• Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi
Jubi Papua
Teras ID
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
Donasi
No Result
View All Result
Jubi Papua
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
Donasi
No Result
View All Result
Jubi Papua
No Result
View All Result
Home Polhukam

Lenis Kogoya dan kontroversi pembubaran KNPB, narasi Indonesia atau strategi politik?

March 15, 2025
in Polhukam, Meepago
Reading Time: 3 mins read
0
Penulis: Hengky Yeimo - Editor: Edho Sinaga
KNPB, Pemilu 2024

Foto ilustrasi, seorang aktivis memegang bendera Komite Nasional Papua Barat atau KNPB. - Jubi/Theo Kelen

0
SHARES
27
VIEWS
FacebookTwitterWhatsAppTelegramThreads

Dogiyai, Jubi – Pernyataan Letkol (Tituler) Lenis Kogoya yang berencana mengecek legalitas Komite Nasional Papua Barat (KNPB) dan kemungkinan membubarkannya menuai reaksi keras. Menurut Juru Bicara KNPB, Ones Suhuniap, langkah tersebut tidak lebih dari strategi negara untuk menutupi berbagai persoalan kemanusiaan di Papua.

“KNPB adalah organisasi yang mewakili rakyat Papua untuk menyampaikan masalah-masalah riil, seperti kekerasan, diskriminasi, sejarah integrasi yang buram, pelanggaran HAM, dan rasisme,” kata Suhuniap melalui sambungan telepon, Kamis (13/3/2024).

Menurutnya, kehadiran Lenis Kogoya justru memperkuat narasi negara yang ingin mengalihkan perhatian dari isu-isu krusial di Papua.

“Lenis Kogoya tidak memahami situasi sebenarnya. Negara memanfaatkannya untuk membangun opini publik yang menguntungkan pemerintah,” ujarnya.

*****************

Jubi.id adalah media yang berbasis di Tanah Papua. Media ini didirikan dengan sumberdana masyarakat melalui donasi dan crowd funding. Dukung kami melalui donasi anda agar kami bisa tetap melayani kepentingan publik.

CLICK HERE!

*****************

KNPB, lanjut Suhuniap, adalah media rakyat yang mempertanyakan keabsahan Indonesia di Papua.

“Rakyat Papua mempertanyakan status Indonesia di Papua, yang dianggap ilegal melalui Pepera yang tidak sah. Lenis Kogoya seharusnya memahami ini sebelum berbicara soal legalitas KNPB,” katanya.

Polemik Legalitas KNPB

BERITATERKAIT

Learning Papua’s History Through the “Dreams in the Land of Papua” time museum

Aktivis KNPB Nabire diadang polisi usai galang dana

Tim investigasi Komnas HAM Papua temukan sejumlah bukti di Kantor KNPB

Teror bom di kantor KNPB: Ancaman terhadap kebebasan berserikat

Salah satu argumen yang dikemukakan Lenis Kogoya adalah KNPB tidak memiliki legalitas yang jelas. Ia menegaskan akan mengecek Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) organisasi itu.

PSA Jubi PSA Jubi PSA Jubi

“Kalau KNPB tidak terdaftar, maka harus saya bubarkan,” ujar Lenis Kogoya di Ibu Kota Provinsi Papua Tengah, Kamis (13/3/2024).

Namun, menurut KNPB, legalitas organisasi mereka tidak bergantung pada pengakuan negara.

“KNPB berdiri karena rakyat Papua menginginkannya. Keberadaan Indonesia di Papua justru yang perlu dipertanyakan,” tegas Suhuniap.

Sementara, Ketua I Badan Pengurus Pusat KNPB, Warpo Wetipo, menambahkan bahwa organisasi mereka tidak bertujuan untuk membubarkan negara atau menghambat program pemerintah.

“KNPB hanya membela hak politik orang Papua. Pembangunan yang menguntungkan rakyat, kami dukung. Tapi jika itu merugikan, tentu kami akan menolak,” katanya.

Menurut Wetipo, tuduhan bahwa KNPB memprovokasi rakyat adalah bagian dari strategi propaganda yang sering digunakan negara.

“Pemerintah dan aparat kerap menjadikan KNPB sebagai kambing hitam. Tujuannya jelas, untuk menutupi pelanggaran HAM yang terjadi di Papua,” tegasnya.

Infografis
Infografis

Akar masalah di Tanah Papua

Suhuniap menilai bahwa negara telah lama menggunakan strategi pengalihan isu.

“Negara tidak mau menyelesaikan akar konflik Papua. Mereka hanya menginginkan sumber daya alam di Papua, sementara masalah kemanusiaan terus diabaikan,” katanya.

Ia menyebut bahwa tindakan represif aparat menjadi penyebab utama penderitaan rakyat Papua.

“Apakah KNPB pernah membunuh, menyiksa, atau merampas tanah rakyat? Tidak. Justru yang melakukan itu adalah TNI/Polri,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia menyoroti berbagai kasus kekerasan yang diduga dilakukan aparat, seperti kasus pembunuhan dan penyiksaan terhadap warga sipil di berbagai wilayah Papua, termasuk Intan Jaya dan Yahukimo.

Ada kasus pelecehan seksual terhadap perempuan Papua oleh oknum aparat di Supiori dan Kaimana.

Kemudian ada kasus pengungsian massal, akibat konflik bersenjata antara TNI/Polri dan Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB).

Menurut Suhuniap, KNPB justru hadir untuk memperjuangkan hak-hak rakyat Papua.

“Kami tidak membenci aparat, meskipun mereka yang melakukan kejahatan terhadap rakyat Papua,” katanya.

Polemik hilirisasi

Salah satu isu yang menjadi perhatian KNPB adalah proyek pembangunan dan hilirisasi sumber daya alam di Papua.

Menurut Ketua KNPB Pusat, Agus Kosay, proyek tersebut bukan bertujuan untuk kesejahteraan rakyat Papua, melainkan untuk kepentingan investasi nasional.

“Pemerintah merampas tanah adat atas nama pembangunan dan kesejahteraan. Padahal, itu semua demi investasi dan eksploitasi ekonomi,” katanya.

Kosay juga mengkritik program makan siang gratis yang digagas pemerintah.

“Ini adalah strategi kolonial untuk membuat masyarakat Papua bergantung pada pemerintah. Ini bukan solusi untuk kesejahteraan,” katanya.

KNPB menegaskan bahwa sejak berdiri pada 2008, mereka tidak pernah melakukan tindakan kekerasan. Sebaliknya, mereka menawarkan solusi damai bagi penyelesaian konflik Papua.

“Kami selalu menyerukan perundingan politik secara bermartabat. Jika negara ingin menyelesaikan masalah Papua, lakukan dialog, bukan dengan kekerasan,” kata Suhuniap.

Menurutnya, referendum adalah satu-satunya solusi demokratis.

“Biarkan rakyat Papua menentukan sendiri apakah mereka ingin tetap dengan Indonesia atau berpisah. Jika referendum digelar dan rakyat memilih tetap bersama Indonesia, maka KNPB pun akan bubar dengan sendirinya,” katanya.

Sementara itu, sejumlah penolakan ini bermula saat Letkol (Tituler) Lenis Kogoya menegaskan, jika dirinya akan mengecek keabsahan hukum KNPB, khususnya terkait Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) organisasi tersebut.

“Saya akan mengecek langsung keberadaan organisasi KNPB di tanah Papua, apakah memiliki AD/ART atau tidak,” katanya.

Lenis menegaskan, jika KNPB tidak memiliki dasar hukum yang jelas, maka ia tidak akan ragu untuk membubarkan organisasi tersebut.

“Kalau KNPB tidak terdaftar, maka harus saya bubarkan,” tegasnya. (*)

Iklan Layanan Masyarakat ini Dipersembahkan oleh PT. Media Jubi Papua

Tags: KNPBLenis KogoyaOnes SuhuniapPapuapembubaran
ShareTweetSendShareShare

Related Posts

Ditembak

Enam warga dilaporkan tewas dalam peristiwa di Dogiyai

April 2, 2026
LP3BH

LP3BH duga terjadi kejahatan terhadap kemanusiaan di Dogiyai

April 2, 2026

Tiga warga di Dogiyai dilaporkan tewas ditembak

April 1, 2026

Intimidasi warga, LP3BH desak Panglima TNI proses prajurit

March 24, 2026

TPNPB bertanggung jawab terhadap tewasnya dua prajurit TNI di Maybrat

March 24, 2026

Kontak tembak, LP3BH Manokwari minta Polisi lindungi warga sipil Maybrat

March 22, 2026

Discussion about this post

  • Latest
  • Trending
  • Comments
Gubernur Papua

Gubernur Fakhiri sebut banyak aset Pemprov Papua tercecer dan belum tercatat

April 4, 2026
venue

Evaluasi listrik venue PON Papua, PLN dan Pemprov akan lakukan survei kebutuhan daya

April 4, 2026
Mahasiswa

IPMAPAPARA dan mahasiswa Kawanua nyatakan sikap terhadap peristiwa Dogiyai

April 4, 2026
LNG

JGC–Hyundai menang proyek LNG raksasa di Papua Nugini

April 4, 2026
beasiswa

ULMWP sebut beasiswa RI propaganda, Kedutaan RI bantah

April 4, 2026
Kaledonia Baru

UU Reformasi konstitusi Kaledonia Baru ditolak Majelis Nasional Prancis

April 4, 2026
Tambrauw

Mediasi Komnas HAM–Bupati Tambrauw, 5 DPO penyerangan Bamusbama serahkan diri

April 4, 2026
persipura

Kejar-kejaran tiket promosi ke Super League, bagaimana peluang Persipura?

April 2, 2026
beasiswa

Beasiswa LPDP-Australia Awards dibuka

April 2, 2026
ekskavator

Aktivis pertanyakan kedatangan puluhan ekskavator di wilayah adat Imekko

April 1, 2026
Peristiwa Dogiyai

Amnesty Internasional, ULMWP dan mahasiswa nyatakan sikap terhadap peristiwa Dogiyai

April 3, 2026
LNG

JGC–Hyundai menang proyek LNG raksasa di Papua Nugini

April 4, 2026
gubernur

Ini penjelasan Gubernur Fakhiri terkait pemberhentian petugas kebersihan

March 31, 2026
Gubernur

Gubernur Papua Barat sebut pekan depan ASN bekerja dari rumah setiap Jumat

April 1, 2026
Gubernur Papua

Gubernur Fakhiri sebut banyak aset Pemprov Papua tercecer dan belum tercatat

0
venue

Evaluasi listrik venue PON Papua, PLN dan Pemprov akan lakukan survei kebutuhan daya

0
Mahasiswa

IPMAPAPARA dan mahasiswa Kawanua nyatakan sikap terhadap peristiwa Dogiyai

0
LNG

JGC–Hyundai menang proyek LNG raksasa di Papua Nugini

0
beasiswa

ULMWP sebut beasiswa RI propaganda, Kedutaan RI bantah

0
Kaledonia Baru

UU Reformasi konstitusi Kaledonia Baru ditolak Majelis Nasional Prancis

0
Tambrauw

Mediasi Komnas HAM–Bupati Tambrauw, 5 DPO penyerangan Bamusbama serahkan diri

0

Trending

  • persipura

    Kejar-kejaran tiket promosi ke Super League, bagaimana peluang Persipura?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Beasiswa LPDP-Australia Awards dibuka

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Aktivis pertanyakan kedatangan puluhan ekskavator di wilayah adat Imekko

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Amnesty Internasional, ULMWP dan mahasiswa nyatakan sikap terhadap peristiwa Dogiyai

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • JGC–Hyundai menang proyek LNG raksasa di Papua Nugini

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

PT Media Jubi Papua

Terverifikasi Administrasi dan Faktual oleh Dewan Pers

PT. Media Jubi Papua

Terverifikasi Administrasi dan Faktual oleh Dewan Pers

Networks

  • Post Courier
  • Vanuatu Daily Post
  • Solomon Star News
  • The Fiji Times
  • Radio New Zealand
  • Radio Djiido
  • 3CR Community Radio
  • Cook Islands News
  • Pacific News Service
  • Bouganville News
  • Marianas Variety

AlamatRedaksi

Jl. SPG Taruna Waena No 15 B, Waena, Jayapura, Papua
NPWP : 53.520.263.4-952.000
Telp : 0967-574209
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi
  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi

© 2025 Jubi – Berita Papua Jujur Bicara

No Result
View All Result
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks

© 2025 Jubi - Berita Papua Jujur Bicara