• Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi
Jubi Papua
Teras ID
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
Donasi
No Result
View All Result
Jubi Papua
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
Donasi
No Result
View All Result
Jubi Papua
No Result
View All Result
Home Mamta

BEM Uncen minta Prabowo hentikan program transmigrasi ke Papua 

October 26, 2024
in Mamta
Reading Time: 2 mins read
0
Penulis: Aida Ulim - Editor: Timoteus Marten
Para ketua BEM di Uncen menyatakan sikap menolak program transmigrasi ke Tanah Papua. - Jubi/Aida Ulim

Para ketua BEM di Uncen menyatakan sikap menolak program transmigrasi ke Tanah Papua. - Jubi/Aida Ulim

0
SHARES
21
VIEWS
FacebookTwitterWhatsAppTelegramThreads

Jayapura, Jubi – Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) sejumlah fakultas di Universitas Cenderawasih (Uncen), meminta kepada Presiden Prabowo Subianto menghentikan program transmigrasi ke Tanah Papua.

Program transmigrasi yang direncanakan Presiden Prabowo, dinilai akan menambah masalah baru di Tanah Papua.

“Pada prinsipnya sebagai orang Papua (kami) tidak setuju dengan program transmigrasi di seluruh Tanah Papua. Program transmigrasi di Papua tidak menjawab persoalan masyarakat adat, melainkan sebaliknya, akan menyebabkan masyarakat lokal tergusur,” kata Ketua BEM Fakultas MIPA (Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam) Uncen, Lepania Dronggi, di Kota Jayapura, Papua, Jumat (25/10/2024).

Dronggi menilai, program transmigrasi menyebabkan kerusakan sumber hidup masyarakat adat di Tanah Papua. Karena hutan dan dusun adat akan digusur untuk permukiman transmigran.

“Kami tolak program transmigrasi dari luar Papua, karena akan berdampak besar bagi masyarakat, khususnya orang asli Papua (OAP). OAP akan semakin tersisih dan menjadi kaum minoritas di tanahnya sendiri,” katanya.

Menurut Dronggi, program transmigrasi juga bakal menambah daftar pelanggaran HAM di Tanah Papua. Sebab, pelanggaran HAM di Tanah Papua belum dituntaskan.

“Dan kemungkinan besar dalam beberapa tahun ke depan Tanah Papua akan dirampas tanpa izin tuan tanah pribumi Papua. Saya sangat tidak sepakat untuk memberikan sedikit tanah hektare kepada non-OAP,” katanya.

BERITATERKAIT

HONAI menyerukan pembukaan akses kemanusiaan ke Tanah Papua

HONAI hadir untuk perdamaian dan kemanusiaan di Tanah Papua

Korneles Howay harapan baru sepak bola Tanah Papua

PGI: Hentikan kekerasan di Tanah Papua dan gelar dialog kemanusiaan

Dronggi menilai, OAP tidak membutuhkan transmigrasi, tetapi kedamaian dan kenyamanan dan tanpa ketakutan.

PSA Jubi PSA Jubi PSA Jubi

Dia justru mengharapkan agar Presiden Prabowo, menuntaskan pelanggaran HAM selama lima tahun ke depan. Bukan malah mendatangkan para transmigran.

“Dan memberikan ruang kebebasan sebesar-besarnya, bagi orang asli Papua di sektor mana saja, sekaligus hak hidup orang asli Papua. Juga (saya) tegaskan bahwa cukup sudah orang Papua merasakan ketakutan, diskriminasi, rasisme, teror di atas tanah sendiri,” katanya.

Senada dikatakan Ketua BEM Fakultas Ekonomi dan Bisnis Uncen, Marthen Weya. Marten menolak program transmigrasi, karena Papua bukan tanah kosong. Papua adalah wilayah yang dihuni orang asli Papua, yang sudah memiliki budaya turun-temurun, dan hak atas tanah ulayatnya.

“Kebijakan transmigrasi dianggap kontroversial, karena mengabaikan realitas sosial dan budaya orang asli di atas tanah ini,” katanya.

Weya berpendapat bahwa transmigrasi justru meminggirkan OAP, karena pemerintah mendatangkan transmigran dari luar Tanah Papua.

Oleh sebab itu, dia meminta Prabowo mengkaji kembali, dan memikirkan lagi dampak-dampak transmigrasi terhadap OAP. Apalagi, katanya, Tanah Papua adalah daerah konflik bersenjata dan memiliki kekayaan sumber daya alam.

“Saya sebagai anak asli Papua (saya) sangat tidak setuju dengan hal itu (transmigrasi), mengingat transmigrasi sering menjadi isu sensitif bagi masyarakat setempat. Papua adalah rumah bagi berbagai suku dan budaya yang telah ada selama ribuan tahun,” katanya.

Ketika transmigrasi dipaksakan tanpa mempertimbangkan hak-hak dan kepentingan masyarakat lokal, kata Weya, maka hal itu bisa berdampak pada pengabaian budaya, identitas, dan hak atas Tanah Papua. (*)

Continue Reading
Tags: OAPTanah PapuatransmigrasiUncen
ShareTweetSendShareShare

Related Posts

Launching HONAI

HONAI menyerukan pembukaan akses kemanusiaan ke Tanah Papua

September 15, 2026
HONAI

HONAI hadir untuk perdamaian dan kemanusiaan di Tanah Papua

September 15, 2026
Korneles Howay

Korneles Howay harapan baru sepak bola Tanah Papua

September 14, 2026

PGI: Hentikan kekerasan di Tanah Papua dan gelar dialog kemanusiaan

September 12, 2026

109 orang menjadi korban kekerasan dan konflik bersenjata di Tanah Papua

September 12, 2026

Anggota DPR Papua mekanisme pengangkatan pertanyakan informasi pendefinisian ulang OAP

September 12, 2026

Discussion about this post

PT. Media Jubi Papua

Terverifikasi Administrasi dan Faktual oleh Dewan Pers

Networks

  • Post Courier
  • Vanuatu Daily Post
  • Solomon Star News
  • The Fiji Times
  • Radio New Zealand
  • Radio Djiido
  • 3CR Community Radio
  • Cook Islands News
  • Pacific News Service
  • Bouganville News
  • Marianas Variety

AlamatRedaksi

Jl. SPG Taruna Waena No 15 B, Waena, Jayapura, Papua
NPWP : 53.520.263.4-952.000
Telp : 0967-574209
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi
  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi

© 2025 Jubi – Berita Papua Jujur Bicara

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks

© 2025 Jubi - Berita Papua Jujur Bicara