• Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi
Jubi Papua
Teras ID
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
Donasi
No Result
View All Result
Jubi Papua
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
Donasi
No Result
View All Result
Jubi Papua
No Result
View All Result
Home Pasifik

Kembar Siam di Papua Nugini ‘Punya Keinginan untuk Hidup’, Namun Hadapi Masa Depan Tak Pasti

November 6, 2025
in Pasifik
Reading Time: 2 mins read
0
Penulis: Dominggus A. Mampioper - Editor: Alberth Yomo
Papua Nugini

Tom dan Sawong, bayi kembar siam yang menyatu di perut, dirawat di unit neonatal Rumah Sakit Umum Port Moresby. – Jubi/RNZ Pasifik / Foto: Rumah Sakit Umum Port Moresby

0
SHARES
81
VIEWS
FacebookTwitterWhatsAppTelegramThreads

Jayapura, Jubi — Orangtua bayi kembar siam di Papua Nugini terus berjuang agar kedua putra mereka mendapatkan operasi pemisahan, meskipun para dokter menyarankan sebaliknya karena risiko yang sangat tinggi.

Tom dan Sawong lahir pada 9 Oktober lalu dengan kondisi menyatu di bagian perut. Saat ini mereka dirawat di unit neonatal Rumah Sakit Umum Port Moresby. Demikian dikutip Jubi.id dari RNZ Pasifik, Kamis (6/11/2025).

Pihak rumah sakit pada Selasa lalu memutuskan untuk tidak melanjutkan rencana pemindahan mereka ke luar negeri dan menyarankan agar keluarga tetap berada di Papua Nugini, mengingat tingginya risiko kematian bagi salah satu atau bahkan keduanya.

4JYJ6TO e796b2b41345e91f00a71d7237c2c482 avif
Ibu Fatima dan ayah Kevin memandangi bayi kembar siam mereka yang baru lahir. – Jubi/RNZ Pasifik / Foto: Disediakan

Sebelumnya, dokter di Rumah Sakit Umum Port Moresby sempat menjajaki kemungkinan memindahkan mereka ke Australia untuk mendapatkan perawatan spesialis. Namun setelah serangkaian diskusi, keputusan akhir menyatakan hal itu terlalu berisiko.

*****************

Jubi.id adalah media yang berbasis di Tanah Papua. Media ini didirikan dengan sumberdana masyarakat melalui donasi dan crowd funding. Dukung kami melalui donasi anda agar kami bisa tetap melayani kepentingan publik.

CLICK HERE!

*****************

Direktur Medis, Dr. Kone Sobi, mengatakan keputusan itu diambil setelah mempertimbangkan kondisi medis kedua bayi.

“Keduanya memiliki kelainan bawaan yang sangat signifikan. Bahkan jika mereka dirawat di unit terspesialisasi, peluang bertahan hidup tetap sangat kecil. Faktanya, prognosisnya sangat buruk,” ujar Sobi.

Tom dan Sawong diketahui menderita spina bifida, kelainan tabung saraf yang memengaruhi perkembangan tulang belakang dan sumsum tulang belakang. Mereka juga berbagi hati, kandung kemih, dan sebagian sistem pencernaan.

BERITATERKAIT

Papua Nugini butuh dana besar perangi polio

Standar Jurnalisme di Papua Nugini butuhkan pelatihan dan dukungan hukum

Warga Papua Nugini wajib setor jaminan US$15.000 untuk masuk AS

Regulasi baru untuk sektor kelistrikan Papua Nugini

Sobi menambahkan bahwa salah satu bayi memiliki kelainan jantung bawaan, hanya memiliki satu ginjal, dan diduga paru-parunya tidak berkembang sempurna.

PSA Jubi PSA Jubi PSA Jubi

“Salah satu kembar bekerja lebih keras untuk memasok oksigen ke jantung saudaranya,” katanya.

Menurut Sobi, kondisi keduanya sangat genting dan tidak dapat diprediksi.

“Mereka benar-benar bergantung satu sama lain. Ke mana perjalanan hidup mereka akan berakhir, tak seorang pun tahu. Fokus kami saat ini adalah memberi makan dan mencegah infeksi, karena situasi mereka amat sulit,” ujarnya.

Harapan Terbang ke Jerman

Meski demikian, ada harapan baru dari pihak sponsor yang berusaha membawa keduanya ke Jerman, di mana sebuah rumah sakit universitas di Freiburg sedang menilai kemungkinan untuk melakukan operasi.

Maskapai Air Niugini telah menawarkan penerbangan hingga Singapura, tetapi masih diperlukan maskapai lain yang bersedia membawa mereka ke Jerman.

Jurgen Ruh, pilot helikopter yang pertama kali mengevakuasi bayi tersebut ke Port Moresby, mengatakan orangtua si kembar hanya ingin melakukan yang terbaik untuk anak mereka.

“Mereka percaya akan ada keajaiban bagi anak-anak ini. Mereka tahu salah satu atau keduanya bisa kehilangan nyawa dalam operasi, tapi setidaknya mereka telah berusaha,” kata Ruh.

Ia menambahkan bahwa sejauh ini kondisi Tom dan Sawong cukup stabil.

“Mereka hanya mendapat dukungan minimal seperti oksigen tambahan dan asupan makanan. Mengingat mereka sudah hidup lebih dari sebulan tanpa alat bantu hidup, mereka benar-benar memiliki keinginan kuat untuk bertahan,” ujarnya optimistis.

Ruh berharap proses administrasi untuk perawatan di Jerman bisa segera rampung.

“Begitu rumah sakit mengeluarkan surat penerimaan pasien, dokumen itu akan dikirim ke Kedutaan Besar Jerman di Manila untuk penerbitan visa. Tapi waktu kita tidak banyak, karena salah satu bayi memiliki kelainan jantung dan memerlukan operasi jantung terbuka secepatnya,” jelasnya.

Sementara itu, para dokter di Papua Nugini menegaskan tidak akan menghalangi upaya pihak mana pun untuk menolong si kembar, asalkan keluarga memahami seluruh risiko medis yang mungkin terjadi. (*)

Iklan Layanan Masyarakat ini Dipersembahkan oleh PT. Media Jubi Papua

Tags: bayi kembar siamPapua Nugini
ShareTweetSendShareShare

Related Posts

Kaledonia Baru

Ribuan warga Nouméa demo tolak pembatasan hak pilih di Kaledonia Baru

April 1, 2026
Fiji

Harga BBM di Fiji naik 1 April 2026

April 1, 2026

Gempa di utara Vanuatu, pelayanan perlahan kembali normal

April 1, 2026

Surat kabar Vanuatu hadapi larangan liputan sepak bola

March 31, 2026

Dukungan Kuat Jerman untuk Pra-COP 31 Pasifik

March 31, 2026

PM Kepulauan Solomon minta warga tenang saat koalisi baru ajukan sidang

March 31, 2026

Discussion about this post

  • Latest
  • Trending
  • Comments
Papua Tengah

LPPD merupakan instrumen transparansi Pemprov Papua Tengah

April 1, 2026
ekskavator

Aktivis pertanyakan kedatangan puluhan ekskavator di wilayah adat Imekko

April 1, 2026
Kaledonia Baru

Ribuan warga Nouméa demo tolak pembatasan hak pilih di Kaledonia Baru

April 1, 2026
IMPW

IMPW Jayapura tolak pembangunan Mapolda dan perkantoran di tanah Wouma–Wio

April 1, 2026
Fiji

Harga BBM di Fiji naik 1 April 2026

April 1, 2026
gempa

Gempa di utara Vanuatu, pelayanan perlahan kembali normal

April 1, 2026
Papua Tengah

Realisasi pendapat daerah Papua Tengah melampaui target

April 1, 2026
Kadis pendidikan

Pemprov Papua Tengah buka rekrutmen tenaga guru kontak daerah 3T

March 31, 2026
gubernur

Ini penjelasan Gubernur Fakhiri terkait pemberhentian petugas kebersihan

March 31, 2026
Sumule

Pemprov Papua Tengah Belum putuskan pengurangan P3K

March 30, 2026
Ditembak

Tiga warga di Dogiyai dilaporkan tewas ditembak

April 1, 2026
ekskavator

Puluhan ekskavator tiba di Sorong Selatan, warga diimbau waspada

April 1, 2026
Merauke

Gugatan masyarakat adat terhadap SK bupati Merauke mulai disidangkan

March 31, 2026
korupsi

Kuasa Hukum terdakwa korupsi KUR Bank Papua pertanyakan bukti kerugian negara

March 30, 2026
Papua Tengah

LPPD merupakan instrumen transparansi Pemprov Papua Tengah

0
ekskavator

Aktivis pertanyakan kedatangan puluhan ekskavator di wilayah adat Imekko

0
Kaledonia Baru

Ribuan warga Nouméa demo tolak pembatasan hak pilih di Kaledonia Baru

0
IMPW

IMPW Jayapura tolak pembangunan Mapolda dan perkantoran di tanah Wouma–Wio

0
Fiji

Harga BBM di Fiji naik 1 April 2026

0
gempa

Gempa di utara Vanuatu, pelayanan perlahan kembali normal

0
Papua Tengah

Realisasi pendapat daerah Papua Tengah melampaui target

0

Trending

  • Kadis pendidikan

    Pemprov Papua Tengah buka rekrutmen tenaga guru kontak daerah 3T

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ini penjelasan Gubernur Fakhiri terkait pemberhentian petugas kebersihan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pemprov Papua Tengah Belum putuskan pengurangan P3K

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tiga warga di Dogiyai dilaporkan tewas ditembak

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Puluhan ekskavator tiba di Sorong Selatan, warga diimbau waspada

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

PT Media Jubi Papua

Terverifikasi Administrasi dan Faktual oleh Dewan Pers

PT. Media Jubi Papua

Terverifikasi Administrasi dan Faktual oleh Dewan Pers

Networks

  • Post Courier
  • Vanuatu Daily Post
  • Solomon Star News
  • The Fiji Times
  • Radio New Zealand
  • Radio Djiido
  • 3CR Community Radio
  • Cook Islands News
  • Pacific News Service
  • Bouganville News
  • Marianas Variety

AlamatRedaksi

Jl. SPG Taruna Waena No 15 B, Waena, Jayapura, Papua
NPWP : 53.520.263.4-952.000
Telp : 0967-574209
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi
  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi

© 2025 Jubi – Berita Papua Jujur Bicara

No Result
View All Result
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks

© 2025 Jubi - Berita Papua Jujur Bicara