• Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi
Jubi Papua
Teras ID
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
Donasi
No Result
View All Result
Jubi Papua
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
Donasi
No Result
View All Result
Jubi Papua
No Result
View All Result
Home Pasifik

Hilangnya data etnis, merusak upaya mengatasi tantangan pendidikan iTaukei

January 26, 2026
in Pasifik
Reading Time: 2 mins read
0
Penulis: Dominggus A. Mampioper - Editor: Angela Flassy
iTaukei

Ketua Komite Pendidikan Dewan Besar (GCC) Iosefo Volau pada sidang minggu lalu – Jubi/fijitmes.com.fj

0
SHARES
18
VIEWS
FacebookTwitterWhatsAppTelegramThreads

Jayapura, Jubi – Penghapusan identitas etnis dari catatan resmi pemerintah, membatasi upaya untuk memahami dan mengatasi tantangan pendidikan spesifik yang dihadapi oleh komunitas iTaukei atau orang asli Fiji.

Hal ini dikatakan Ketua Komite Pendidikan Great Council of Chiefs (GCC) Iosefo Volau sebagaimana dilansir jubi.i dari laman internet, www.fijitimes.com.fj Senin (26/1/2026).

Valou mengatakan tidak adanya data berbasis etnis telah membuat semakin sulit untuk menganalisis status pendidikan siswa iCaukei dibandingkan dengan kelompok etnis lain, menghambat pengembangan kebijakan pendidikan yang ditargetkan dan efektif.

“Penghapusan identitas etnis dari catatan resmi menghambat kemampuan kita untuk secara efektif mengatasi kebutuhan dan tantangan spesifik yang dihadapi oleh komunitas iTaukui,” katanya.

*****************

Jubi.id adalah media yang berbasis di Tanah Papua. Media ini didirikan dengan sumberdana masyarakat melalui donasi dan crowd funding. Dukung kami melalui donasi anda agar kami bisa tetap melayani kepentingan publik.

CLICK HERE!

*****************

“Akibatnya, menjadi sangat sulit untuk menganalisis status pendidikan siswa iTaukei dibandingkan dengan kelompok etnis lainnya.”tambahnya.

Valou mengatakan tantangan pendidikan tidak dapat diselesaikan dengan menggunakan pendekatan “satu ukuran untuk semua”, mencatat bahwa kebijakan semacam itu telah diterapkan secara membabi buta selama bertahun-tahun tanpa menghasilkan hasil yang berarti bagi masyarakat adat.

Dia menekankan bahwa setiap program pendidikan atau studi yang diperkenalkan harus ditargetkan, relevan dan berbasis bukti.

BERITATERKAIT

CEO TLTB tidak memiliki peran dalam memproses perjanjian sewa Grace Road, Fiji

Laporan Menyoroti Kemiskinan yang Dihadapi oleh Anak-anak Fiji

HIV Ancam Anak-Anak di Fiji, Pemerintah Imbau Orang Tua Bicara Terbuka

Mahasiswa Melanesia Fiji, iTaukei peroleh sebagian besar beasiswa

“Inisiatif pendidikan harus melibatkan keluarga, vanua, lomu dan negara,” kata Valou, menambahkan bahwa solusi kreatif dan inovatif diperlukan untuk mengatasi masalah lama.

Dia juga menekankan bahwa waktu intervensi sangat penting, mengatakan strategi pendidikan harus dimulai dari usia dini agar efektif.

Dia mengatakan sekarang ada kurangnya perbedaan etnis dalam data yang berkaitan dengan siswa yang mengikuti ujian publik, aplikasi beasiswa dan informasi yang dikumpulkan oleh Biro Statistik Fiji.

“Penghapusan identitas etnis ini membuat sulit untuk mengidentifikasi di mana perbedaan ada, tantangan apa yang unik bagi komunitas iTaukei, dan bagaimana tantangan-tantangan itu dibandingkan dengan kelompok lain,” katanya.

Valou memperingatkan bahwa tanpa data yang akurat dan terpilah, para pembuat kebijakan tidak dapat merancang intervensi yang ditargetkan, menilai hasil atau mengukur kemajuan secara efektif.

“Ketika Anda tidak dapat melihat masalah dengan jelas, Anda tidak dapat memperbaikinya,” katanya.

Dia menyerukan penilaian ulang praktik pengumpulan data saat ini, dengan mengatakan mengenali identitas etnis bukan tentang perpecahan, tetapi tentang memastikan keadilan, kesetaraan, dan pengambilan keputusan yang diinformasikan.

“Solusi yang ditargetkan membutuhkan data yang ditargetkan,” kata Valou.(*)

Untuk melihat lebih banyak content JUBI TV, click here!

Tags: Anak-anak di FijiiTaukeiMasyarat asli iTaukeipendidikan masyarakat adat iTaukei
ShareTweetSendShareShare

Related Posts

manus

Spesies tanaman baru dari Manus resmi tercatat di Royal Botanic Gardens

January 26, 2026
vanuatu

VANGO desak Pemerintah Vanuatu segera sahkan RUU Perlindungan Anak

January 26, 2026

Vanuatu tingkatkan kapasitas media lokal melalui VIT 2026

January 26, 2026

Ketua Dewan Gereja Vanuatu: Doa berdasarkan Rahmat Tuhan, tak dikomersilkan

January 24, 2026

Ditolak Dokter di Papua Nugini, Bayi Kembar Siam Morobe diselamatkan di Sydney

January 24, 2026

Warga Pulau Wagina Kepulauan Solomon menolak penambangan bauksit

January 23, 2026

Discussion about this post

  • Latest
  • Trending
  • Comments
UMKM

Dinas UMKM Papua Tengah dorong OAP jadi pelaku utama pembangunan ekonomi

January 26, 2026
Konflik

Koalisi: Danton Yonif TP 817 jangan intervensi konflik tanah masyarakat adat dengan investor

January 26, 2026
Papua Tengah

Kamtibmas yang kondusif, fondasi utama membangun Papua Tengah

January 26, 2026
iTaukei

Hilangnya data etnis, merusak upaya mengatasi tantangan pendidikan iTaukei

January 26, 2026
manus

Spesies tanaman baru dari Manus resmi tercatat di Royal Botanic Gardens

January 26, 2026
Katolik

11 Orang Kaum Awam Katolik Papua di Merauke dibebaskan

January 26, 2026
vanuatu

VANGO desak Pemerintah Vanuatu segera sahkan RUU Perlindungan Anak

January 26, 2026
Utusan perusahaan sawit datang ke rumah, Ambrosius Klagilit - Jubi/IST

Sudah ditolak, perwakilan perkebunan sawit terus datangi warga kampung

January 20, 2026
studion mandala

Suasana Stadion Mandala setelah ‘ditinggal’ Persipura

January 23, 2026
Tim Nexfood Nabire - Dok. Nexfood

Startup Nexfood Nabire jeda sementara untuk memperkuat fondasi

January 23, 2026
Papua Tengah

Gubernur Papua Tengah serahkan 15 laptop kepada pelajar di Intan Jaya

January 23, 2026
kecerdasan buatan

Redaksi Jubi jajal kecerdasan buatan untuk kerja jurnalistik

January 26, 2026
Pegunungan Bintang

Mahasiswa tolak aparat keamanan dan investasi di Pegunungan Bintang

January 24, 2026
Merauke

Polisi didesak bebaskan 11 orang yang ditangkap di halaman Gereja Katedral Merauke

January 26, 2026
UMKM

Dinas UMKM Papua Tengah dorong OAP jadi pelaku utama pembangunan ekonomi

0
Konflik

Koalisi: Danton Yonif TP 817 jangan intervensi konflik tanah masyarakat adat dengan investor

0
Papua Tengah

Kamtibmas yang kondusif, fondasi utama membangun Papua Tengah

0
iTaukei

Hilangnya data etnis, merusak upaya mengatasi tantangan pendidikan iTaukei

0
manus

Spesies tanaman baru dari Manus resmi tercatat di Royal Botanic Gardens

0
Katolik

11 Orang Kaum Awam Katolik Papua di Merauke dibebaskan

0
vanuatu

VANGO desak Pemerintah Vanuatu segera sahkan RUU Perlindungan Anak

0

Trending

  • Utusan perusahaan sawit datang ke rumah, Ambrosius Klagilit - Jubi/IST

    Sudah ditolak, perwakilan perkebunan sawit terus datangi warga kampung

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Suasana Stadion Mandala setelah ‘ditinggal’ Persipura

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Startup Nexfood Nabire jeda sementara untuk memperkuat fondasi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gubernur Papua Tengah serahkan 15 laptop kepada pelajar di Intan Jaya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Redaksi Jubi jajal kecerdasan buatan untuk kerja jurnalistik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

PT Media Jubi Papua

Terverifikasi Administrasi dan Faktual oleh Dewan Pers

PT. Media Jubi Papua

Terverifikasi Administrasi dan Faktual oleh Dewan Pers

Networks

  • Post Courier
  • Vanuatu Daily Post
  • Solomon Star News
  • The Fiji Times
  • Radio New Zealand
  • Radio Djiido
  • 3CR Community Radio
  • Cook Islands News
  • Pacific News Service
  • Bouganville News
  • Marianas Variety

AlamatRedaksi

Jl. SPG Taruna Waena No 15 B, Waena, Jayapura, Papua
NPWP : 53.520.263.4-952.000
Telp : 0967-574209
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi
  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi

© 2025 Jubi – Berita Papua Jujur Bicara

No Result
View All Result
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks

© 2025 Jubi - Berita Papua Jujur Bicara