• Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi
Jubi Papua
Teras ID
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
Donasi
No Result
View All Result
Jubi Papua
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
Donasi
No Result
View All Result
Jubi Papua
No Result
View All Result
Home Mamta

Sehari tak makan papeda, serasa belum makan apa-apa

October 18, 2024
in Mamta, Seni & Budaya
Reading Time: 2 mins read
0
Penulis: Hans Makabori - Editor: Aries Munandar
Papeda

Warga menokok sagu untuk diolah menjadi papeda, dan aneka penganan, di Kampung Asei Besar, Distrik Sentani Timur, Kabupaten Jayapura. - Jubi/Hans Makabori

0
SHARES
11
VIEWS
FacebookTwitterWhatsAppTelegramThreads

Sentani, Jubi – Warga masih mempertahankan sagu sebagai sumber makanan pokok di Kampung Asei Besar, Distrik Sentani Timur, Kabupaten Jayapura. Karena itu, mereka selalu melestarikan hutan sagu agar tidak kekurangan sumber bahan pangan utama.

Corlius Ohee, warga Asei Besar mengatakan mereka tidak pernah menyiapkan stok beras di rumah. Sebaliknya, mereka selalu memiliki cadangan tepung sagu untuk diolah menjadi papeda sebagai makanan utama sehari-hari.

“Kami lebih baik tra punya beras daripada sagu. Sehari tra makan papeda itu, rasanya belum makan apa-apa,” kata Ohee, 55 tahun, saat ditemui di kediamannya di Kampung Asei Besar, Selasa (15/10/2024).

Selain menyetok tepung sagu, atau sagu kering, warga Asei Besar selalu menyimpan sagu bakar sebagai cadangan pangan. Jika stoknya mulai menipis, mereka langsung menuju hutan untuk menebangi beberapa pohon sagu, dan mengolahnya menjadi tepung.

*****************

Jubi.id adalah media yang berbasis di Tanah Papua. Media ini didirikan dengan sumberdana masyarakat melalui donasi dan crowd funding. Dukung kami melalui donasi anda agar kami bisa tetap melayani kepentingan publik.

CLICK HERE!

*****************

“Kalau pun ada beras di rumah, itu cuma untuk anak-anak. Kami buat menjadi bubur untuk sarapan mereka sebelum bersekolah,” kata Ohee.

Jarak hutan sagu sekitar 500 meter dari kediaman Ohee. Dia mengaku mengolah sagu membuat tubuhnya bugar. Mengonsumsi papeda menurutnya, juga jauh lebih menyehatkan ketimbang nasi.

“Sagu juga lebih bersih daripada beras. Sagu tidak berdebu dan tidak berkutu,” ujar Ohee.

BERITATERKAIT

Dinas UMKM berharap OAP di Papua Tengah tidak menjadi penonton

Dinas UMKM Papua Tengah dorong OAP jadi pelaku utama pembangunan ekonomi

Es krim sagu buah merah dari bahan pangan lokal gunung dan pesisir

Dinkes Jayapura siapkan Rp1,8 miliar untuk biaya kesehatan OAP

Ohee menetap di Asei Pulau, sebuah perkampungan di tengah Danau Sentani. Sebagian besar warganya bekerja sebagai nelayan. Selain dijual, sebagian ikan hasil tangkapan mereka untuk dikonsumsi keluarga. Ikan kuah kuning menjadi menu favorit warga, untuk disantap dengan pepeda.

PSA Jubi PSA Jubi PSA Jubi

Tradisi mengolah sagu dan mengonsumsi papeda diwariskan secara turun-temurun di Asei Pulau. Tidak hanya Orang Asli Papua (OAP), warga Non-OAP juga terbiasa menjadikan papeda sebagai makanan utama sehari-hari di Asei Pulau.

“[Bahan pangan] di sini didominasi sagu. Mau, tidak mau, saya juga harus makan papeda,” kata Rina Kristina, 46 tahun.

Rina berdarah Buton dari Sulawesi Tengggara dan bersuamikan warga dari Asei Pulau. Dia mulai membiasakan diri mengonsumsi pepeda sejak menikah dan bermukim di Asei Besar.

“Lama-lama saya terbiasa [mengonsumsi papeda]. Kami memang lebih baik makan pepeda daripada nasi karena beras makin mahal,” ujar Rina.

Selain membuat papeda, warga mengolah sagu menjadi berbagai makanan ringan. Rina juga biasa menyajikan penganan itu untuk suami dan anak-anaknya.

“Kami memang harus saling menghargai dan menerima perbedaan [dalam keluarga]. Apa yang dia [suami] makan, saya juga ikut makan, selagi itu bukan racun,” kata Rina, sembari tersenyum. (*)

Iklan Layanan Masyarakat ini Dipersembahkan oleh PT. Media Jubi Papua

Tags: Asei BesarDiversifikasi PanganMakanan NonberasOAPPapedaSagu
ShareTweetSendShareShare

Related Posts

Museum Waktu

Mengenal sejarah Papua lewat museum waktu ‘Mimpi di Tanah Papua”

March 31, 2026
Gubernur Provinsi Papua Mathias Fakhiri saat melihat rumpon di Kantor Dinas Perikanan Dok VII Kota Jayapura- Jubi/dok

Benarkah survei geologi ESDM, bikin harga ikan naik di Kota Jayapura?

March 31, 2026

Penumpang di Bandara Sentani meningkat 3,3 persen selama periode Lebaran

March 30, 2026

Tifa sakral dari kulit manusia ditampilkan dalam pesta budaya Kampung Yobeh

March 30, 2026

Lapak pedagang di Pantai Yahim terendam luapan air Danau Sentani

March 28, 2026

Don AL Flassy, antropolog pencetus gagasan Tujuh Wilayah Budaya Papua tutup usia

March 25, 2026

Discussion about this post

  • Latest
  • Trending
  • Comments
Gubernur Papua

Gubernur Fakhiri sebut banyak aset Pemprov Papua tercecer dan belum tercatat

April 4, 2026
venue

Evaluasi listrik venue PON Papua, PLN dan Pemprov akan lakukan survei kebutuhan daya

April 4, 2026
Mahasiswa

IPMAPAPARA dan mahasiswa Kawanua nyatakan sikap terhadap peristiwa Dogiyai

April 4, 2026
LNG

JGC–Hyundai menang proyek LNG raksasa di Papua Nugini

April 4, 2026
beasiswa

ULMWP sebut beasiswa RI propaganda, Kedutaan RI bantah

April 4, 2026
Kaledonia Baru

UU Reformasi konstitusi Kaledonia Baru ditolak Majelis Nasional Prancis

April 4, 2026
Tambrauw

Mediasi Komnas HAM–Bupati Tambrauw, 5 DPO penyerangan Bamusbama serahkan diri

April 4, 2026
persipura

Kejar-kejaran tiket promosi ke Super League, bagaimana peluang Persipura?

April 2, 2026
beasiswa

Beasiswa LPDP-Australia Awards dibuka

April 2, 2026
ekskavator

Aktivis pertanyakan kedatangan puluhan ekskavator di wilayah adat Imekko

April 1, 2026
Peristiwa Dogiyai

Amnesty Internasional, ULMWP dan mahasiswa nyatakan sikap terhadap peristiwa Dogiyai

April 3, 2026
LNG

JGC–Hyundai menang proyek LNG raksasa di Papua Nugini

April 4, 2026
gubernur

Ini penjelasan Gubernur Fakhiri terkait pemberhentian petugas kebersihan

March 31, 2026
Gubernur

Gubernur Papua Barat sebut pekan depan ASN bekerja dari rumah setiap Jumat

April 1, 2026
Gubernur Papua

Gubernur Fakhiri sebut banyak aset Pemprov Papua tercecer dan belum tercatat

0
venue

Evaluasi listrik venue PON Papua, PLN dan Pemprov akan lakukan survei kebutuhan daya

0
Mahasiswa

IPMAPAPARA dan mahasiswa Kawanua nyatakan sikap terhadap peristiwa Dogiyai

0
LNG

JGC–Hyundai menang proyek LNG raksasa di Papua Nugini

0
beasiswa

ULMWP sebut beasiswa RI propaganda, Kedutaan RI bantah

0
Kaledonia Baru

UU Reformasi konstitusi Kaledonia Baru ditolak Majelis Nasional Prancis

0
Tambrauw

Mediasi Komnas HAM–Bupati Tambrauw, 5 DPO penyerangan Bamusbama serahkan diri

0

Trending

  • persipura

    Kejar-kejaran tiket promosi ke Super League, bagaimana peluang Persipura?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Beasiswa LPDP-Australia Awards dibuka

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Aktivis pertanyakan kedatangan puluhan ekskavator di wilayah adat Imekko

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Amnesty Internasional, ULMWP dan mahasiswa nyatakan sikap terhadap peristiwa Dogiyai

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • JGC–Hyundai menang proyek LNG raksasa di Papua Nugini

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

PT Media Jubi Papua

Terverifikasi Administrasi dan Faktual oleh Dewan Pers

PT. Media Jubi Papua

Terverifikasi Administrasi dan Faktual oleh Dewan Pers

Networks

  • Post Courier
  • Vanuatu Daily Post
  • Solomon Star News
  • The Fiji Times
  • Radio New Zealand
  • Radio Djiido
  • 3CR Community Radio
  • Cook Islands News
  • Pacific News Service
  • Bouganville News
  • Marianas Variety

AlamatRedaksi

Jl. SPG Taruna Waena No 15 B, Waena, Jayapura, Papua
NPWP : 53.520.263.4-952.000
Telp : 0967-574209
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi
  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi

© 2025 Jubi – Berita Papua Jujur Bicara

No Result
View All Result
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks

© 2025 Jubi - Berita Papua Jujur Bicara