Jayapura, Jubi – Lembaga Pengkajian dan Penguatan Kapasitas atau LEKAT Papua pada awal 2026, melaksanakan program pengembangan kapasitas bagi anak muda melalui kegiatan berjudul Community Development for Youth atau Kode4U.
Manajer Lekat Papua, Rori Marwani mengatakan, program ini merupakan bagian dari rencana kerja tahunan lembaga dan difokuskan pada penguatan kepemimpinan pemuda youth leadership.
Ia menjelaskan, Kode4U dirancang sebagai ruang belajar bersama untuk bertukar gagasan, sekaligus melahirkan karya dan aksi nyata dari anak-anak muda.
“Program ini menjadi wadah penguatan kapasitas dengan pendekatan partisipatif, kreatif, dan kontekstual. Anak muda ditempatkan sebagai subjek utama dalam pembangunan komunitas,” kata Rori Marwani di Kota Jayapura, Papua, Kamis (19/02/2026).
*****************
Jubi.id adalah media yang berbasis di Tanah Papua. Media ini didirikan dengan sumberdana masyarakat melalui donasi dan crowd funding. Dukung kami melalui donasi anda agar kami bisa tetap melayani kepentingan publik.
*****************
Menurutnya, Kode4U bertujuan meningkatkan kapasitas pemuda dan komunitas dalam mengembangkan potensi diri, serta potensi sosial dan ekonomi di lingkungan sekitar.
Sasaran kegiatan ini adalah mahasiswa, aktivis komunitas, pelaku UMKM pemula, penulis, hingga penggerak sosial.
Kagiatan ini akan dilaksanakan secara rutin setiap bulan, dengan satu kali pertemuan dalam sehari pada setiap sesi. Namun, program ini tidak berhenti pada pelatihan semata.
Peserta diwajibkan membuat komitmen bersama terkait aksi nyata yang akan dilakukan setelah mengikuti materi.
“Kami berharap kegiatan ini melahirkan aksi konkret. Lekat akan melakukan monitoring dan evaluasi serta mendampingi teman-teman muda yang berkomitmen menindaklanjuti hasil pelatihan,” ucapnya.
Sementara itu, Kurniawan Patma, akademisi dan dosen di Jurusan Akuntansi Uncen mengatakan, Kode4U dilaksanakan secara tematik mulai Februari hingga Desember. Tema perdana mengangkat kewirausahaan berbasis pangan lokal.
Ia mengatakan, dalam sesi tersebut peserta diperkenalkan pada konsep bisnis model noken framework, yang mendorong mahasiswa mengembangkan usaha berbasis kearifan lokal dengan perencanaan bisnis yang kontekstual dan berkelanjutan.
“Mahasiswa yang sudah memiliki usaha pangan lokal didorong menyusun rencana bisnis yang lebih matang. Program ini akan berlanjut hingga tahap demo day, di mana mereka memasarkan produk yang telah dikembangkan,” kata Kurniawan Patma.
Ia mengatakan, program ini diharapkan melahirkan inisiator dan pemimpin muda di bidang kewirausahaan. Selain itu, Kode4U juga menekankan keberpihakan pada pelaku usaha Orang Asli Papua atau OAP.
Menurutnya, bahan baku pangan lokal yang digunakan peserta diambil dari pelaku usaha OAP, sehingga tercipta kolaborasi berkelanjutan antara mahasiswa dan kelompok dampingan Lekat.
“Melalui kegiatan ini, kami berharap dapat membangun generasi muda yang tidak hanya kuat secara kapasitas, tetapi juga mampu menghadirkan perubahan nyata bagi komunitas dan ekonomi lokal di Papua,” ucapnya. (*)
Iklan Layanan Masyarakat ini Dipersembahkan oleh PT. Media Jubi Papua





















Discussion about this post