakatan awal antara Belanda dengan Indonesia yang dibuat atas desakan Amerika, tanpa memperhatikan hak-hak fundamental bangsa-bangsa yang tertuang di dalam Piagam PBB,” demikian siaran pers yang diterima Jubi di Jayapura, Papua, Jumat (26/7/2024).

Bangsa Papua sebagai wilayah koloni Belanda, demikian rilis tersebut, pernah dimasukan ke dalam datar wilayah tak berpemerintahan sendiri di Komite Dekolonisasi untuk dipersiapkan menjadi sebuah negara merdeka sesuai dengan Ketentuan Piagam PBB Pasal 73, yang menekankan kewajiban pemberian kemerdekaan bagi wilayah-wilayah jajahan.

Dikemukakan, posisi Belanda waktu itu sebagai penguasa administrasi West Papua telah berjalan sesuai dengan Ketentuan Piagam PBB. Hal itu bisa dilihat pada catatan-catatan sejarah bangsa, bahwa pada tahun 1947, Belanda, Prancis dan Inggris telah menyepakati percepatan pembangunan wilayah-wilayah Pasifik Selatan dengan sebuah persetujuan, yakni Canberra Agreement–yang hasilnya terbentuk Komisi Pasifik Selatan (South Pacific Commission) pada 6 Februari 1947 dan berkedudukan di Noumea, Kaledonia Baru.

“Komisi itu terbentuk untuk mempercepat pembangunan wilayah-wilayah tidak berpemerintahan untuk selanjutnya diberikan hak kepada bangsa-bangsa koloni itu untuk menentukan nasib sendiri, termasuk West Papua,” katanya.

BERITATERKAIT

KNPB khawatir pendataan pengungsi oleh pemerintah untuk kepentingan politik

KNPB: Dugaan penembakan warga Maybrat mungkin berkaitan dengan SDA

Senator orang Aborigin bicara tentang New York Agreement Papua Barat

Aksi KNPB di Makassar diwarnai kericuhan

Berdasarkan semangat dekolonisasi itu, Belanda mengeluarkan ketetapan nomor 1 tahun 1950 tentang pembangunan wilayah Nederland Nieuw Guinea atau West Papua yang kemudian dibagi dalam 20 tahun persiapan sumber daya manusia (SDM), infrastruktur dan persiapan pemerintahan yang direncanakan mulai berjalan sejak 1951 hingga 1971.

PSA Jubi PSA Jubi PSA Jubi

“Berdasarkan hal itu, pemerintah Nederland Nieuw Guinea mulai membangun wilayah West Papua dengan dibukanya sekolah pemerintahan, akademi kepolisian, akademi militer, sekolah kedokteran dan juga pelatihan-pelatihan teknik bangunan dan otomotif sejak 1951 sampai dengan 1960. Dan pada tahun 1960 telah ada lebih dari 400 orang terdidik di Papua yang dipekerjakan mulai dari kepala-kepala distrik, guru dan petugas-petugas kesehatan. Kemudian pada tahun itu juga dibentuk satuan kepolisian Papua dan satu Batalyon,” tulis dalam rilis.

Masa persiapan dalam 10 tahun pembangunan pertama wilayah West Papua sebagai tahapan awal menuju penentuan nasib sendiri bangsa Papua. Kemudian tahapan kedua yakni 10 tahun pembangunan berikut direncanakan dimulai sejak 1961-1971. Proses 10 tahun pembangunan berikutnya adalah dengan mempersiapkan pemerintahan dan sistem politik bangsa Papua, sehingga dimulai dengan lahirnya partai-partai politik sebanyak 12 partai hingga membentuk Nieuw Guinea Raad dan diresmikan 5 April 1961.

“Sejak 19 Oktober 1961, NGR melakukan sidang pertamanya dan melakukan penetapan manifesto politik bangsa Papua yang berisi kehendak bangsa Papua, untuk menentukan nasib sendiri sebagai bangsa yang merdeka dengan atribut negara antara lain nama bangsa. Bendera bangsa, lagu kebangsaan dan moto kebangsaan. Tuntutan itu kemudian diajukan kepada pemerintah Nederland Nieuw Guinea dan pemerintah Kerajaan Belanda untuk mulai diberlakukan sejak 30 November 1961. Tetapi Belanda menyetujui dan mulai mengakui kedaulatan Papua secara de facto sejak 1 Desember 1961 melalui pengibaran bendera Bintang Fajar berdampingan dengan bendera Kerajaan Belanda.”

“Itulah fakta sejarah bahwa bangsa Papua adalah bangsa yang berdaulat, namun dikorbankan melalui kepentingan imperialisme Indonesia dan kapitalisme Amerika melalui invasi Trikora 19 Desember 1961 dan New York Agreement 15 Agustus 1962.”

Untuk itu, Papua perlu memperingati hari New York Agreement sebagai momentum sejarah yang tak terlupakan sekaligus menjadi bahan perenungan generasi bangsa Papua saat ini.

“Untuk itu, sebagai pejuang yang bertahan dalam perjuangan kita perlu mempertegas hak penentuan nasib sendiri yang belum terlaksana sebagaimana ketentuan New York Agreement karena manipulasi tindakan pemilihan bebas yang dibuat oleh Indonesia melalui Pepera 1969 adalah kejahatan dan penghianatan terhadap ketentuan perjanjian New York yang mengatur tata cara pelaksanaan hak penentuan nasib sendiri bangsa Papua itu yakni one man, one vote.” 

Kita (KNPB) perlu sampaikan kepada kolonial dan kapitalisme adalah

  • Kami rakyat pribumi Papua Barat tidak pernah dan tidak akan pernah menerima Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) untuk menduduki wilayah kamí Papua Barat.
  • Proses memasukan wilayah kami Papua Barat kedalam penguasa NKRI mulai dari tahun 1953 hingga tahun 1969 atas kerja sama Indonesia, Amerika Serikat, Belanda dan PBB adalah suatu rekayasa yang penuh dengan pelanggaran terhadap standar-standar dan prinsip hukum internasional Karena kami selaku pemilik wilayah Papua Barat tidak pernah dilibatkan dalam pertemuan dan perjanjian-perjanjian internasional yang membicarakan status politik wilayah kamí Papua Barat.
  • NKRI melalui operasi-operasi tumpasnya telah membunuh sebagian besar penduduk pribumi Papua Barat sejak Daerah Operasi Militer (DOM) diterapkan di Papua Barat tahun 1963.
  • Siapapun yang mendukung manuver politik yang sedang diberlakukan melalui Otonomi Khusus jilid II, pemekaran, Pilkada, Pileg, pembentukan MRP dan lain-lain, di atas tanah air kami Papua Barat adalah aktor penindas rakyat.
  • Maka kami tidak mengakui keberadaan pemerintahan Republik Indonesia serta seluruh lembaga-lembaga negara Indonesia yang ada di atas tanah air Papua Barat.
  • Indonesia dan Papua Barat sebagai subjek hukum internasional agar segera mengembalikan status politik Papua Barat ke meja hukum internasional untuk membuktikan secara jujur dan bijaksana demi kemanusiaan dan keadilan bangsa Papua Barat.
  • Segera mengambil kemauan politik untuk menggelar referendum secara demokratis di Papua Barat dibawah pengawasan PBB demi mencapai solusi final atas konflik politik di Papua Barat.
  • Hentikan pendekatan militeristik dalam penyelesaian masalah Papua Barat, karena cara-cara itu kuno di era demokrasi yang terbuka.
  • Menuntut dengan tegas PT Freeport Indonesia segera ditutup, termasuk seluruh investor asing yang lain yang beroperasi di atas Tanah Papua.

Seruan         

  1. Segera lakukan konsolidasi aksi damai memperingati New York Agreement 15 Agustus 1962 dan memperingati hari rasisme bagi bangsa Papua.

 

  1. Kegiatan untuk memperingati hari New York Agreement dapat dilakukan dalam bentuk demonstrasi atau mimbar bebas, diskusi, seminar, debat publik, ibadah dan sebagainya sesuaikan kondisi wilayah masing-masing.

 

BP KNPB Selapago

Bp KNPB Balim Barat

Bp KNPB Pegubin

Bp KNPB Yahukimo 

Bp KNPB Yalimo

Bp KNPB NdugAma 

Bp KNPB Balim Wamena

Bp KNPB Tolikara

Bp KNPB Mamteng

 

Jubir KNPB wilayah balim-Wamena, Namene Elopere. (*)

Continue Reading
Tags: KNPBNew York Agreement
ShareTweetSendShareShare

Related Posts

KNPB

KNPB khawatir pendataan pengungsi oleh pemerintah untuk kepentingan politik

August 24, 2026
KNPB penembakan Maybrat

KNPB: Dugaan penembakan warga Maybrat mungkin berkaitan dengan SDA

August 19, 2026
Aborigin

Senator orang Aborigin bicara tentang New York Agreement Papua Barat

August 19, 2026

Aksi KNPB di Makassar diwarnai kericuhan

August 15, 2026

KNPB dan TPNPB nyatakan sikap politik menolak Perjanjian New York

August 15, 2026

Demonstran dan polisi terlibat kericuhan di Perumnas III Waena

August 15, 2026

Discussion about this post

PT. Media Jubi Papua

Terverifikasi Administrasi dan Faktual oleh Dewan Pers

Networks

  • Post Courier
  • Vanuatu Daily Post
  • Solomon Star News
  • The Fiji Times
  • Radio New Zealand
  • Radio Djiido
  • 3CR Community Radio
  • Cook Islands News
  • Pacific News Service
  • Bouganville News
  • Marianas Variety

AlamatRedaksi

Jl. SPG Taruna Waena No 15 B, Waena, Jayapura, Papua
NPWP : 53.520.263.4-952.000
Telp : 0967-574209
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi
  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi

© 2025 Jubi – Berita Papua Jujur Bicara

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks

© 2025 Jubi - Berita Papua Jujur Bicara