Nabire, Jubi – Pemerintah Provinsi atau Pemprov Papua Tengah mendukung Sosialisasi Indonesia’s Forest And Other Land Use atau FOLU Net Sink 2030 di Provinsi Papua Tengah. Demikian hal itu ditegaskan Staf Ahli II Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Pembangunan di Sekretariat Daerah (Setda) Provinsi Papua Tengah Herman Kayame, S.T. M.T dalam pembukaan sosialisasi Indonesia’s Folu Net Sink di Ballroom Kantor Gubernur, Nabire, Papua Tengah, Rabu (11/2/2025).
Staf Ahli II Setda Hetman Kayame mengatakan kegiatan sosialisasi ini merupakan langkah awal penyebarluasan informasi tentang target dan kontribusi para pihak di Provinsi Papua Tengah untuk mendukung target Indonesia’s Folu Net Sink 2030.
Kegiatan ini akan dilanjutkan dengan penyusunan rencana kerja Indonesia’s Folu Net Sink 2030 Provinsi Papua Tengah.
“Nanti menjabarkan target penurunan emisi gas rumah kaca dari sektor kehutanan dan penggunaan lahan lainnya, sekaligus meningkatkan cadangan karbon hingga menjadi kondisi emisi negatif (Net Sink),” ujarnya dalam sambutan mewakili Gubernur Meki Nawipa S.H.
*****************
Jubi.id adalah media yang berbasis di Tanah Papua. Media ini didirikan dengan sumberdana masyarakat melalui donasi dan crowd funding. Dukung kami melalui donasi anda agar kami bisa tetap melayani kepentingan publik.
*****************
Kayame menuturkan semangat mitigasi perubahan iklim akan bersinergi dengan misi Gubernur Dan Wakil Gubernur Provinsi Papua Tengah dalam mendorong pengelolaan Sumber Daya Alam (SDA) dengan tetap menjaga keseimbangan ekologi. Khusus untuk sektor kehutanan di tahun 2025 telah dilaksanakan rehabilitasi hutan dan lahan seluas 200 Hektare.
“Dan akan terus dilaksanakan RHL termasuk restorasi ekosistem mangrove di wilayah pesisir, pengendalian penggunaan kawasan hutan, dan rutin perlindungan hutan melalui patroli keamanan hutan dengan melibatkan masyarakat adat setempat,” katanya.
Herman Kayam menilai moment penting sehingga pemerintah harapkan dapat meningkatkan partisipasi aktif para pihak untuk pencapaian Program Nasional Net Sink sektor kehutanan dan penggunaan lahan lainnya di tahun 2030.
“Semoga segala usaha dan upaya kita dalam menyelamatkan lingkungan senantiasa diberikan kemudahan dan kelancaran oleh Tuhan Yang Maha Kuasa,” kata Kayame.
Ia menyampaikan apresiasi atas dukungan Kementerian Kehutanan Republik Indonesia dalam proses sosialisasi saat ini, sehingga kegiatan sosialisasi ini dapat berjalan.(*)
Untuk melihat lebih banyak content JUBI TV, click here!



















Discussion about this post