Sentani, Jubi – Sebanyak 14.345 pengguna jasa penerbangan keluar dari Bandara Udara atau Bandara Internasional Sentani di Kabupaten Jayapura, Papua selama pembukaan posko Lebaran, 13 Maret 2026 hingga 17 Maret 2026. Jumlah ini meningkat dua persen dibandingkan periode yang sama pada 2025.
General Manager Kantor Cabang PT Angkasa Pura Indonesia Bandara Internasional Sentani Jayapura, I Nyoman Noer Rohim mengatakan, Bandara Sentani sudah melayani 26.672 penumpang, yang tiba dan berangkat selama periode 13 Maret 2026 hingga 17 Maret 2026.
Menurutnya, penumpang yang masuk ke Jayapura melalui Bandara Sentani adalah 12.327 orang atau turun tujuh persen dibandingkan periode yang sama pada tahun lalu.
“Namun, penumpang yang keluar dari Jayapura sebanyak 14.345 orang, naik dua persen dibandingkan tahun 2025,” kata I Nyoman Noer Rohim di depan posko angkutan udara lebaran 2026, di Sentani, Kabupaten Jayapura, Papua, Rabu (18/3/2026).
Menurut Noer Rahim, trafik angkutan udara mulai terlihat pada Sabtu, 14 Maret 2026. Pada hari itu sudah mencapai 6.000 orang, baik yang berangkat maupun tiba.
“H-6 sudah mencapai 6.000 orang, Selasa kemarin juga sudah mencapai 6.100. Semoga hari ini bisa bisa lebih lagi, nambah lagi,” ucapnya.
Katanya, dari pergerakan pesawat sudah 540 movement naik tujuh persen dibandingkan tahun sebelumnya. Untuk kedatangan sebanyak 274 flight atau naik tujuh persen dibandingkan 2025, dan pesawat yang berangkat 266 penerbangan, atau naik enam persen dibandingkan tahun lalu.
“Hari ini diprediksi menjadi puncak atau lonjakan penumpang, dan belum ada laporan kendala yang dialami penumpang. Saya belum dapat laporan pengaduan, alhamdulillah di sini tidak terlalu banyak pengaduan, semuanya berjalan dengan normal,” katanya.
Salah satu penumpang yang akan berangkat ke Manado, Sulawesi Utara, Utari Giman (23 tahun) mengaku ini pengalaman mudik pertamanya selama setahun di Jayapura.
“Saya mau berangkat ke Manado, mudik lebaran,” kata Utari Giman.
Menurutnya, untuk harga tiket pesawat ke daerah tujuan masih terbilang terjangkau yaitu kisaran Rp1,9 juta. “Saya pesan [tiket pesawat] dari jauh-jauh hari, normalnya di atas Rp2 juta,” ujarnya
Penumpang lainnya, Agung Setianto (38 tahun), tujuan Surabaya, Jawa Timur juga mengaku memesan tiket sejak jauh hari sebelum keberangkatan. Namun ia mendapat tiket yang menurutnya masih terbilang mahal Rp3,8 juta.
“Saya sama keluarga mau mudik ketemu orang tua, mertua, dan ipar, sekaligus liburan. Dipesan jauh-jauh hari, [tapi] harga tiketnya mahal Rp3,8 juta dari biasanya Rp2,8 juta hingga Rp3 juta. Mudiknya hari ini, karena menyesuaikan libur pegawai,” kata Agung Setianto. (*)




Discussion about this post