• Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi
Jubi Papua
Teras ID
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
Donasi
No Result
View All Result
Jubi Papua
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
Donasi
No Result
View All Result
Jubi Papua
No Result
View All Result
Home Mamta

Ini dia cara pengolahan kulit kayu Khombouw hingga jadi media ukir dan lukis khas Sentani

October 12, 2024
in Mamta, Seni & Budaya
Reading Time: 3 mins read
0
Penulis: Hans Makabori - Editor: Zely Ariane
Kulit Kayu

Bertha Pepuho, seniman ukir kulit kayu khombouw, Kampung Asei Besar, sedang melakukan demonstrasi pengolahan kulit kayu khombouw pada pagelaran Festival Kulit Kayu Khombouw di Kampung Asei Besar, Distrik Sentani Timur, Kabupaten Jayapura pada Kamis (10/10/2024) -Jubi/Hans Makabori

0
SHARES
32
VIEWS
FacebookTwitterWhatsAppTelegramThreads

Sentani, Jubi – Pohon Khombouw adalah satu-satunya jenis pohon yang kulitnya diolah menjadi media ukir dan lukis oleh masyarakat Ohei atau Asei di Kampung Asei Besar, Distrik Sentani Timur, Kabupaten Jayapura. Kulit kayu khombouw itu diolah secara manual dan tradisional menjadi seperti selembar kain yang berwarna coklat tua.

Pengolahan kulit kayu khombouw dilakukan masyarakat Asei melalui beberapa tahapan. Pertama-tama masyarakat Asei naik ke perahu menuju tempat-tempat tertentu untuk mencari, menebang, dan mengambil pohon khombouw. Setelah diambil, batang pohon khombouw dipotong dengan ukuran tertentu untuk memudahkan pengangkutannya ke dalam perahu untuk dibawa pulang.

Seniman ukir kulit kayu Kampung Asei Besar, Bertha Pepuho menjelaskan, ketika batang pohon khombouw tiba di darat, pekerjaan menguliti kayu khombouw pun dimulai. Kulit kayu dikelupas dari batang kayunya. Proses melepas kulit khombouw dilakukan dengan terampil. Awalnya potongan batang khombouw akan diiris pada permukaan kulitnya dengan menggunakan alat tajam (pisau/parang), searah dari ujung ke ujung.

IMG 20241010 122806 431 scaled
Bertha Pepuho, seniman ukir kulit kayu khombouw, Kampung Asei Besar, sedang melakukan demonstrasi pengolahan kulit kayu khombouw pada pagelaran Festival Kulit Kayu Khombouw di Kampung Asei Besar, Distrik Sentani Timur, Kabupaten Jayapura pada Kamis (10/10/2024) -Jubi/Hans Makabori

“Setelahnya kita pakai ujung pisau untuk cungkil bagian kulit yang diiris tadi sampai sedikit terangkat, setelah itu pakai sebatang kayu ukuran kecil untuk membuka kulit khombouw, caranya kita cungkil pelan-pelan sampai kulit terpisah dari bagian dalam potongan pohon khombouw,” kaga Pepuho saat diwawancara Jubi usai melakukan demonstrasi pengolahan kulit kayu khombouw pada pagelaran Festival Kulit Kayu di Kampung Asei Besar, Distrik Sentani Timur, Kabupaten Jayapura pada Kamis (10/10/2024).

*****************

Jubi.id adalah media yang berbasis di Tanah Papua. Media ini didirikan dengan sumberdana masyarakat melalui donasi dan crowd funding. Dukung kami melalui donasi anda agar kami bisa tetap melayani kepentingan publik.

CLICK HERE!

*****************

Setelah dikupas, lanjutnya, bagian luar kulit khombouw yang berwarna abu kehijauan, dikupas menggunakan pisau. Kulit khombouw yang telah dikupas kemudian dicuci untuk menghilangkan getah pada bagian luar dan lendir yang menempel pada bagian dalam kulit. Setelah dicuci, kulit kayu mulai ditumbuk dengan sebuah lempengan besi di atas benda keras seperti batu. Proses penumbukan untuk menghasilkan selembar kain tapa kulit khombouw memerlukan waktu seharian.

“Cara tumbuk kulit khombouw juga tidak asal-asalan, kita harus perhatikan semua bagian supaya ditumbuk merata dan saat kulit melar atau terbuka seperti satu lembar kain [tapa] tidak ada bagian yang masih tebal atau terlalu tipis. Setelah itu kita jemur sampai kering lalu kita kasih ke laki-laki untuk diukir atau lukis pada permukaan kulit kayu,” tuturnya.

Pepuho mengungkapkan, pada proses mengukir atau melukis hanya laki-laki yang bisa melalukannya, anak laki-laki atau bapak-bapak. Hal itu karena berdasarkan mitos filosofis di Asei percaya bahwa setiap perempuan terutama yang belum atau baru menikah, tidak dapat dipastikan bisa melahirkan keturunan yang akan meneruskan budaya mengolah kulit pohon khombouw dan mengukir, serta melukis.

BERITATERKAIT

Festival Port Numbay diharapkan menjadi sarana anak muda Papua cinta budayanya

Asei Besar, perkampungan perajin lukisan kulit kayu khombouw di Sentani

Kepala Distrik Sentani Timur minta pohon Khombouw dilestarikan

Kulit Kayu Khombouw makin susah ditemukan di sekitar Danau Sentani

“Itu pantangan kami, yang boleh kami lakukan hanya menyiapkan kulit kayu, dan mewarnai lukisan yang telah dibentuk oleh kaum laki-laki. Tahapan melukis itu, laki-laki pakai cat hitam yang terbuat dari arang untuk membentuk rangka lukisan, setelah itu kami perempuan dan anak-anak bertugas mewarnai. Ada cat merah terbuat dari tanah liat dan cat kuning dari kunyit. Itu warna dominan yang dipakai dalam lukisan khombouw,” ungkap Pepuho.

PSA Jubi PSA Jubi PSA Jubi

Seniman ukiran kulit kayu khombouw lainnya, Corlius Ohee mengatakan, biasanya ada sekitar 12 motif lukisan yang digambar kaum laki-laki, di antaranya motif matahari, ular, cicak dan biawak, kaki burung bangau, kadal, ikan, belut, kelelawar, tupai terbang, dedaunan, bunga hutan, dan melingkar (spiral) serta ikan gergaji yang merupakan ikan endemik di Danau Sentani.

“Pada dasarnya ukiran dan lukisan khombouw punya nilai filosofi yang tinggi bagi orang Sentani. Orangtua kami dulu, pakai khombow sebagai pakaian hanya tiga kali dalam siklus hidup. Mereka pakai bungkus anak bayi yang baru lahir, saat seorang perempuan dewasa menikah, dan saat ada orang meninggal dunia, dipakai sebagai pembungkus jenazah,” katanya.

Menurut Ohee, motif lukisan orang Ohei atau Asei juga ada yang paling berhubungan dengan aspek religi dan mitos orang Sentani di Asei yakni, lukisan ikan ‘Hiu dan Yoniki. Ada juga lukisan lainnya yang berhubungan dengan aspek sosial dan ekonomi orang Asei, seperti ‘Kasindale’, ‘Fouw’, ‘Isomo’, serta ‘Kino’.

Ohee menambahkan, nenek moyang orang Sentani pada zaman dahulu menggunakan kulit kayu khombouw sebagai busana atau pakaian yang disebut ‘malo’ dalam bahasa Sentani. “Sekarang di era modern baru kami semua sudah pakai baju dan tinggalkan pakaian budaya kami,” tuturnya. (*)

Iklan Layanan Masyarakat ini Dipersembahkan oleh PT. Media Jubi Papua

Tags: Kesenian PapuaKulit kayu Khombouwlukisan kulit kayu.
ShareTweetSendShareShare

Related Posts

Museum Waktu

Mengenal sejarah Papua lewat museum waktu ‘Mimpi di Tanah Papua”

March 31, 2026
Gubernur Provinsi Papua Mathias Fakhiri saat melihat rumpon di Kantor Dinas Perikanan Dok VII Kota Jayapura- Jubi/dok

Benarkah survei geologi ESDM, bikin harga ikan naik di Kota Jayapura?

March 31, 2026

Penumpang di Bandara Sentani meningkat 3,3 persen selama periode Lebaran

March 30, 2026

Tifa sakral dari kulit manusia ditampilkan dalam pesta budaya Kampung Yobeh

March 30, 2026

Lapak pedagang di Pantai Yahim terendam luapan air Danau Sentani

March 28, 2026

Don AL Flassy, antropolog pencetus gagasan Tujuh Wilayah Budaya Papua tutup usia

March 25, 2026

Discussion about this post

  • Latest
  • Trending
  • Comments
Peristiwa Dogiyai

Amnesty Internasional, ULMWP dan mahasiswa nyatakan sikap terhadap peristiwa Dogiyai

April 3, 2026
noken

Menjahit harapan dari noken: Cerita Yulita menghidupi keluarga

April 3, 2026
Residents evacuate one of the victims reportedly killed by gunfire during a police sweep in Kamuu District, Dogiyai Regency, Central Papua, Tuesday (March 31, 2026) - Supplied

Six civilians reported killed in Dogiyai incident

April 3, 2026
Fuel refueling activity at a gas station (SPBU) - Supplied

Pertamina confirms stable fuel prices : Manokwari Trade Office to conduct spot checks

April 2, 2026
KONI Papua

KONI Papua agendakan raker dan musorprov usai Paskah

April 2, 2026
Ditembak

Enam warga dilaporkan tewas dalam peristiwa di Dogiyai

April 2, 2026
BMKG

Waspada cuaca ekstrem di Tanah Papua sepekan ke depan, ini penjelasan BMKG

April 2, 2026
beasiswa

Beasiswa LPDP-Australia Awards dibuka

April 2, 2026
gubernur

Ini penjelasan Gubernur Fakhiri terkait pemberhentian petugas kebersihan

March 31, 2026
Gubernur

Gubernur Papua Barat sebut pekan depan ASN bekerja dari rumah setiap Jumat

April 1, 2026
Kadis pendidikan

Pemprov Papua Tengah buka rekrutmen tenaga guru kontak daerah 3T

March 31, 2026
ekskavator

Puluhan ekskavator tiba di Sorong Selatan, warga diimbau waspada

April 1, 2026
pasifik

Bagaimana negara kepulauan Pasifik menangani krisis BBM

April 2, 2026
persipura

Kejar-kejaran tiket promosi ke Super League, bagaimana peluang Persipura?

April 2, 2026
Peristiwa Dogiyai

Amnesty Internasional, ULMWP dan mahasiswa nyatakan sikap terhadap peristiwa Dogiyai

0
Residents evacuate one of the victims reportedly killed by gunfire during a police sweep in Kamuu District, Dogiyai Regency, Central Papua, Tuesday (March 31, 2026) - Supplied

Six civilians reported killed in Dogiyai incident

0
noken

Menjahit harapan dari noken: Cerita Yulita menghidupi keluarga

0
Fuel refueling activity at a gas station (SPBU) - Supplied

Pertamina confirms stable fuel prices : Manokwari Trade Office to conduct spot checks

0
KONI Papua

KONI Papua agendakan raker dan musorprov usai Paskah

0
Ditembak

Enam warga dilaporkan tewas dalam peristiwa di Dogiyai

0
BMKG

Waspada cuaca ekstrem di Tanah Papua sepekan ke depan, ini penjelasan BMKG

0

Trending

  • beasiswa

    Beasiswa LPDP-Australia Awards dibuka

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ini penjelasan Gubernur Fakhiri terkait pemberhentian petugas kebersihan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gubernur Papua Barat sebut pekan depan ASN bekerja dari rumah setiap Jumat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pemprov Papua Tengah buka rekrutmen tenaga guru kontak daerah 3T

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Puluhan ekskavator tiba di Sorong Selatan, warga diimbau waspada

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

PT Media Jubi Papua

Terverifikasi Administrasi dan Faktual oleh Dewan Pers

PT. Media Jubi Papua

Terverifikasi Administrasi dan Faktual oleh Dewan Pers

Networks

  • Post Courier
  • Vanuatu Daily Post
  • Solomon Star News
  • The Fiji Times
  • Radio New Zealand
  • Radio Djiido
  • 3CR Community Radio
  • Cook Islands News
  • Pacific News Service
  • Bouganville News
  • Marianas Variety

AlamatRedaksi

Jl. SPG Taruna Waena No 15 B, Waena, Jayapura, Papua
NPWP : 53.520.263.4-952.000
Telp : 0967-574209
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi
  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi

© 2025 Jubi – Berita Papua Jujur Bicara

No Result
View All Result
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks

© 2025 Jubi - Berita Papua Jujur Bicara