• Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi
Jubi Papua
Teras ID
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
Donasi
No Result
View All Result
Jubi Papua
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
Donasi
No Result
View All Result
Jubi Papua
No Result
View All Result
Home Lingkungan

Konsep ekonomi hijau dan biru Jerat Papua layak jadi pembelajaran pemerintah daerah

February 26, 2025
in Lingkungan
Reading Time: 3 mins read
0
Penulis: Aida Ulim - Editor: Aryo Wisanggeni G
Lokakarya Jerat Papua

Jerat Papua menggelar lokakarya pengembangan ekonomi hijau dan biru di Kota Jayapura, Papua, Rabu (26/2/2025). - Jubi/Aida Ulim

0
SHARES
15
VIEWS
FacebookTwitterWhatsAppTelegramThreads

Jayapura, Jubi – Model pengembangan ekonomi hijau dan biru di dua kampung yang didampingi Jaringan Kerja Rakyat atau Jerat Papua layak menjadi bahan pembelajaran pemerintah daerah di Tanah Papua. Hal itu dinyatakan Kepala Bidang Teknologi Tepat Guna dan Pemanfaatan Sumber Daya Alam, Dinas Pemberdayaan Masyarakat Kampung dan Orang Asli Papua Provinsi Papua, Victor Rimindubby saat mengikuti lokakarya yang digelar Jerat Papua di Kota Jayapura, Provinsi Papua, Rabu (26/2/2025).

Usai mengikuti pemaparan pengembangan ekonomi hijau dan biru sebagai model pembangunan berkelanjutan berbasis kampung di Kabupaten Boven Digoel dan Kabupaten Supiori, Victor Rimindubby mengaku mendapatkan pembanding model pemberdayaan masyarakat. “Kegiatan ini membantu kami untuk melihat [model pemberdayaan] di beberapa lokasi yang didampingi teman-teman Jerat Papua,” ujarnya.

Lokakarya itu membahas praktik ekonomi hijau dan biru yang dilakukan masyarakat adat di Kampung Rayori di Kabupaten Supiori, Provinsi Papua, dan Kampung Awayanka di Kabupaten Boven Digoel, Provinsi Papua Selatan. Victor menyebut konsep ekonomi hijau dan biru yang diterapkan di kedua kampung dampingan Jerat Papua itu bias direplikasi.

Victor mengatakan pemerintah daerah memiliki keterbatasan, dan membutuhkan bantuan dari mitra seperti lembaga swadaya masyarakat. “Pembangunan pemberdayaan masyarakat di kampung itu bukan saja tanggung jawab pemerintah, tapi menjadi tanggung jawab bersama. Kegiatan yang dilakukan saat ini untuk mencari model pembangunan berkelanjutan di Papua, lebih khususnya di kampung, kami mendukung sekali,” ujarnya.

*****************

Jubi.id adalah media yang berbasis di Tanah Papua. Media ini didirikan dengan sumberdana masyarakat melalui donasi dan crowd funding. Dukung kami melalui donasi anda agar kami bisa tetap melayani kepentingan publik.

CLICK HERE!

*****************

Menurutnya, Pemerintah Provinsi Papua bisa berkolaborasi dengan lembaga swadaya masyarakat untuk melihat model pembangunan seperti apa yang bisa menjaga lingkungan di laut maupun di darat. Dengan demikian, sumber daya alam yang terbatas bisa dikelola secara bijaksana dalam jangka waktu yang panjang.

Ia berharap model pemberdayaan masyarakat yang dikembangkan Jerat Papua bisa diterapkan dan dikembangkan di kabupaten lain di Tanah Papua. “Cara-cara pembelajaran yang baik ini juga bisa dinikmati masyarakat di kabupaten yang berbeda,” ujarnya.

Anggota Badan Pengawasan Jaringan Kerja Rakyat Papua, Engelbert mengatakan Jerat Papua menyusun konsep pemberdayaan itu sejak 2008, hingga akhirnya Jerat Papua terbentuk pada 2012. “Kami bersama-sama dengan masyarakat adat, perwakilan dari tujuh wilayah adat, sepakat untuk membentuk jaringan ini untuk menjadi satu lembaga yang dapat bekerja mengadvokasi hak-hak masyarakat adat di Tanah Papua,” katanya.

BERITATERKAIT

Presiden didesak perintahkan penghentian pembangunan markas TNI di Biak

AMPERAMADA Papua ajak publik kritis melihat pembangunan di Papua Selatan

Bupati Intan Jaya: Pembangunan sulit terlaksana di daerah rawan konflik

Kamtibmas yang kondusif, fondasi utama membangun Papua Tengah

Menurut Engelbert, lokakarya pengembangan ekonomi hijau dan biru itu digelar sebagai model pembangunan berkelanjutan dan pengembangan ekonomi masyarakat di kampung. Lokakarya itu ingin mengidentifikasi praktik ekonomi hijau dan biru yang selama ini telah dilakukan masyarakat adat di Kampung Rayori, Kabupaten Supiori, dan Kampung Awayanka, Kabupaten Boven Digoel.

PSA Jubi PSA Jubi PSA Jubi

“Hak-hak dasar itu termasuk hak hidup, tetapi juga hak atas sumber daya alam, hak mendapatkan pelayanan sosial yang baik. Pelayanan sosial itu [pelayanan] kesehatan, pendidikan, tetapi juga pengembangan ekonomi masyarakat,” katanya.

Menurut Engelbert, Jerat Papua banyak fokus ke kegiatan lingkungan hidup, advokasi, dan pengembangan/penguatan masyarakat adat. Masyarakat di kedua daerah, Boven Digoel dan Supiori bisa membantu masyarakat memberdayakan ekonominya. Keberhasilan itu dimulai dari pembahasan bagaimana cara masyarakat adat bisa menyelamatkan aset di laut dan darat, karena masyarakat adat kerap kali kehilangan akses atas sumber daya alam mereka.

Ia mencontohkan proyek ketahanan pangan yang dibuat pemerintah pusat di Kabupaten Merauke, Provinsi Papua Selatan. “Kebijakan pemangku kepentingan saat ini sangat merugikan masyarakat di Merauke, juga Papua. Itu 2 juta hektare yang diambil pemerintah tanpa menghargai masyarakat yang memiliki hak ulayat yang di sana. Hmpir di seluruh tanah Papua terjadi situasi yang sama,” katanya.

Situasi itulah yang membuat Jerat Papua menggelar lokakarya pada Rabu, dan menghadirkan perwakilan masyarakat adat dari Kampung Rayori di Kabupaten Supiori dan Kampung Awayanka di Kabupaten Boven Digoel. Jerat Papua juga menghadirkan perwakilan pemerintah dan para akademisi untuk membahas apa pentingnya konsep untuk pengembangan ekonomi biru, ekonomi hijau, dan perlindungan kepada masyarakat adat.

“Mungkin kampung Awayangka dengan Rayori di Supiori bisa menjadi model penguatan masyarakat adat. Harapannya, tidak hanya kedua kampung itu [yang mengembangkan konsep ekonomi hijau dan biru], tapi bisa berdampak kepada kampung lain di kedua kabupaten itu, dan bisa ke tempat lain,” ujarnya.

“Kepentingan investasi, kepentingan penguasa, [kepentingan] para konglomerat—itu sangat dirugikan orang Papua. Karena itu, [kita] tidak bisa tinggal diam, walaupun kita tidak bisa melakukan sesuatu yang luar biasa. Kami mulai dengan hal yang kecil, dengan penyadaran seperti yang dilakukan saat ini. Kalau kita tidak bertindak, kita akan terus tergerus dengan situasi ini,” kata Engelbert. (*)

Iklan Layanan Masyarakat ini Dipersembahkan oleh PT. Media Jubi Papua

Tags: Ekonomi BiruEkonomi HijauJerat Papuapembangunanpembangunan berkelanjutan
ShareTweetSendShareShare

Related Posts

Tanah Papua

Gereja mesti tegas terhadap krisis tanah dan lingkungan di Tanah Papua

March 7, 2026
Masyarakat ada

Kain dan cat merah, upaya masyarakat adat Papua jaga paru-paru dunia

March 6, 2026

Dorongan pengakuan wilayah laut adat dan revisi UU Pemda

March 5, 2026

Potensi laut di Tanah Papua luas, tapi sepi peminat

March 4, 2026

Masyarakat Adat Suku Afsya tanam patok di Hutan Bariat, tolak PT ASI

February 28, 2026

Tanah Papua di antara oligarki, ilusi hijau, investasi, dan kehancuran ekologis

February 27, 2026

Discussion about this post

  • Latest
  • Trending
  • Comments
Gubernur Papua

Gubernur Fakhiri sebut banyak aset Pemprov Papua tercecer dan belum tercatat

April 4, 2026
venue

Evaluasi listrik venue PON Papua, PLN dan Pemprov akan lakukan survei kebutuhan daya

April 4, 2026
Mahasiswa

IPMAPAPARA dan mahasiswa Kawanua nyatakan sikap terhadap peristiwa Dogiyai

April 4, 2026
LNG

JGC–Hyundai menang proyek LNG raksasa di Papua Nugini

April 4, 2026
beasiswa

ULMWP sebut beasiswa RI propaganda, Kedutaan RI bantah

April 4, 2026
Kaledonia Baru

UU Reformasi konstitusi Kaledonia Baru ditolak Majelis Nasional Prancis

April 4, 2026
Tambrauw

Mediasi Komnas HAM–Bupati Tambrauw, 5 DPO penyerangan Bamusbama serahkan diri

April 4, 2026
persipura

Kejar-kejaran tiket promosi ke Super League, bagaimana peluang Persipura?

April 2, 2026
beasiswa

Beasiswa LPDP-Australia Awards dibuka

April 2, 2026
ekskavator

Aktivis pertanyakan kedatangan puluhan ekskavator di wilayah adat Imekko

April 1, 2026
Peristiwa Dogiyai

Amnesty Internasional, ULMWP dan mahasiswa nyatakan sikap terhadap peristiwa Dogiyai

April 3, 2026
LNG

JGC–Hyundai menang proyek LNG raksasa di Papua Nugini

April 4, 2026
gubernur

Ini penjelasan Gubernur Fakhiri terkait pemberhentian petugas kebersihan

March 31, 2026
Gubernur

Gubernur Papua Barat sebut pekan depan ASN bekerja dari rumah setiap Jumat

April 1, 2026
Gubernur Papua

Gubernur Fakhiri sebut banyak aset Pemprov Papua tercecer dan belum tercatat

0
venue

Evaluasi listrik venue PON Papua, PLN dan Pemprov akan lakukan survei kebutuhan daya

0
Mahasiswa

IPMAPAPARA dan mahasiswa Kawanua nyatakan sikap terhadap peristiwa Dogiyai

0
LNG

JGC–Hyundai menang proyek LNG raksasa di Papua Nugini

0
beasiswa

ULMWP sebut beasiswa RI propaganda, Kedutaan RI bantah

0
Kaledonia Baru

UU Reformasi konstitusi Kaledonia Baru ditolak Majelis Nasional Prancis

0
Tambrauw

Mediasi Komnas HAM–Bupati Tambrauw, 5 DPO penyerangan Bamusbama serahkan diri

0

Trending

  • persipura

    Kejar-kejaran tiket promosi ke Super League, bagaimana peluang Persipura?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Beasiswa LPDP-Australia Awards dibuka

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Aktivis pertanyakan kedatangan puluhan ekskavator di wilayah adat Imekko

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Amnesty Internasional, ULMWP dan mahasiswa nyatakan sikap terhadap peristiwa Dogiyai

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • JGC–Hyundai menang proyek LNG raksasa di Papua Nugini

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

PT Media Jubi Papua

Terverifikasi Administrasi dan Faktual oleh Dewan Pers

PT. Media Jubi Papua

Terverifikasi Administrasi dan Faktual oleh Dewan Pers

Networks

  • Post Courier
  • Vanuatu Daily Post
  • Solomon Star News
  • The Fiji Times
  • Radio New Zealand
  • Radio Djiido
  • 3CR Community Radio
  • Cook Islands News
  • Pacific News Service
  • Bouganville News
  • Marianas Variety

AlamatRedaksi

Jl. SPG Taruna Waena No 15 B, Waena, Jayapura, Papua
NPWP : 53.520.263.4-952.000
Telp : 0967-574209
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi
  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi

© 2025 Jubi – Berita Papua Jujur Bicara

No Result
View All Result
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks

© 2025 Jubi - Berita Papua Jujur Bicara