Jayapura, Jubi – Dengan krisis HIV yang terus menjadi perhatian serius di Fiji, dan dengan kasus yang kini juga terkonfirmasi pada anak-anak, Asisten Menteri Kesehatan Fiji, Penioni Ravunawa, mengimbau para orang tua untuk mulai mendiskusikan isu ini di dalam keluarga.
Sebanyak 1.583 kasus HIV tercatat antara Januari hingga Desember 2023. Dari jumlah itu, 90,3 persen atau 1.430 kasus terjadi pada masyarakat adat iTaukei, kelompok etnis Melanesia asli Fiji.
Sementara itu, 8,4 persen kasus tercatat pada warga Fiji keturunan India, dan 1,3 persen berasal dari kelompok etnis lainnya.
Perawat dari Klinik Kesehatan Seksual dan Reproduksi Kementerian Kesehatan, Ema Rakaususu, menyampaikan dalam wawancara di VITIFM Virikawakawa bahwa anak-anak berusia antara 10 hingga 14 tahun juga dinyatakan positif HIV. Ia menyebut penyebab utamanya adalah penggunaan narkoba suntik. Demikian dikutip jubi.id dari laman fijivillage.com, Minggu (15/6/2025).
*****************
Jubi.id adalah media yang berbasis di Tanah Papua. Media ini didirikan dengan sumberdana masyarakat melalui donasi dan crowd funding. Dukung kami melalui donasi anda agar kami bisa tetap melayani kepentingan publik.
*****************
Berbicara kepada Fijivillage News, Ravunawa menekankan bahwa perang melawan HIV memerlukan pendekatan yang menyeluruh dari seluruh elemen pemerintah dan masyarakat.
“Keluarga yang kuat akan membentuk bangsa yang tangguh. Jika kita dapat mengajarkan anak-anak kita untuk memahami situasi yang sedang kita hadapi saat ini, itu akan bermanfaat bagi masa depan mereka,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa prioritas Kementerian Kesehatan saat ini adalah meningkatkan kesadaran masyarakat tentang HIV sebelum penyakit ini semakin melemahkan bangsa Fiji.
“Yang terpenting adalah setiap orang mengetahui status HIV mereka. Setelah itu, mereka dapat mulai menyesuaikan perilaku,” ujar Ravunawa. Ia juga menekankan bahwa pengujian dan pengobatan HIV di Fiji diberikan secara gratis. (*)
Iklan Layanan Masyarakat ini Dipersembahkan oleh PT. Media Jubi Papua

















Discussion about this post