Jayapura, Jubi – Sebanyak 152 anggota DPD RI (Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia) periode 2024-2029 dari seluruh provinsi di Indonesia dilantik di Gedung Nusantara, Jakarta pada 1 Oktober 2024. Empat di antaranya adalah anggota DPD dari daerah pemilihan Provinsi Papua Pegunungan, yaitu Arianto Kogoya, Matias Heluka, Nelson Wenda, dan Sopater Sam.
Arianto Kogoya peraih suara tertinggi pada Pemilu 2024. Kogoya mengatakan, dengan perolehan suara 341.095, ia menempati peringkat pertama dalam rekapitulasi suara tingkat Provinsi Papua Pegunungan. “Saya berterima kasih kepada semua pihak karena berhasil memenangkan suara terbanyak dalam Pemilihan Legislatif DPD RI Daerah Pemilihan Provinsi Papua Pegunungan,” katanya kepada Jubi, Selasa (8/10/2024).
Kogoya mengatakan kemenangannya adalah buah dari kerja keras dan dukungan luar biasa dari masyarakat Papua Pegunungan. Ia berjanji siap mengawal aspirasi masyarakat Papua Pegunungan di Senayan.
“Saya merasa sangat bersyukur atas dukungan yang telah diberikan kepada saya dan tim. Kami akan berupaya semampu kami mengawal aspirasi masyarakat Papua Pegunungan,” ujarnya.
Anggota DPD RI dari Papua Pegunungan lainnya, Matias Heluka juga bersyukur kepada Tuhan karena berkat rahmat dan kasih-Nya, ia bisa mengemban mandat sebagai senator di Gedung DPD RI Senayan, Jakarta.

“Saya bisa dilantik sebagai anggota DPD RI Dapil Papua Pegunungan berkat kasih Tuhan serta doa dan dukungan seluruh masyarakat Papua Pegunungan dari delapan kabupaten,” katanya.
Karena itu ia menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh masyarakat Papua Pegunungan atas doa dan dukungannya.
“Saya sungguh menyadari sukses ini semata berkat Tuhan melalui doa dan dukungan masyarakat Papua Pegunungan,” ujarnya.
Heluka mengatakan, menurut rencana ia akan bertugas di Komite II DPD RI dengan lingkup tugas terkait pengelolaan Sumber Daya Alam (SDA) dan pengelolaan sumber daya ekonomi lainnya.

“Tentu akan menjadi atensi saya bersama rekan-rekan anggota bagaimana kami memerhatikan kepentingan masyarakat dan daerah. Saya dan rekan-rekan sudah berkomitmen mengawal aspirasi karena kami adalah representasi rakyat,” ujarnya.
Anggota DPD RI lainnya, Nelson Wenda juga mengatakan berhasil mendapatkan kursi DPD RI di Senayan karena atas campur tangan Tuhan Yesus Kristus dan doa restu dari masyarakat Papua Pegunungan.
“Saya mengucapkan terima kasih banyak kepada seluruh masyarakat Papua Pegunungan yang sudah memberikan mandat dan kepercayaan sebagai senator Dapil Papua Pegunungan untuk memperjuangkan kepentingan daerah,” katanya.
Wenda mengatakan, ia dipercayakan di Komite IV Bagian Keuangan dan Anggaran. Karena itu ia akan memperjuangkan dana transfer ke daerah, baik Provinsi Papua Pegunungan maupun ke delapan kabupaten.

“Dana harus bertambah dari dana APBD, dana Otonomi Khusus (Otsus), dan sumber-sumber lain untuk kepentingan daerah agar semakin maju, adil, sejahtera, makmur,” ujarnya.
Wenda berjanji akan memproteksi masalah-masalah di daerah dari semua sektor. “Harus kita bicarakan, kawal, dan perjuangkan di Senayan, Jakarta,” katanya.
Sebab, tambahnya, anggota DPD RI harus dan wajib memperjuangkan kepentingan daerah yang diwakili sebagai perpanjangan tangan daerah.
Ia juga mengatakan akan bersinergi dan berkolaborasi dengan Pemprov Papua Pegunungan dan delapan kabupaten untuk kemajuan pendidikan di Tanah Papua.
Wenda berharap Pemprov Papua Pegunungan dan para para bupati di delapan kabupaten, serta seluruh lembaga tinggi di daerah dapat membuka diri untuk bekerja sama membangun daerah dan mengejar ketertinggalan dari semua sektor.

“Sekali lagi saya berharap pemerintah daerah dapat membuka diri untuk kita bisa berkomunikasi dan berkolaborasi membangun daerah yang lebih maju,” ujarnya.
Berkaitan dengan transfer daerah, Wenda berharap gubernur dan para bupati dapat membangun potensi daerah sesuai karakteristik daerah. Misalnya Kabupaten Jayawijaya di bidang pertanian, peternakan, dan perikanan.
“Dulu Jayawijaya dikenal sebagai penghasilan dan penyuplai sayur mayur, buah-buahan, dan kopi. Potensi wisata lokal itu harus dibangkitkan kembali,” katanya.
Wenda mengingatkan untuk tidak membuat masyarakat jadi miskin dan pemalas di atas tanah sendiri di tengah-tengah anggaran daerah dan anggaran Otsus yang cukup besar. Karena itu, anggaran tersebut harus dimanfaatkan dengan baik.
“Saya berharap kabupaten lain juga dapat mengembangkan potensi daerah dan sumber daya manusianya diberdayakan serta dioptimalkan demi kemajuan daerah,” ujarnya.
Anggota DPD RI lainnya, Sopater Sam juga berterima kasih kepada semua masyarakat Papua Pegunungan dari delapan kabupaten. Juga kepada semua tokoh adat, tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, dan tokoh perempuan yang telah mendukung dan memberikan suara kepadanya.

Sam juga menyampaikan terima kasih, kepada semua tim yang dari awal bekerja keras membantunya mengimput data sebagai syarat utama. Juga kepada tim di lapangan, serta semua tim sukses yang terlibat dalam pemenangannya.
“Semoga Tuhan Yesus memberkati semuanya,” ujarnya.
Selama lima tahun ke depan, sebagai anggota DPD RI, Sam berjanji akan menampung aspirasi daerah demi kepentingan Provinsi Papua Pengunungan.
“Saya sebagai salah satu senator dari Papua Pegunungan siap menyerap dan menampung semua aspirasi dari daerah, serta siap berkolabarasi dengan Pemprov Papua Pegunungan dalam percepatan pembangunan daerah,” katanya.
Masyarakat Papua Pegunungan, kata Sam, menitipkan harapan kepada para senator, khusus kepadanya agar menjaga marwah dan nama baik daerah selama lima tahun ke depan.
“Kami akan bekerja keras sesuai tugas kami di komisi kami agar bisa memperjuangkan aspirasi masyarakat kami,” katanya. (*)




Discussion about this post