Jayapura, Jubi – Apia Lepitalen, S.IAn., M.M, anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Provinsi Papua Pegunungan dari daerah pemilihan Pegunungan Bintang menyoroti kondisi bangunan dan fasilitas asrama Pegunungan Bintang di Jayapura yang sangat memprihatinkan. Ia meminta pemerintah kabupaten atau Pemkab Pegunungan Bintang segera melakukan renovasi total terhadap gedung serta fasilitas pendukung di asrama tersebut.
“Asrama Pegunungan Bintang ini merupakan aset Pemda Pegunungan Bintang. Namun kondisinya sangat memprihatinkan, mulai dari pagar, dapur, toilet, hingga ketersediaan air bersih. Semua fasilitas vital itu perlu segera dibenahi,” kata Apia Lepitalen saat mengunjungi asrama Pegunungan Bintang di jalan Buper Waena, Distrik Heram, Kota Jayapura, Provinsi Papua pada Sabtu (4/10/2025) sekaligus menyerahkan bantuan bahan makanan pokok kepada penghuni asrama itu.
Apia mengatakan, mahasiswa yang tinggal di asrama tersebut merupakan bagian dari SDM yang sedang menempuh pendidikan untuk membangun daerah asal mereka. Karena itu, ia menilai penting bagi pemerintah daerah untuk memberikan perhatian dan tanggung jawab terhadap kondisi asrama.
“Saya berharap Pemda Pegunungan Bintang tidak melihat persoalan ini dari sisi politik, tetapi dari sisi pelayanan publik. Asrama mahasiswa adalah pusat pembentukan sumber daya manusia Pegunungan Bintang, dan pemerintah wajib hadir untuk mendukung itu,” tegasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Apia Lepitalen juga menyerahkan bantuan bahan makanan pokok berupa beras, minyak goreng, dan mi instan kepada para mahasiswa penghuni asrama. Ia mengatakan, meski bantuan tersebut tidak besar, diharapkan dapat membantu kebutuhan sehari-hari para mahasiswa.
Selain fasilitas umum, kondisi fasilitas sekretariat Ikatan Mahasiswa dan Pelajar Pegunungan Bintang (IMPPETANG) juga turut disorot. Menurut Apia, peralatan kerja seperti kursi, meja, komputer, printer, dan perabot lainnya sudah rusak dan perlu diganti.
“Kamar mandi sudah tidak layak pakai, air bersih tidak tersedia karena tidak ada pompa air, dan instalasi listrik pun bermasalah. Ini semua sangat mengganggu kenyamanan dan kesehatan mahasiswa,” ujarnya.

Ia menegaskan, sebagai wakil rakyat dari daerah tersebut, dirinya akan terus mendorong agar Pemda Pegunungan Bintang turun langsung untuk melakukan pendataan dan perbaikan fasilitas di asrama tersebut.
“Kami berharap pemerintah daerah segera menindaklanjuti, karena asrama ini adalah aset daerah dan rumah bagi generasi muda yang akan membangun Pegunungan Bintang di masa depan,” pungkasnya.
Sementara itu, Ketua Ikatan Pelajar dan Mahasiswa Pegunungan Bintang atau IMPPETANG, Rumin Mul, mengatakan kunjungan legislator tersebut menjadi kesempatan bagi mahasiswa untuk menyampaikan berbagai persoalan yang mereka hadapi di asrama milik Pemerintah Kabupaten Pegunungan Bintang.
“Kami menyampaikan kepada Kaka Apia bahwa tujuan kami ingin memperlihatkan kondisi asrama yang sebenarnya. Ada banyak kekurangan yang perlu segera diperhatikan,” ujar Rumin Mul di Jayapura pada Rabu (8/10/2025)
Menurut Rumin, beberapa fasilitas di asrama mengalami kerusakan dan memerlukan perhatian serius, terutama kamar mandi di lantai atas dan bawah, serta pintu gerbang utama yang sudah rusak. Selain itu, peralatan dapur seperti termos, dandang, dan perlengkapan masak lainnya juga perlu diganti agar dapat menunjang aktivitas sehari-hari mahasiswa.
“Yang kami butuhkan itu antara lain alat-alat dapur, karena sekarang sudah banyak yang rusak. Selain itu juga perbaikan kamar mandi dan pintu gerbang agar keamanan dan kenyamanan penghuni terjamin,” katanya.
Rumin juga menyebutkan bahwa ruangan kerja Badan Pengurus IMPPETANG kekurangan fasilitas pendukung seperti komputer, laptop, printer, kursi, sofa, dan kain gorden. Ia berharap melalui kunjungan tersebut, pemerintah daerah maupun wakil rakyat dapat membantu memperbaiki dan melengkapi kebutuhan tersebut.
“Kami harap lewat kunjungan itu ada perhatian serius terhadap kondisi asrama, supaya mahasiswa bisa tinggal dan belajar dengan nyaman,” tutur Mul. (*)




















Discussion about this post