Manokwari, Jubi – Jari-jari Yulita Agapa (36) sibuk merajut benang dengan jarum sembari, sesekali melirik ke lapak tempat ia memajang noken berbagai ukuran dan motif.
Perempuan asal Paniai, Provinsi Papua Tengah itu tinggal di Manokwari Papua Barat sejak menjadi mahasiswa jurusan Ekonomi di Kampus Caritas Manokwari pada 2008. Setelah lulus dan berkeluarga, dia memilih bertahan hidup di Amban, Manokwari, Papua Barat.
“Berjualan noken ini sejak masih kuliah, bantu mengurangi beban keluarga hingga sekarang bantu ekonomi rumah tangga,” tutur Yulita Agapa, Kamis (2/4/2026).
Dalam sehari Yulita bisa menghasilkan dua noken rajutan berukuran kecil (yang dapat digunakan sebagai tempat Ponsel), hingga noken berukuran sedang. Hasil rajutan kemudian dipajang sebagai dagangan. Bahan yang dia pakai menggunakan benang yang beli dari pasar tradisional Sanggeng. Ia juga menjual noken yang terbuat dari serat kayu yang bahannya didatangkan dari Nabire.
*****************
Jubi.id adalah media yang berbasis di Tanah Papua. Media ini didirikan dengan sumberdana masyarakat melalui donasi dan crowd funding. Dukung kami melalui donasi anda agar kami bisa tetap melayani kepentingan publik.
*****************

“Harga yang kita jual bervariasi. Kalau yang sedang kita jual Rp100 ribu, kalau yang ukuran hp (ponsel) kita jual Rp50 ribu,” ucapnya.
Rata-rata penjual noken di seputaran Jalan Yos Sudarso berasal dari Papua Tengah. Mereka mendirikan lapak seadanya, dengan menggunakan kayu 5X5cm yang dipasang terpal sekadar melindungi dagangan dari hujan dan terik matahari.
“Kadang lapak dirusak oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab, tapi mau bagaimana kalau pagi datang ke lapak sa perbaiki lagi,” ucapnya.
Sebagian besar penjual noken di emperan jalan Manokwari merupakan pengrajin dari Provinsi Papua Tengah. Mereka secara ulet merajut noken dan memajang di lapak yang dibangun secara mandiri.
“Di seputaran ini penjual noken rata-rata mama dari Nabire, Paniai Papua Tengah,” ucapnya
Diberikan Ruang saat Kegiatan Pameran
Layaknya pelaku usaha kecil menengah lainnya, para penjual Noken kerap mendapat ruang saat ada kegiatan pameran atau kegiatan lain yang digelar oleh Bank Indonesia atau Pemerintah Daerah.
“Pernah ada bantuan modal dari pemerintah Daerah Manokwari dan juga pemerintah Provinsi Papua Barat,” kata Yulita.
Plh Kepala Perindag Manokwari, Yahya Membuat mengaku Pemerintah Daerah tak menutup mata melihat pelaku usaha kecil di Manokwari. Sebelum Dinas itu terpisah dari Koperasi dan UMKM, Pemkab beberapa kali memberikan bantuan modal.
“Ada bantuan terutama saat Dinas Perindag masih menyatu dengan Koperasi dan UMKM, begitu nomenklatur sudah berubah, maka kebijakan berubah. Tahun kemarin bukan dalam bentuk uang, tetapi berupa gerobak dan tenda-tenda,” kata Yahya.

Lebih Nyaman Jualan di Luar
Yulita mengaku Pemerintah Daerah menyiapkan lapak di dalam pasar bagi pengusaha asli Papua. Meski demikian dia lebih nyaman menjajakan hasil noken di pinggiran jalan, sebab akses ke pembeli lebih mudah.
“Memang Pemerintah menyiapkan lapak di pasar baru tetapi kami lebih nyaman di dekat jalan seperti ini,” tutur Yulita sembari tersenyum ramah kepada setiap orang yang menghampiri lapaknya.
Meski kerap lapaknya di rusak oleh orang yang tak bertanggung jawab namun semngat mengais rejeki di dekat jalan utama Yos Sudarso tak pernah surut.
Salah satu tujuan Pemerintah Daerah memperbaiki Pasar Sentral Sanggeng dalam rangka menjawab keluh kesah pedagang utamanya pedagang OAP.
“Tujuan Bapak Bupati wakil Bupati dan pak sekda membangun pasar sentral ini adalah menjawab keluh kesah pedagang terutama pedagang asli Papua,” kata Plh Kepala Dinas Perindag.
Meski demikian ia mengaku agak ruwet menempatkan pedangang asli Papua di dalam lapak pasar sentral Sanggeng. Kendati demikian dia tak berkecil hati untuk terus mendorong agar pedagang OAP tetap berada di dalam lingkungan pasar sentral
“Sama sama kita lihat di lapangan memng agak ruwet tetapi namanya kita bekerja untuk rakyat saya yang dipercayakan Bupati dan wakil bupati saya berjuang agar tetap berusaha mendorong pedagang OAP agar masuk menempati lapak,” tuturnya.(*)
Iklan Layanan Masyarakat ini Dipersembahkan oleh PT. Media Jubi Papua



















Discussion about this post