Jayapura, Jubi – Mayoritas angkatan kerja di Fiji tercatat telah menyelesaikan pendidikan sekolah menengah, menunjukkan peran penting pendidikan dasar menengah dalam mempersiapkan tenaga kerja.
Data dari Employment and Unemployment Survey 2023–2024 menunjukkan sekitar 58,4 persen angkatan kerja di Fiji merupakan lulusan pendidikan menengah, menjadikannya tingkat pendidikan yang paling umum di kalangan pekerja. Demikian dikutip jubi.id dari laman internet, www.fijitimes.com.fj, Selasa (10/3/2026)
Survei juga menemukan bahwa 25,6 persen dari angkatan kerja telah mencapai pendidikan tinggi, yang mencerminkan pertumbuhan akses ke pendidikan tinggi dan semakin pentingnya partisipasi pasar tenaga kerja.
Sementara itu, sekitar 49.072 orang hanya menyelesaikan pendidikan tingkat dasar, yang menunjukkan bahwa jumlah pekerja yang hanya mengandalkan pendidikan dasar relatif lebih kecil.
Secara regional, Divisi Tengah dan Barat mencatat jumlah terbesar. Central Division memiliki 141.912 pekerja, diikuti Western Division dengan 125.425 pekerja.
Secara keseluruhan, populasi usia kerja di Fiji (15 tahun ke atas) mencapai 614.832 orang. Dari jumlah tersebut, sebanyak 314.898 orang masuk dalam angkatan kerja, sehingga tingkat partisipasi angkatan kerja nasional tercatat sebesar 51,2 persen.
Survei itu juga menunjukkan perbedaan partisipasi berdasarkan kelompok usia. Partisipasi tertinggi terjadi pada kelompok usia produktif 25–64 tahun dengan tingkat partisipasi 62,7 persen. Sebaliknya, partisipasi kaum muda usia 15–24 tahun lebih rendah, yakni 29,3 persen.
Pejabat terkait menilai data tersebut menegaskan pentingnya pendidikan menengah sebagai fondasi utama dalam mempersiapkan masyarakat memasuki dunia kerja, sekaligus menunjukkan semakin meningkatnya peran pendidikan tinggi di pasar tenaga kerja Fiji. (*)




Discussion about this post