• Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi
Jubi Papua
Teras ID
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
Donasi
No Result
View All Result
Jubi Papua
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
Donasi
No Result
View All Result
Jubi Papua
No Result
View All Result
Home Mamta

Yosepha Alomang : Saya sudah sakit, mata tak bisa lihat

April 11, 2026
in Mamta
Reading Time: 2 mins read
0
Penulis: Dominggus A. Mampioper - Editor: Angela Flassy
Alomang

Kunjungan dari Pemberdayaan Masyarakat PT Freeport Ricky Komol dan Mr Stieve bertemu dengan Mama Yosepha Alomang disaksikan rekan rekan pengacara termasuk Aloysius Renwarin- Jubi/ist

0
SHARES
719
VIEWS
FacebookTwitterWhatsAppTelegramThreads

Jayapura, Jubi – Siang itu, kami bertemu Yosepha Alomang, pejuang Hak Asasi Manusia (HAM) dan peraih penghargaan Lingkungan Hidup Goldman dari Amerika Serikat 2001 atas perjuangannya terhadap pelestarian lingkungan Bumi Amungsa di Kota Jayapura, Jumat (10/4/2026).

“Saya sudah sakit lama, mata sudah buta, tak bisa lihat lagi,” katanya.

“Saya datang ke sini untuk minta saudara Aloysius Renwarin bantu dampingi urus mama punya masalah ini,” kata Mama Yosepha Alomang kepada jubi.id di ruang kerja Kantor Pengacara Aloysius Renwarin di Perumnas II Waena, Kota Jayapura, Jumat.

Ia datang ke kantor pengacara Aloysius Renwarin bersama rombongan untuk mengadu karena tidak terealisasinya janji bantuan dari pihak perusahaan tambang asal Amerika Serikat atau PT Freeport sejak beberapa tahun terakhir. Perusahaan juga berjanji membawanya berobat, namun hingga kini belum direalisasi.

“Setiap kali dorang datang (PT Freeport) hanya catat foto foto dan tidak ada jawaban, cuma janji saja,” katanya yang kini memasuki usia 86 tahun, namun suaranya masih lantang terdengar saat berbicara di ruang kerja pengacara Renwarin.

Menurut Aloysius sejak 2001 pihak Freeport melalui keluarga Moffet telah berjanji akan membantu lembaga kemanusiaan yang dipimpin Yosepha Alomang, Yahamak yang berganti menjadi Yamak, pada 2020 lalu.

Namun sejak 2019, hubungan dengan pihak PT Freeport terputus.

BERITATERKAIT

Yahamak tunjuk Yakolina Kwalik sebagai direktur

Mama Yosepha Alomang somasi PT Freeport

Dewan Adat Papua wilayah Adat Meepago nyatakan sikap terhadap Freeport

Hak masyarakat adat dan buruh asli Papua dilanggar demi melindungi Freeport

Tak heran kalau, Mama Yosepha Alomang bersama rekan rekan hendak melakukan somasi kepada pihak PT Freeport, hingga akhirnya pihak Freeport melalui bagian pengembangan masyarakat datang bertemu dengan Mama Yosepha di Kantor Pengacara Aloysius Renwarin, Jumat (10/4/2026) siang ini.

PSA Jubi PSA Jubi PSA Jubi

Ricky Komol dan Mr Stev dari Pemberdayaan Masyarakat PT Freeport datang bertemu dengan Mama Yosepha Alomang disaksikan rekan rekan pengacara termasuk Aloysius Renwarin.

“Keduanya berjanji akan memenuhi permintaan itu setelah berbicara dengan pihak manajemen PT Freeport,” kata Renwarin seraya menambahkan pihaknya memberikan waktu selama 14 hari, jika tidak ditepati pihaknya akan menempuh jalur hukum baik pidana maupun perdata.

Dari Akimuga sampai penghargaan Goldman dan Yap Thiam Hien

Mama Yosepha yang lahir di Akimuga sekitar 1940. Bersama suaminya dan dua anaknya menuju Kota Timika, yang waktu itu masih hutan dan belum ada aktivitas permukiman. “Saya bekerja di Timika membantu orang-orang Amungme mendampingi suami di lapangan Timika dan juga permukiman di Kwamki Lama,” katanya.

Mama Yosepha Alomang sejak muda memperjuangkan hak-hak dasar masyarakat adat areal PT Freeport, hingga beberapa kali harus ditahan dan ditangkap dalam kontainer milik perusahaan kala itu di era 1980an. Saat ini, semua tokoh tokoh tua Amungme sudah pergi, termasuk Thom Beanal rekan seperjuangan Mama Yosepha yang membawa kasus Lingkungan dan Hak Asasi Manusia di Pengadilan New Orleans di Amerika Serikat.

Ia diganjar penghargaan  Yap Tiam Hien, pada 1999 dan The Goldman Environment Prize, 2001.

Hingga sampai sekarang masih bersemangat, dan terus memperjuangkan hak hak asasi manusia di tanah Papua. Hanya saja penglihatan yang sudah kabur, bahkan mata kiri sudah tak bisa melihat lagi.

Pertemuan tim jurnalis Jubi.id saat mewawancarai, Mama Yosepha Alomang, suaranya tetap  lantang walau tak senyaring dulu,  penglihatannya sudah kabur akibat katarak yang lama dideritanya.  (*)

Continue Reading
Tags: Mama Yosepha AlomangPT Freeport
ShareTweetSendShareShare

Related Posts

Peserta lomba single Male saat melakukan pemanasan sebelum mengikuti perlombaan di Kota Jayapura, Papua pada Sabtu (30/5/2026).-Jubi/Silpester Kasipka

Corelab Jayapura promosikan gaya hidup sehat lewat hybrid race

May 30, 2026
Perempuan Papua

Aliansi SETARA nyatakan sikap terhadap situasi di Tanah Papua

May 29, 2026
Perempuan Papua

Perempuan Papua serukan perlawanan terhadap penindasan dan PSN

May 29, 2026

Thaha Alhamid: ‘Pesta Babi’ gambaran kolonialisme di Tanah Papua

May 23, 2026

Film Pesta Babi: Gambaran derita masyarakat adat Papua

May 23, 2026

Pelarangan nobar Pesta Babi: Pembungkaman suara kritis tentang Tanah Papua

May 23, 2026

Discussion about this post

PT. Media Jubi Papua

Terverifikasi Administrasi dan Faktual oleh Dewan Pers

Networks

  • Post Courier
  • Vanuatu Daily Post
  • Solomon Star News
  • The Fiji Times
  • Radio New Zealand
  • Radio Djiido
  • 3CR Community Radio
  • Cook Islands News
  • Pacific News Service
  • Bouganville News
  • Marianas Variety

AlamatRedaksi

Jl. SPG Taruna Waena No 15 B, Waena, Jayapura, Papua
NPWP : 53.520.263.4-952.000
Telp : 0967-574209
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi
  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi

© 2025 Jubi – Berita Papua Jujur Bicara

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks

© 2025 Jubi - Berita Papua Jujur Bicara