Jayapura, Jubi – Mahasiswa asal Papua di Denpasar, Provinsi Bali mendapat kiriman dua paket berisi bangkai kepala babi yang sudah busuk. Paket itu dikirim ke kontrakan mahasiswa Papua, Jumat (6/6/2025) sore.
Sekretaris Aliansi Mahasiswa Papua atau AMP, Yuno mengatakan dua kepala babi dalam dua kardus itu, diantar seorang pengemudi ojek online. Paket itu ditujukan kepada Wemison Enembe dan Yuberthinus, dengan kertas bertuliskan alamat, nomor telepon dan isi buku “Papua Bergerak.”
“Kedua paket diantar ke tempat berbeda. Paket atas nama Wemison Enembe ke kontrakan Nduga Jalan GG Welirang 1, depan Kandi Burger. Sementara paket untuk Yuberthinus Gobay diantar ke Asrama Papua, Jalan Tukad Yeh Aya Nomor 52 Denpasar Selatan, Kota Denpasar Bali,” kata Yuno saat dihubungi Jubi melalui telepon selulernya dari Kota Jayapura, Papua, Selasa (10/6/2025).
Menurut Yuno, isi kedua paket itu sama, yakni berisi tulang kepala babi busuk yang melekat dengan tanah berwarna hitam, dan diisi dalam plastik merah.
*****************
Jubi.id adalah media yang berbasis di Tanah Papua. Media ini didirikan dengan sumberdana masyarakat melalui donasi dan crowd funding. Dukung kami melalui donasi anda agar kami bisa tetap melayani kepentingan publik.
*****************
Namun ketika kedua paket diterima di lokasi berbeda, mahasiswa Papua di kontrakan maupun yang ada di asrama mengaku tidak memesan batang.
“Karena tidak ada kejelasan terkait dua paket itu maka teman-teman membuka paket untuk memastikan isinya. Ternyata isi dalam kardus adalah bangkai kepala babi busuk dan satu tulang beserta tanah. Teman-teman kaget dan menutup hidung karena bau bangkai babi itu,” ujarnya.
Teror terhadap mahasiswa Papua di Bali tidak berhenti di situ. Pada Selasa (7/6/2025) siang, dua orang tak dikenal atau OTK mendatangi asrama mereka dan mengaku dari Polres setempat. Seorang di antaranya mengenakan baju biasa dan seorang lainnya, menggunakan kaos polisi.
“Mereka bertanya, kejadian kepala babi busuk itu apa? Siapa yang merekam videonya? Nama lengkapnya siapa? Ada berapa orang yang tinggal di kontrakan? Asal dari mana? Wemison Enembe orang yang mana? Ada sama-sama tinggal di kontrakan sini atau tidak?. Tetapi semua pertanyaan itu kami tidak menjawab semua,” ucap Yuno.
AMP meminta kepolisian mengusut tuntas pelaku teror dan intimidasi terhadap mahasiswa asal Papua yang kuliah di Bali. Karena teror dan intimidasi ini dinilai sengaja dilakukan serta terencana untuk mengganggu psikologis mahasiswa Papua di Denpasar, Bali.
“Kami sadar bahwa ini adalah aktivitas teror yang dilakukan oleh kelompok reaksioner dan penguasa, berupaya untuk menakut-nakuti mahasiswa Papua agar takut bergabung dalam organisasi kritis. Akan tetapi, kejadian ini tidak sebanding dengan situasi di Papua yang sedang berada jurang ekosida dan genosida,” katanya. (*)
Iklan Layanan Masyarakat ini Dipersembahkan oleh PT. Media Jubi Papua



















Discussion about this post