Sentani, Jubi – Perayaan Natal dan Tahun Baru menjadi momentum bagi pedagang musiman kue kering untuk mendapatkan keuntungan.
Beragam kue kering tersusun rapi di atas meja. Disajikan untuk para pembeli. Aneka kue kering itu seperti rambutan, nastar, kastengel, putri salju, olahan kacang dan masih banyak lagi. Selain itu, ada pula kue bolu dengan berbagai topping yang bisa jadi pilihan.
Pedagang kue kering di dalam Pasar Pharaa, Hasbiah (30) mengaku penjualan kue kering mulai meningkat pada tiga hari menjelang Natal. Bisnis musiman ini sudah dilakoninya kira-kira lima tahun lamanya. Tiap tahun, biasanya dia mulai menjajakan dagangannya itu sepekan sebelum Natal atau per 20 Desember.
Hari pertama buka, lanjut Hasbiah, kue kering yang dijual belum banyak yang laku terjual. Menurutnya, itu karena pelanggan masih survei harga di pasaran.
*****************
Jubi.id adalah media yang berbasis di Tanah Papua. Media ini didirikan dengan sumberdana masyarakat melalui donasi dan crowd funding. Dukung kami melalui donasi anda agar kami bisa tetap melayani kepentingan publik.
*****************
“Omzetnya kami waktu pertama buka rata-rata Rp1 jutaan. Tiga hari ini omzet kami rata-rata mencapai Rp8 juta – Rp10 juta dalam sehari,” katanya kepada Jubi usai melayani pelanggan, Selasa (24/12/2024)
Hasbiah mengatakan, biasanya menjelang Natal dagangan kue keringnya belum habis terjual. Tetapi setelah Natal atau menjelang pergantian tahun, dagangannya semua laku terjual. Lalu, untuk kue yang paling laris terjual, Hasbiah menyebutkan kue rambutan dan kacang-kacangan serta olahannya.
“Yang best seller itu pasti rambutan, lalu putri salju, lalu kacang-kacangan, kurma dan beng-beng serta aneka olahannya kacang lainnya itu laku [terjual],” katanya.
Untuk harganya yang ditawarkan mulai harga Rp25.000 – Rp45.000 untuk kue kering. Sementara kue bolu yang dijualnya seharga Rp75.000.
Pedagang lainnya, Nirwana (49) mengatakan kue kering menjadi salah satu usaha musiman yang dilakukan setiap tahunnya. Ia berjualan di pinggir jalan masuk Pasar Pharaa sepekan sebelum Natal.
“Dua hari ini, alhamdulillah, sudah banyak pembeli, rata-rata mereka ambil satu-tiga karton [isi 12 toples],” ujarnya yang telah melakoni usaha musiman ini kurang lebih lima tahun.
Berbeda saat waktu awal berjualan, lanjut Nirwana, belum ada kue yang terjual pada Kamis dan Jumat lalu. Kemudian, pada Sabtu-Minggu lalu, sudah ada laku terjual. Tapi rata-rata masih per toples. Sedikitnya tiga toples.
Ia menambahkan, kue-kue itu akan dijual hingga akhir tahun. Biasanya, kata Nirwana, setelah hari Natal, masih banyak juga masyarakat yang mencari, tapi stoknya sudah habis.
Harga kue kering yang ditawarkan Rp45.000 untuk semua jenis kue kering. Sementara, untuk satu loyang kue bolu seharga Rp100.000. (*)
Iklan Layanan Masyarakat ini Dipersembahkan oleh PT. Media Jubi Papua




Discussion about this post