• Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi
Jubi Papua
Teras ID
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
Donasi
No Result
View All Result
Jubi Papua
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
Donasi
No Result
View All Result
Jubi Papua
No Result
View All Result
Home Penkes

YPK hari ini, mengenang kembali Thom Wospakrik

March 9, 2025
in Penkes
Reading Time: 3 mins read
0
Penulis: Dominggus Mampioper - Editor: Syam Terrajana
YPK

Thom Wospakrik (kanan) dan putranya Ottow Wospakrik- Jubi/ist

0
SHARES
34
VIEWS
FacebookTwitterWhatsAppTelegramThreads

Jayapura, Jubi- Yayasan Pendidikan Kristen (YPK) telah berusia 63 tahun, sejak berdiri pada 8 Maret 1962 silam.Di usia yang tak muda lagi, banyak pihak terutama warga Gereja Kristen Injili ( GKI)  Tanah Papua terutama anggota Jemaat di Kota Jayapura mengkritik, jarang anggota jemaat  menyekolahkan  anaknya  di YPK.

Salah satunya datang dari  jemaat GKI yang juga pensiunan Guru Bahasa Indonesia dari Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri Kota Jayapura, Hendrik M.

Menurutnya, karena hampir orang tua dari Jemaat GKI di Tanah Papua justru menyekolahkan anak anak mereka di sekolah sekolah milik Yayasan Pendidikan Pengajaran Katolik (YPPK) ketimbang masuk ke sekolah di bawah binaan YPK.

Senada dengan itu, Simon Baab guru sekolah minggu di Jemaat GKI Sion Padangbulan pun berpendapat sama dengan guru Hendrik.

*****************

Jubi.id adalah media yang berbasis di Tanah Papua. Media ini didirikan dengan sumberdana masyarakat melalui donasi dan crowd funding. Dukung kami melalui donasi anda agar kami bisa tetap melayani kepentingan publik.

CLICK HERE!

*****************

Hendrik pensiunan guru SMA Negeri 2 Kota Jayapura mengenang kembali peran tokoh pendidikan Yayasan Pendidikan Kristen (YPK), antara lain Thom Wospakrik, mantan Ketua Umum Yayasan Pendidikan Kristen sejak 1970- 1978. Thom Wospakrik pernah menjabat Ketua YPK di Jayapura dan Biak. “Bapak Wospakrik sangat berperan dalam pendidikan YPK di tanah Papua,”tambah Hendrik.

Thom Wospakrik lahir di Biak Kampung Samber, 1 Januari 1922. Dia mengawali pendidikannya di Miei, Kabupaten Teluk Wondama sekarang. Semasa hidupnya, ia selalu memperjuangkan kemajuan pendidikan untuk orang Papua melalui YPK.

YPK sendiri sebelumnya punya nama awal dalam bahasa Belanda;Stchting Voor Christelyk Onderwys, kemudian diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia menjadi Yayasan Persekolahan Kristen. Lantas berubah jadi Yayasan Pendidikan Kristen di Tanah Papua.

BERITATERKAIT

Para tokoh menyampaikan sikap pada peringatan 64 tahun manifesto politik Papua

Max Binur, Pejuang Kebudayaan di Tanah Papua

Octovianus Mote: Jasa Andi Manobi terukir dalam sejarah bangsa Papua

YPK di Tanah Papua gelar workshop transformasi penerapan kurikulum merdeka

YPK adalah salah satu yayasan yang menyelenggarakan pendidikan di Tanah Papua sejak misi pekabaran Injil dimulai. Lembaga ini juga sebagai peletak awal bagi landasan pembangunan manusia Papua.

PSA Jubi PSA Jubi PSA Jubi

Buku dari tim peneliti Balai Pelestarian Nilai Budaya Papua, “Wondama, Tempat Pertama Pendidikan Modern Orang Papua (1924 – 1945)” menyebutkan pada 1925 pertama kali dibukanya sekolah pendidikan guru kampung di Wondama. Tepatnya di Kampung Miei Distrik Wasior Kota.

Sekolah pendidikan guru di Miei ini, khusus untuk putra-putra asal Papua di wilayah bagian barat dan utara Papua. Pembukaan sekolah guru ini untuk menjawab kebutuhan guru dengan dibukanya beberapa sekolah di kampung-kampung di Papua.

Melalui lembaga pendidikan ini kelompok awal elit Papua yang bukan hanya menerima materi, secara perlahan-lahan mulai menyadari makna ke-Papuaan di antara mereka. Namun perlu ditegaskan, pendidikan awal yang dilaksanakan hanya sebagai sarana untuk memperkenalkan orang Papua menjadi Kristen.

Thom Wospakrik, adalah tokoh pendidik Papua jebolan Miei.

Semasa hidupnya, kepada Jubi dia  pernah bercerita, Teluk Wondama alamnya sangat indah sehingga ketika Pdt IS Kijne hendak liburan ke Belanda selalu harus melihat dari jauh keindahan alam Teluk Wondama, “Paitua Kijne selalu mengajak saya untuk menemani beliau,” katanya.

Kedekatan kedua tokoh pendidikan di Tanah Papua berlanjut di Serui. Saat itu Wospakrik mengajar di Opleiding VoorDorpsschool (ODO) sedangkan IS Kijne menjabat kepala sekolah dan juga direktur sekolah Teologia Serui.

Tak sampai di situ, saat pemerintah Nederlands Nieuw Guinea membuka sekolah bistir pribumi atau dalam bahasa Belanda disebut Opleidingschool voor Omheesche Bestuurs Ambetenaren (OSIBA) di Kampung Yoka, Hollandia, Pdt IS Kijne pun ditunjuk menjadi Direktur OSIBA. Sedangkan Th Wospakrik jadi staf pengajar di OSIBA. Demikian dikutip dari buku berjudul “Bakti Pamong Praja Papua di era transisi kekuasaan Belanda ke Indonesia”, oleh Dr Leontine Fisser.

Bahkan buku cerita kisah antara Thom dan Regie yang sangat terkenal di Tanah Papua karangan Pdt IS Kijne, justru memakai nama Thom Wospakrik dan Regie nama isteri pendeta IS Kijne.

Hubungan yang erat antara kedua tokoh pendidikan ini jelas memberikan banyak inspirasi bagi kemajuan pendidikan di Tanah Papua, sejak pemerintahan Nederlands Nieuw Guinea terutama membangun suku bangsa di tengah keberagaman dalam satu asrama.

Berhasil mendidik anak anaknya

Thom Wospakrik menikah dengan Lidya Boekorsjom dan dikaruniai 10 anak.

Beberapa di antaranya kelak jadi tokoh pendidik di Tanah Papua. Sebut saja Drs Otto Wospakrik, MPA sebagai dosen di FISIP Uncen, Ir Frans Wospakrik, MSc pernah menjabat Rektor Universitas Cenderawasih dan Drs Piet Wospakrik, MSc sebagai staf ahli Menteri Kawasan Tertinggal semasa Presiden Megawati dan Gus Dur. Kemudian Hans J Wospakrik, PhD dosen Fisika Murni di ITB Bandung, Dr Martha Wospakrik dan Dr Yosie Wospakrik di Sekolah Tinggi Theologi Is Kijne di Jayapura.

Generasi kedua dari Th Wospakrik juga menekuni tugas sebagai pendidik, misalnya Dr Dekcy Wospakrik, MH (cucu) dosen Fakultas Hukum di Universitas Cenderawasih, Dr Maya Wospakrik lulusan doctor fisika neutrino dari Universitas Chicago, pernah bekerja di Lab Fisika Enrico Fermi di Chicago dan lab fisika di Bern Swiss. Andre Wospakrek, SPt MSc dosen Fakultas Pertanian di Universitas Negeri Papua di Manokwari.

Sedangkan salah seorang cicitnya bernama Dolfine Mansnembra kini sebagai ahli laser perempuan Papua yang kuliah dan bekerja di Berlin, Jerman.

Tokoh pendidikan YPK di tanah Papua Thom Wospakrik bukan saja mendidik semua orang Papua tetapi juga anak anak dan cucunya dalam keluarga besar. Semoga YPK kembali bersinar,  mendidik anak anak Papua di segala penjuru. Dari pantai sampai ke gunung.(*)

 

 

Iklan Layanan Masyarakat ini Dipersembahkan oleh PT. Media Jubi Papua

Tags: tokoh Papuatokoh pendidikan papuaYPK di Tanah Papua
ShareTweetSendShareShare

Related Posts

TBc

Akademisi kesehatan: TBc di Kabupaten Jayapura kritis, tapi belum darurat

March 6, 2026
Kasus TBC

1.350 kasus baru TBC ditemukan di Kabupaten Jayapura pada 2025

March 6, 2026

Pelayanan IGD RSUD Yowari berjalan normal usai pemukulan terhadap tenaga medis

February 26, 2026

Dokter dan perawat RSUD Yowari dianiaya keluarga pasien

February 26, 2026

Orangtua murid keluhkan tidak maksimalnya aktivitas belajar di SDN Muaif

February 16, 2026

Nakes desak Gubernur Papua ganti direktur RSUD Abepura

January 27, 2026

Discussion about this post

  • Latest
  • Trending
  • Comments
Gubernur Papua

Gubernur Fakhiri sebut banyak aset Pemprov Papua tercecer dan belum tercatat

April 4, 2026
venue

Evaluasi listrik venue PON Papua, PLN dan Pemprov akan lakukan survei kebutuhan daya

April 4, 2026
Mahasiswa

IPMAPAPARA dan mahasiswa Kawanua nyatakan sikap terhadap peristiwa Dogiyai

April 4, 2026
LNG

JGC–Hyundai menang proyek LNG raksasa di Papua Nugini

April 4, 2026
beasiswa

ULMWP sebut beasiswa RI propaganda, Kedutaan RI bantah

April 4, 2026
Kaledonia Baru

UU Reformasi konstitusi Kaledonia Baru ditolak Majelis Nasional Prancis

April 4, 2026
Tambrauw

Mediasi Komnas HAM–Bupati Tambrauw, 5 DPO penyerangan Bamusbama serahkan diri

April 4, 2026
persipura

Kejar-kejaran tiket promosi ke Super League, bagaimana peluang Persipura?

April 2, 2026
beasiswa

Beasiswa LPDP-Australia Awards dibuka

April 2, 2026
ekskavator

Aktivis pertanyakan kedatangan puluhan ekskavator di wilayah adat Imekko

April 1, 2026
Peristiwa Dogiyai

Amnesty Internasional, ULMWP dan mahasiswa nyatakan sikap terhadap peristiwa Dogiyai

April 3, 2026
LNG

JGC–Hyundai menang proyek LNG raksasa di Papua Nugini

April 4, 2026
gubernur

Ini penjelasan Gubernur Fakhiri terkait pemberhentian petugas kebersihan

March 31, 2026
Gubernur

Gubernur Papua Barat sebut pekan depan ASN bekerja dari rumah setiap Jumat

April 1, 2026
Gubernur Papua

Gubernur Fakhiri sebut banyak aset Pemprov Papua tercecer dan belum tercatat

0
venue

Evaluasi listrik venue PON Papua, PLN dan Pemprov akan lakukan survei kebutuhan daya

0
Mahasiswa

IPMAPAPARA dan mahasiswa Kawanua nyatakan sikap terhadap peristiwa Dogiyai

0
LNG

JGC–Hyundai menang proyek LNG raksasa di Papua Nugini

0
beasiswa

ULMWP sebut beasiswa RI propaganda, Kedutaan RI bantah

0
Kaledonia Baru

UU Reformasi konstitusi Kaledonia Baru ditolak Majelis Nasional Prancis

0
Tambrauw

Mediasi Komnas HAM–Bupati Tambrauw, 5 DPO penyerangan Bamusbama serahkan diri

0

Trending

  • persipura

    Kejar-kejaran tiket promosi ke Super League, bagaimana peluang Persipura?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Beasiswa LPDP-Australia Awards dibuka

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Aktivis pertanyakan kedatangan puluhan ekskavator di wilayah adat Imekko

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Amnesty Internasional, ULMWP dan mahasiswa nyatakan sikap terhadap peristiwa Dogiyai

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • JGC–Hyundai menang proyek LNG raksasa di Papua Nugini

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

PT Media Jubi Papua

Terverifikasi Administrasi dan Faktual oleh Dewan Pers

PT. Media Jubi Papua

Terverifikasi Administrasi dan Faktual oleh Dewan Pers

Networks

  • Post Courier
  • Vanuatu Daily Post
  • Solomon Star News
  • The Fiji Times
  • Radio New Zealand
  • Radio Djiido
  • 3CR Community Radio
  • Cook Islands News
  • Pacific News Service
  • Bouganville News
  • Marianas Variety

AlamatRedaksi

Jl. SPG Taruna Waena No 15 B, Waena, Jayapura, Papua
NPWP : 53.520.263.4-952.000
Telp : 0967-574209
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi
  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi

© 2025 Jubi – Berita Papua Jujur Bicara

No Result
View All Result
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks

© 2025 Jubi - Berita Papua Jujur Bicara