• Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi
Jubi Papua
Teras ID
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
Donasi
No Result
View All Result
Jubi Papua
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
Donasi
No Result
View All Result
Jubi Papua
No Result
View All Result
Home Domberai

Kasih Rumbai Koteka, menyalakan harapan anak putus sekolah di Papua Barat

April 12, 2026
in Domberai, Features
Reading Time: 6 mins read
0
Penulis: Adlu Raharusun - Editor: Angela Flassy
Papua

Anggota BP3OKP Irene Manibuy saat bertanya-tanya ke salah satu peserta Ujian Paket dari Teluk Wondama yang ikut Ujian Paket di Manokwari -Jubi/Adlu Raharusun

0
SHARES
2
VIEWS
FacebookTwitterWhatsAppTelegramThreads

Manokwari,  Jubi – Yuniar Kadop (29) terus mengasah otaknya untuk memecahkan soal-soal yang dibagikan guru pada Yayasan Kasih Rumbai Koteka di sebuah balai pertemuan milik RT di Sanggeng Dalam, Kelurahan Sanggeng Manokwari Papua Barat, Sabtu (11/4/2026).

Sekitar tiga mata pelajaran yang diuji kepada peserta yang menggunakan pakaian kameja putih dan celana kain warna hitam, sejak pagi hingga siang hari. Selama proses ujian peserta diawasi oleh guru pengawas yang mengabdi di Yayasan Kasih Rumbai Koteka.

Yuniar merupakan atlet dayung. Dia putus sekolah di bangku SD. Siang itu dia bersama sekitar 28 peserta lainya dari berbagai latar belakang mengikuti ujian paket. Yuniar sedang mengikuti Paket A.

“Kenapa sampai tidak selesai sekolah (putus selolah) ?” tanya Anggota BP3OKP Barat, Irene Manibuy.

*****************

Jubi.id adalah media yang berbasis di Tanah Papua. Media ini didirikan dengan sumberdana masyarakat melalui donasi dan crowd funding. Dukung kami melalui donasi anda agar kami bisa tetap melayani kepentingan publik.

CLICK HERE!

*****************

“Saya putus sekolah di bangku SD, karena saya terus ikut latihan persiapan Pekan Olahraga Nasional (PON) untuk cabang olahraga dayung,” kata Yuniar.

Sebagai Atlet profesional, Yuniar menorehkan berbagai medali di PON sejak 2007, namun pilihan sebagai atlet membuat ia kandas meniti pendidikan formal. Kendati demikian kegiatan belajar mengajar KBBM hingga ujian paket yang diselenggarakan Yayasan Rumbai Koteka memberi harapan dan peluang bagi dia dan para peserta lainnya.

“Tidak boleh minder ya, bisa ikut Paket A naik ke Paket B dan lanjut ke Paket C,” ucap Irene memotivasi sang atlet.

BERITATERKAIT

Hujan deras disertai petir, air keluar dari tembok Pasar Baru Sanggeng Manokwari

30.926 siswa putus sekolah, Filep Wamafma minta pemerintah bertanggung jawab

Cegah Bullying, Anggota MPR RI sosialisasi 4 Pilar di SMA Yapis dan SMA YPK Oikoumene

Pencaker tagih janji Bupati Manokwari soal penambahan kuota 100 kursi CPNS

Peserta lainnya, Sri Safitri Saroy (32) seorang ibu rumah tangga dari Kampung Udopi, Papua Barat memiliki tekad kuat untuk mengikuti ujian Paket C. Sejak putus sekolah di bangku SMA, perempuan Papua yang namanya agak kejawaan itu selama ini hanya mengurus rumah tangga. Ia dan suaminya dianugerahi lima anak laki-laki.

PSA Jubi PSA Jubi PSA Jubi

“Anak pertama saya sekarang sudah SMA, saya ikut paket ini untuk rencana kuliah di STIE Mah-Eisa (Universitas Caritas Manokwari),” tutur Sri Safitri Saroy.

“Sa rasa bersyukur sekali atas sekolah paket yang dong buka di Manokwari ini, telah memberikan harapan masa depan bagi sa yang sudah putus sekolah selama ini. Saya putus sekolah sejak SMP tapi saya ikut paket lewat yayasan ini sekarang saya mau lanjut ikut paket C untuk dapat ijazah SMA,” katanya.

Sri belajar di bawah Yayasan Kasih Rumbai Koteka sejak menjadi peserta paket B (setara SMP). Di yayasan ini, tak hanya memberikan modul, tetapi peserta diajarkan baca, tulis dan menghitung kemudian masuk tahap ujian.

“Hal yang membuat saya bersemangat adalah dukungan suami untuk saya melanjutkan paket setara SMP dan SMA di yayasan ini,” jelasnya

Yayasan Kasih Rumbai Koteka didirikan atas keresahan angka putus sekolah di kalangan Orang Asli Papua atau OAP, di bawah binaan Ketua Ayub Msiren sejak 2022. Yayasan ini telah melahirkan 2.731 orang yang awalnya tidak memiliki ijazah, kini telah memperoleh ijazah hingga telah mahir baca, hitung dan tulis.

“Ide pendirian Yayasan ini dari keresahan kami dan Bapak Kapolda Papua Barat melihat data angka putus sekolah di kalangan OAP, maka kami mendirikan pada tahun 2022, sejak masih bergabung Papua Barat dan Papua Barat Daya,” ucap Ketua Yayasan, Ayub Msiren.

Gagasan awal pendirian ini untuk menyelamatkan Anak-anak OAP dari putus sekolah akibat ekonomi hingga masalah sosial, namun dalam perjalanannya bukan hanya anak-anak OAP tetapi juga anak-anak dan juga orang tua Nusantara yang tinggal di Papua Barat dan Papua Barat Daya.

“Sejak awal pendirian kami memang tertantang dengan tingginya angka putus sekolah lewat data yang dirilis oleh Pak Doktor Sumule (Akademisi UNIPA) sekitar 69 ribu anak Papua di Papua Barat kala itu putus sekolah. Saat ini kami sudah terbentuk di 8 Kabupaten dan kami sudah memasuki tiga angkatan yang tamat sekolah lewat yayasan ini,” kata Ayub Msiren.

Dia mengurai bahwa pada 2024 sebanyak 796 peserta didik Paket A, B dan Paket C kemudian Tahun 2025 sebanyak 824 dan Tahun 2026 1.031 atau dari angkatan pertama hingga angkatan ketiga sudah mencapai sekitar 2.0731 Orang telah memiliki harapan masa depan untuk memiliki ijazah.

Dukungan BP3OKP dan Polda Papua Barat

Kehadiran Anggota BP3OKP atau Badan Pengarahan percepatan pembangunan Otonomi khusus Papua, merupakan sinyal harapan dalam upaya bersama mengentaskan angka putus sekolah hingga buta tulis dan baca. Lebih dari itu yakni upaya mencari kehidupan yang layak di dunia industri hingga jasa pengamanan bagi lulusan sekolah paket hasil didikan dari Yayasan Kasih Rumbai Koteka maupun sekolah-sekolah nonformal.

Anggota BP3OKP, Irene Manibuy hadir tak hanya memberikan motivasi bagi peserta ujian paket di bangunan balai pertemuan itu. Dia pun menekankan agar setelah mereka yang selesai ujian paket, sejatinya harus ke mana.

“Di dalam BP3OKP kami mengemban visi Orang Papua harus mandiri, sejahtera dan berkeadilan dengan misi Orang Papua yang sehat, Papua Cerdas dan Papua Produktif dan Papua Polhukam, yang sedang diselenggarakan oleh Yayasan Rumbai Koteka adalah bagian dari Papua Cerdas tugas yang sangat mulia. Misi ini tidak hanya pada sekolah Formal tetapi juga yang diselenggarakan oleh Yayasan ini,” kata Irene Manibuy saat ditemui di lokasi Ujian Paket.

Sebagai perpanjangan tangan dari Pemerintah Pusat. lewat BP3OKP yang diketuai oleh Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, Irene Manibuy sangat mengapresiasi upaya yang di bangun selama ini oleh pihak Yayasan Kasih Rumbai Koteka.

“Begitu saya jalan mewawancarai (bertanya) para peserta ujian paket saya cukup kaget mendengar serba serbi peserta yang awalnya putus sekolah karena masalah pribadi hingga masalah rumah tangga. Ada yang bilang mereka tidak bisa lanjut kan sekolah karena punya masalah pribadi, maaf kata seperti hamil saat duduk di bangku sekolah, ada yang di SMP ada juga SMA  untung ada sekolah paket A B dan C ini sehingga membantu,” kata Irene Manibuy yang juga mantan Wakil Gubernur Papua Barat.

Beberapa peserta yang ikut ujian paket ini dari kalangan perempuan mengalami masalah yang nyaris sama, seperti hamil saat duduk di bangku sekolah. Mendengar ada ruang untuk memperoleh ijazah, mereka justru bersemangat mendaftar kan diri, apalagi belajar di sini hingga tamat tidak dipungut biaya.

Farisa atau biasa dipanggil Nona dari Nabire Papua Tengah, merupakan peserta nonOAP yang tinggal di Manokwari sejak 2017. Dia mengaku sekolah paket ini sangat membantu dirinya. Dia belajar sejak paket B kemudian melanjutkan ke paket C saat ini.

“Program ini sangat membantu sekali mungkin kita mau kuliah atau cari kerja sudah punya ijazah,” ucap Farisa peserta paket C.

Sebagai perwakilan BP3OKP di Papua Barat Irene menyampaikan terima kasih kepada Polda Papua Barat yang menginisiasi pendirian Yayasan Kasih Rumbai Koteka di bawah pengawasan Direktorat Binmas Polda. Selain itu bagi Kementerian Pendidikan yang menyediakan paket bagi orang yang putus sekolah serta terima kasih buat para guru yang rela waktu dan tenaga membangun manusia Papua lewat yayasan ini.

“Tugas kami BP3OKP adalah di mana ada dana Otsus diturunkan di situlah kita mendorong wajib belajar tulis baca hitung bagi kami punya orang-orang Papua, baik yang berusia wajib sekolah maupun yang putus sekolah, dia bisa datang ke sini untuk ikut belajar berjuang untuk semangat hidup, tidak ada perusahaan yang menerima kita yang tidak punya ijazah paling tidak SMA,” ucapnya.

Manibuy secara spesifik menyebut bahwa telah menekankan hal ini pada dinas dan OPD terkait di Pemerintah Papua Barat.

“Kemarin kami undang kepala Dinas pendidikan dan kepala Dinas tenaga kerja agar melihat pendidikan nonformal ini seperti apa, begitu juga Bappeda dan Kesbangpol agar anggaran Otsus dikeluarkan untuk membiayai hal semacam ini. kami juga kan menyurati para bupati sehingga kita menyarankan ada sistem kurikulum bukan hanya dapat ijazah tetapi juga mendapatkan pekerjaan serta utamanya akhlak dan intelektual,” ucapnya

Papua
Anggota BP3OKP Irene Manibuy didampingi Dirbinmas Polda Kombes pol Hari Sembiring dan Pembina Yayasan Jhon Dimara saat meninjau proses Ujian -Jubi/Adlu Raharusun

Dia bahkan menyebut bahwa BP3OKP dan pihak Polda Papua Barat serta pihak yayasan kini memikirkan tak hanya peserta dapat Ijazah tetapi bagaimana outputnya.

“Mereka selesai harus kasih mereka kerja, kita latih lagi di dunia kerja kami bekerja sama dengan Dinas Tenaga Kerja agar mengundang perusahaan untuk mereka disalurkan. Ada harapan hidup dan itu target utama yang kita ingin capai,” katanya.

Manibuy mengapresiasi langkah Kapolda Papua Barat melalui Direktorat Binmas yang telah bersiap-siap untuk menyediakan tenaga melatih para lulusan Sekolah Paket agar mengikuti pelatihan Satpam.

“Saya mengapresiasi langkah Polda Papua Barat yang bersedia melatih mereka yang mau ikut pelatihan Satpam, ini langka yang positif,” ucap Irene Manibuy

Direktur Binmas Polda Papua Barat Kombes pol Hari Sembiring mengatakan, program pendidikan paket A,B dan C sejak 2022.

“Kami hadir di sini bertujuan untuk menurunkan tingkat kriminalitas dan juga menurunkan angka pengangguran lewat pelatihan Satpam tersertifikasi ini tidak hanya bagi lulusan Yayasan Rumbai Kasih Koteka tetapi juga sekolah dan yayasan lain,” kata Dirbinmas Polda Papua Barat Kombes Pol Hari Sembiring.

Sebagai pembina Yayasan Kasih Rumbai Koteka berdasarkan hasil rapat koordinasi dengan BP3OKP dan juga pihak Pemerintah Provinsi agar mendukung proses belajar mengajar.

“Kami akan mendukung proses belajar mengajar dengan menerjunkan personel kami. Sebelumnya memang ada personel yang mengajar namun sempat terhenti,” ujarnya.

Jhon Dimara selaku Pembina Yayasan Kasih Rumbai Koteka berharap Pemerintah Papua Barat dan stakeholder lain memperhatikan Yayasan yang memberikan kontribusi nyata bagi pendidikan di Papua Barat.

“Kehadiran Yayasan ini membawa dampak positif yang luar biasa, hari ini kami sudah berhasil mengeluarkan kelas A, B dan C di mana ini sudah angkatan ketiga, maka saya selaku pembina mendorong pemerintah Daerah agar membantu dalam bentuk anggaran,” tuturnya

Menurut Ketua Yayasan Kasih Rumbai Koteka sejak didirikan, baru satu kali mendapat dukungan anggaran dari pemerintah Papua Barat yakni di Tahun 2023. Yayasan ini telah memperoleh Nomor pokok sekolah Nasional NPSN.

Kendala yang dihadapi yakni keterbatasan biaya yang disediakan oleh Kementerian Pendidikan. Adanya kendala itu pihak yayasan tidak bisa menjangkau kawasan yang ada di pedesaan dan pedalaman.

“Bantuan dari pemerintah Papua Barat lewat Dinas pendidikan hanya di awal tahun 2023 saat itu sekitar Rp 2 Miliar untuk biaya gedung belanja mebeler dan fasilitas laptop bagi tenaga pendidik untuk menginput Dapodik, sejak itu kami sudah dapat lagi hibah,” kata Ayub Msiren

Dia berharap dukungan pemerintah agar ke depan pihaknya menjangkau wilayah yang belum terjangkau terutama mereka yang juga merupakan orang yang putus sekolah. (*)

Iklan Layanan Masyarakat ini Dipersembahkan oleh PT. Media Jubi Papua

Tags: anak putus sekolahpaket CPKMBProvinsi Papua Barat
ShareTweetSendShareShare

Related Posts

Pertemuan P2MPKS dengan Pemkab Sorong, Rabu (8/4/2026) - Jubi/P2MPKS

P2MPKS desak transparansi bantuan modal usaha mikro senilai Rp10 Miliar

April 10, 2026
pedagang

Transportasi, lapak dan modal usaha jadi masalah pedagang asli Papua

April 9, 2026

Viralkan terduga di medsos bisa terjerat UU ITE

April 8, 2026

Polda Papua Barat tangkap pegawai honorer pencuri patung burung kasuari

April 8, 2026

Hujan deras disertai petir, air keluar dari tembok Pasar Baru Sanggeng Manokwari

April 7, 2026

59 tahun Freeport, massa tuntut tutup PTFI dan tolak PSN di Sorong

April 7, 2026

Discussion about this post

  • Latest
  • Trending
  • Comments
Bagan

Philipus Sanyi, warga Injros yang punya bagan di Teluk Youtefa

April 12, 2026
Papua

Kasih Rumbai Koteka, menyalakan harapan anak putus sekolah di Papua Barat

April 12, 2026
Papua Tengah

Wakil Ketua IV DPR Papua Tengah ajukan lima raperda

April 11, 2026
penambangan

Hakim PN Jayapura vonis tujuh terdakwa penambangan ilegal di Keerom

April 11, 2026
Persipura Experience

Persipura Experience obati kerinduan pencinta Persipura

April 11, 2026
Badai

Badai Tropis Sinlaku menguat, berpotensi jadi topan saat mendekati Kepulauan Mariana

April 11, 2026
Siklon

Dua perempuan tewas, Siklon Tropis Maila picu kerusakan parah di Bougainville

April 11, 2026
Somasi

Mama Yosepha Alomang somasi PT Freeport

April 10, 2026
Kabupaten Mimika

Kabupaten Mimika daerah dengan penduduk terbanyak di Papua Tengah

April 10, 2026
BKPSDM

Serahkan 70 SK PNS, Kepala BKPSDM Papua Tengah ingatkan disiplin

April 10, 2026
Sarmi

IPM Sarmi mandek dan logika pembangunan yang terbalik

April 11, 2026
Alomang

Yosepha Alomang : Saya sudah sakit, mata tak bisa lihat

April 11, 2026
TelkomGroup

TelkomGroup jelaskan penyebab gangguan jaringan internet dan telepon di Jayapura

April 9, 2026
West Papua

Utusan khusus mempertanyakan akses beasiswa mahasiswa West Papua

April 10, 2026
Bagan

Philipus Sanyi, warga Injros yang punya bagan di Teluk Youtefa

0
Papua

Kasih Rumbai Koteka, menyalakan harapan anak putus sekolah di Papua Barat

0
Papua Tengah

Wakil Ketua IV DPR Papua Tengah ajukan lima raperda

0
penambangan

Hakim PN Jayapura vonis tujuh terdakwa penambangan ilegal di Keerom

0
Badai

Badai Tropis Sinlaku menguat, berpotensi jadi topan saat mendekati Kepulauan Mariana

0
Siklon

Dua perempuan tewas, Siklon Tropis Maila picu kerusakan parah di Bougainville

0
Papua

Menteri Pertahanan Papua Nugini mengundurkan diri

0

Trending

  • Somasi

    Mama Yosepha Alomang somasi PT Freeport

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kabupaten Mimika daerah dengan penduduk terbanyak di Papua Tengah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Serahkan 70 SK PNS, Kepala BKPSDM Papua Tengah ingatkan disiplin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • IPM Sarmi mandek dan logika pembangunan yang terbalik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Yosepha Alomang : Saya sudah sakit, mata tak bisa lihat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

PT Media Jubi Papua

Terverifikasi Administrasi dan Faktual oleh Dewan Pers

PT. Media Jubi Papua

Terverifikasi Administrasi dan Faktual oleh Dewan Pers

Networks

  • Post Courier
  • Vanuatu Daily Post
  • Solomon Star News
  • The Fiji Times
  • Radio New Zealand
  • Radio Djiido
  • 3CR Community Radio
  • Cook Islands News
  • Pacific News Service
  • Bouganville News
  • Marianas Variety

AlamatRedaksi

Jl. SPG Taruna Waena No 15 B, Waena, Jayapura, Papua
NPWP : 53.520.263.4-952.000
Telp : 0967-574209
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi
  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi

© 2025 Jubi – Berita Papua Jujur Bicara

No Result
View All Result
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks

© 2025 Jubi - Berita Papua Jujur Bicara