• Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi
Jubi Papua
Teras ID
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
Donasi
No Result
View All Result
Jubi Papua
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
Donasi
No Result
View All Result
Jubi Papua
No Result
View All Result
Home Nasional & Internasional

Kayu Bush antara orang Marind dan masyarakat Aborigin

July 8, 2026
in Nasional & Internasional, Tanah Papua
Reading Time: 5 mins read
0
Penulis: Dominggus A. Mampioper - Editor: Arjuna Pademme
Aborigin

Pohon eucalypthus obat gosok badan penghasil minyak kayu putih- Jubi/su.wikipedia.org

0
SHARES
163
VIEWS
FacebookTwitterWhatsAppTelegramThreads

Jayapura, Jubi – Terletak jauh dari Brisbane Australia, seorang perempuan Aborigin memetik daun dari pohon Bush (Bahasa Marind) atau Eucalypthus lalu menggosok diwajahnya dan mengatakan kalau merasa tidak enak badan atau demam akan mencium serta menggosok daun eucalyptus.

Hal itu dikatakannya kepada jurnalis Jubi saat berkunjung ke Brisbane, ibu kota Queensland, di tepi Sungai Brisbane, pada Agustus 2014 lalu.

“Iya daun eucalypthus ini merupakan obat bagi kami warga Aborigin dan juga saudara Melanesia kami di Kepulauan Selat Tores,” katanya sambil memperagakan cara memakainya.

Sepintas jurnalis Jubi merasakan efek dari daun ini seperti mengoles minyak kayu putih dan memang minyak itu bersumber dari pohon eucalypthus yang banyak tumbuh di Papua Selatan.

Memang benar kearifan local masyarakat adat Aborigin ini telah didokumentasikan oleh WWF Australia dalam laman internetnya, wwf.org.au menyebutkan, masyarakat Aborigin dan Penduduk Kepulauan Torres Strait telah memanfaatkan ekosistem hutan Eukaliptus di Australia selama puluhan ribu tahun.

Daun eucalypthus ini jelas memberi manfaat dan penggunaannya yang sudah dikenal luas. Dari wilayah pegunungan Alpen yang dipenuhi pohon Snow Gum di Taungurung Country, hingga Pantai Barat.

Kawasan ini merupakan rumah bagi pohon tooart (tuart) ikonik (Eucalyptus gomphocephala), khasiat berharga dari pohon ini telah dipahami dan dikonsumsi oleh masyarakat Aborigin dan Melanesia Selat Tores selama berabad-abad.

BERITATERKAIT

No Content Available

Tak dapat disangkal, pohon eukaliptus terkenal sebagai antiseptik alami, dan masyarakat adat juga menggunakan beberapa spesies eukaliptus sebagai tonik untuk berbagai penyakit, termasuk masalah pencernaan.

Getah pohon eukaliptus dicampur dengan air lalu diminum untuk mengobati gejala seperti diare.

Daun eukaliptus sangat terkait dengan praktik kesehatan spiritual masyarakat adat, karena salah satu daunnya sering dibakar dalam upacara pengasapan.

Upacara pengasapan adalah ritual yang sangat penting secara budaya yang telah dilakukan oleh masyarakat Aborigin dan Torres Strait Islander selama ribuan tahun.

Dalam upacara adat itu para tetua adat akan mengibas asap kepada orang-orang yang hadir dalam upacara untuk membersihkan mereka, serta lokasi itu sendiri dari roh jahat dan untuk mendorong kesehatan yang baik.

Upacara-upacara ini terhubung dengan budaya, tanah air, dan manfaat kesehatan dari pengobatan tradisional Aborigin dan Torres Strait Islander.

Sayangnya, fungsi pohon eukaliptus yang mengesankan tidak selalu menguntungkan alam. Dalam ironi yang kejam, pohon eukaliptus memiliki kemampuan alami untuk menunjukkan keberadaan emas di bawahnya.

Pencitraan unsur sinar-X telah mengungkapkan endapan emas dan logam lainnya dalam struktur daun eukaliptus dari wilayah Kalgoorlie di Australia Barat “yang tidak akan dapat dilacak menggunakan metode lain”.

Kelimpahan emas di bawah pepohonan eucalphtus itu telah membuat pohon pohon keramat itu harus rata dengan tanah.

Terlepas dari semua itu WWF Australia telah mencatat nama nama eucalypthus dalam Bahasa Aborigin sesuai wilayah adat masing-masing di sana. Nama nama itu antara lain,

Jarrah (Noongar dan nama umum untuk Eucalyptus marginata) Moich (Nama Noongar untuk Eucalyptus rudis alias permen karet banjir) Wandoo (Noongar dan nama umum untuk Eucalyptus Wandoo) Aper (nama Alyawarr, Anmatyerr dan Arrernte Timur untuk Eucalyptus camaldulensis alias pohon karet merah sungai).

Dwutta (nama Noongar untuk Eucalyptus todtiana alias pohon kulit berduri)

Muggago (nama Dharawal untuk Eucalyptus crebra, umumnya dikenal sebagai kulit besi berdaun sempit)

Mottlecah (nama Noongar untuk Eucalyptus macrocarpa)

Kayu Bush dan orang Marind Anim di Papua Selatan

Era 1998 memasuki tahun 2000 jurnalis jubi berkunjung pula ke Papua Selatan dan bertemu dengan warga Suku Marind di Merauke dan menceritakan pengalaman mereka sejak dulu.

Bekas areal Tanah Miring itu dulu kitorang (kita orang) punya orang tua dulu punya tempat berburu mencari kangguru (saham), rusa, babi hutan( basic/bahik), tikus tanah (tuban), ular pyton(hiyawa), burung Mambruk( Mahuk) dan Burung Cenderawasih(Yanggam).

Rusa bukan hewan asli Merauke, karena Prof Dr Ronald G Petocz menulis dalam bukunya,  Konservasi Alam dan Pembangunan di Irian Jaya (sekarang Papua), jenis rusa (Cervus timorensis) dulunya dimasukan Belanda pada 1928 oleh Belanda di Merauke, Manokwari.

Sejak itu pula rusa berkembang biak luar biasa sehingga Kota Merauke dijuluki pula sebagai Kota Rusa.

Selain itu dalam rawa rawa tadah hujan di Papua Selatan, terdapat pula ikan ikan air tawar seperti ikan kakap rawa (Ipni) Lates calcarifer.

Spesies ini juga dikenal luas dengan nama Kakap Putih, Barramundi, atau Giant Sea Perch. Ikan ini sangat unik karena mampu hidup di berbagai tingkat salinitas, mulai dari air tawar, payau, hingga air laut.

Bukan hanya itu saja ada pula ikan duri (kelop), ikan mata bulan(hiyabok). Sedangkan ikan betik atau Anabas testudineus baru masuk ke Papua Selatan sekitar 1980 an, ada pula jenis ikan gabus seperti Olip, Nambin dan Katip.

Ikan ikan ini selalu menjadi konsumsi dari Burung Pelikan Australia (Pelecanus conspicillatus) bermigrasi menempuh ribuan kilometer dari pesisir Australia menuju wilayah Indonesia bagian timur, termasuk kawasan pesisir selatan Papua.

Perjalanan lintas benua ini dilakukan sebagai respons terhadap perubahan musim, cuaca, dan ketersediaan pakan. Burung migrasi ini ke kawasan Merauke setiap tahun pada periode Agustus hingga November, dengan puncaknya terjadi pada September hingga November.

Hanya saja burung migrasi dari Australia banyak mati karena memakan ikan betik yang berduri. Burung Pelikan ini menelan ikan betik yang berduri sehingga melukai lehernya dan mati.

“Iya burung-burung ini tak mengenal ikan betik karena bukan ikan asli di sini,”kata aktivis Lingkungan Hidup Waktu itu, mendiang Lyndon Pangkali.

Hutan Bush memiliki kegunaan dan manfaat pula bagi masyarakat Marind Anim di Papua Selatan, sebagai fungsi ekologis hutan hutan ini menjaga keseimbangan air saat musim panas dan juga musim hujan.

Pohon pohon eucalyptus di hutan rawa Merauke akan membantu air saat musim hujan tidak langsung ke tanah (run off), tetapi mengenai dedaunan pohon dan tersimpan di dalam tanah sehinga bisa menahan banjir.

Begitupula saat musim panas tiba, pohon pohon eucalyptus  atau bush bisa menyimpan air hujan saat musim panas tiba, air rawa tersimpan karena adanya hutan bush.

Bagi masyarakat adat Marind, kawasan ini mendukung pengetahuan kearifan tradisiona etnobotani masyarakat daunnya untuk obat obatan orbal, menyediakan kayu bakar, dan bahan baku untuk membangun tempat tinggal kulit pohon bush dipakai untuk dinding rumah dan atap selain atap daun sagu.

Pengetahuan local ini membuat Yayasan Wasur Lestari, yayasan yang membina masyarakat di sekitar Taman Nasional Wasur, Merauke, untuk menyuling minyak kayu putih.

Lembaga ini didukung oleh WWF, untuk ini memproduksi merk Minyak Kayu Putih Walabi dari pohon Asteromyrtus symphyocarpa, untuk memberdayakan ekonomi warga.

Produk unggulan ini mewakili inisiatif ramah lingkungan yang dipasarkan dengan bantuan lembaga konservasi. (*)

Tags: Kayu BushMasyarakat AboriginOrang Marind
ShareTweetSendShareShare

Related Posts

No Content Available

Discussion about this post

Survey Pembaca
Reader's Survey

English Story

Papuan Indigenous Communities Achieve Self-Reliance Through Customary Forest Management
10 October 2026
Papuan Indigenous Communities Achieve Self-Reliance Through Customary  Forest Management

Teminabuan, Jubi – Indigenous Papuans have their own ways of managing customary forests to ensure they remain protected. They harvest [...]

Cenderawasih University student reports police officers over alleged assault
9 October 2026
Cenderawasih University student reports police officers over alleged assault

Jayapura, Jubi – Wialo Silak, chair of Cenderawasih University’s Student Consultative Assembly (MPM Uncen) for the 2026–2027 term, has reported [...]

Merauke regent calls for 2027 special autonomy funds to target three priorities
9 October 2026
Merauke regent calls for 2027 special autonomy funds to target three priorities

Merauke, Jubi – Merauke Regent Yoseph Bladib Gebze has called for Papua’s 2027 Special Autonomy (Otsus) funds to focus on [...]

Authorities stop smuggling of 115 parrot eggs from Merauke
8 October 2026
Authorities stop smuggling of 115 parrot eggs from Merauke

Merauke, Jubi – Authorities in Indonesia’s South Papua province have intercepted an attempt to smuggle 115 wild parrot eggs from [...]

Asian churches for an end to violence in Papua through Chiang Main declaration
8 October 2026
Asian churches for an end to violence in Papua through Chiang Main declaration

Jayapura, Jubi – A symposium of Asian churches has called for an end to violence in Papua through a declaration [...]

  • Latest
  • Trending
  • Comments
PSN penghancur hutan hujan tropis

Aliansi: Hentikan PSN penghancur hutan hujan tropis di Tanah Papua

October 11, 2026
Indonesia mesti menjawab pelanggaran HAM

Koalisi: Berikan akses kepada PIF memantau kondisi HAM di Tanah Papua

October 11, 2026
Pemilu PNG

KPU PNG membutuhkan banyak waktu selenggarakan Pemilu 2027

October 11, 2026
Pesta Olahraga Melanesia

Akankah segera ada pesta olahraga Melanesia?

October 11, 2026
PM Solomon hari kemerdekaan Fiji

PM Solomon ucapkan selamat kemerdekaan Fiji ke-56

October 11, 2026
KRI tiba di Fiji

KRI dr. Wahidin Sudirohusodo-991 tiba di Fiji

October 11, 2026
Gempa Bumi Panama

Gempa bumi di Panama memicu kekhawatiran akan tsunami Pasifik

October 10, 2026
Gempa Bumi Panama

Gempa bumi di Panama memicu kekhawatiran akan tsunami Pasifik

October 10, 2026
Hibah renovasi gedung parlemen Vanuatu

Pemerintah Indonesia berikan hibah untuk renovasi gedung parlemen Vanuatu

October 10, 2026
MRP verifikasi dokumen IPDN

MRP Papua Tengah verifikasi faktual dokumen, memastikan hak OAP masuk IPDN

October 10, 2026
Bakal calon ketua PSSI

Empat orang mendaftar sebagai bakal calon Ketua Pengprov PSSI Papua Barat

October 9, 2026
Samudra Pasifik

Samudra Pasifik bukanlah penyebab krisis iklim

October 10, 2026
RSUD Yowari

Keluarga pasien berharap Pemkab Jayapura evaluasi menyeluruh RSUD Yowari

March 17, 2026
Pemeriksaan kesehatan

Dinkes Jayapura hadirkan dokter spesialis saat pemeriksaan kesehatan gratis

March 17, 2026
PSN penghancur hutan hujan tropis

Aliansi: Hentikan PSN penghancur hutan hujan tropis di Tanah Papua

0
Indonesia mesti menjawab pelanggaran HAM

Koalisi: Berikan akses kepada PIF memantau kondisi HAM di Tanah Papua

0
Pemilu PNG

KPU PNG membutuhkan banyak waktu selenggarakan Pemilu 2027

0
Pesta Olahraga Melanesia

Akankah segera ada pesta olahraga Melanesia?

0
PM Solomon hari kemerdekaan Fiji

PM Solomon ucapkan selamat kemerdekaan Fiji ke-56

0
KRI tiba di Fiji

KRI dr. Wahidin Sudirohusodo-991 tiba di Fiji

0
Gempa Bumi Panama

Gempa bumi di Panama memicu kekhawatiran akan tsunami Pasifik

0

PT Media Jubi Papua

Terverifikasi Administrasi dan Faktual oleh Dewan Pers

PT. Media Jubi Papua

Terverifikasi Administrasi dan Faktual oleh Dewan Pers

Networks

  • Post Courier
  • Vanuatu Daily Post
  • Solomon Star News
  • The Fiji Times
  • Radio New Zealand
  • Radio Djiido
  • 3CR Community Radio
  • Cook Islands News
  • Pacific News Service
  • Bouganville News
  • Marianas Variety

AlamatRedaksi

Jl. SPG Taruna Waena No 15 B, Waena, Jayapura, Papua
NPWP : 53.520.263.4-952.000
Telp : 0967-574209
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi
  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi

© 2025 Jubi – Berita Papua Jujur Bicara

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks

© 2025 Jubi - Berita Papua Jujur Bicara