• Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi
Jubi Papua
Teras ID
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
Donasi
No Result
View All Result
Jubi Papua
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
Donasi
No Result
View All Result
Jubi Papua
No Result
View All Result
Home Tanah Papua

Penelitian BRIN temukan sejumlah benda prasejarah di Lembah Grime

January 19, 2024
in Tanah Papua, Penkes
Reading Time: 2 mins read
0
Penulis: CR-3 - Editor: Aryo Wisanggeni G
Arkeologi, Prasejarah

Peneliti Ahli Muda Pusat Riset Arkeologi Prasejarah dan Sejarah Badan Riset dan Inovasi Nasional atau BRIN Kawasan Kerja Bersama Jayapura, Erlin Novita Idje Djami di Kota Jayapura, Papua, Jumat (19/1/2024). - Jubi/CR-3

0
SHARES
336
VIEWS
FacebookTwitterWhatsAppTelegramThreads

Jayapura, Jubi – Peneliti Ahli Muda Pusat Riset Arkeologi Prasejarah dan Sejarah Badan Riset dan Inovasi Nasional atau BRIN Kawasan Kerja Bersama Jayapura, Erlin Novita Idje Djami menyatakan ada sejumlah benda prasejarah dan benda sejarah yang ditemukan dalam penelitian BRIN di Lembah Grime, Kabupaten Jayapura, Papua pada 2023. Hal itu dinyatakan Erlin di Kota Jayapura, Jumat (19/1/2024).

Menurut Erlin, banyaknya temuan benda prasejarah dan benda sejarah membuat Lembah Grime layak dijadikan cagar budaya. “Kemarin [penelitian] kami konsentrasi di Kabupaten Jayapura, di kawasan Lembah Grime. Di situ kami menemukan sejumlah peninggalan budaya megalitik yang cukup bervariasi,” katanya.

Ia menjelaskan peninggalan megalitik itu ditemukan di beberapa kampung, seperti Kampung Meggeling, Kampung Sawoi, dan Kampung Bring. Erlin menjelaskan bahwa benda megalitik yang ditemukan memiliki beragam cerita yang berkaitan dengan kehidupan zaman tertentu di Lembah Grima.

Di Kampung Menggeling misalnya, ditemukan batu lingkar, atau disebut dengan batu temu gelang. Batu itu merupakan barang peninggalan milik kepala perang.

*****************

Jubi.id adalah media yang berbasis di Tanah Papua. Media ini didirikan dengan sumberdana masyarakat melalui donasi dan crowd funding. Dukung kami melalui donasi anda agar kami bisa tetap melayani kepentingan publik.

CLICK HERE!

*****************

“Di situ juga ada telapak kaki Woiram di Kali Wasi. Woiram sendiri seorang tokoh yang [diceritakan] mempunyai anak dari tetesan darahnya sendiri. Ada juga namanya batu bontiuk, yang merupakan batu [penanda] perbatasan wilayah kampung,” katanya.

Penelitian BRIN juga menemukan batu yang disebut lumpang batu. Lumpang batu adalah alat yang digunakan untuk membuat ramuan dan menghaluskan makanan.

Di Kampung Sawoi, penelitian BRIN menemukan beberapa peninggalan pada zaman prasejarah.“Di Kampung Sawoi ada batu temu gelang, tapi kondisinya sudah sangat tidak terawat karena sudah dipenuhi dengan tumbuhan. Ada juga yang berada di area kebun, sudah terpindahkan dari posisinya. Batu itu berkaitan dengan Demuotru, batu untuk musyawarah adat. Ada yang [menyebutnya] Dumutrui, dan ada yang [menyebutnya] Dumtru. Itu istilah yang mereka [warga setempat] pakai,” katanya.

BERITATERKAIT

Disdikbud data cagar budaya yang ada di Waropen

Pasang surut rencana pembangunan Bandar Antariksa di Biak

Pengakuan terhadap masyarakat adat Papua dianggap bersifat administratif

Kebijakan PSN pada masa Prabowo dinilai kontradiksi antara narasi politik dan praktik

Menurut Erlin, penemuan terpenting ada di Kampung Bring. Di sana, para peneliti menemukan situs megalitik yang berkaitan dengan kisah penciptaan manusia. Erlin menyatakan situs itu harus tetap dijaga sebagai objek budaya, dilestarikan sebagai sejarah.

PSA Jubi PSA Jubi PSA Jubi

“Di Kampung Bring, temuan kami luar biasa, karena mempunyai cerita kehadiran manusia yang riil. Di Kampung Bring itu ada cerita manusia yang terbuat dari tanah liat, dan juga ada yang namanya titik pusat bumi atau ‘Yangsu’. Mereka bercerita bumi ditempatkan di atas empat ekor naga yang saling berhubungan. Makanya mereka namakan pusat bumi, itu empat penjuru mata angin,” katanya.

Menurutnya banyak benda prasejarah yang mempunyai cerita yang saling berkaitan dengan kehidupan sosial, budaya, dan ekonomi yang terjadi pada saat itu. Ada benda yang berupa tungku api tiga batu. Tungku api itu berkaitan dengan dua perempuan yang berperan penting bagi sumber kehidupan dan sumber ekonomi.

“Tunggu api dibilang Nangkli Katuk, sedangkan batu ekonomi dibilang Duandi. Itu gambaran dari dua perempuan yang menjadi sumber kehidupan dan ekonomi dalam cerita itu. Mereka berdua memberi makan semua manusia,” kata Erlin.

Ia berharap semua temuan itu bisa dijadikan cagar budaya sesuai ketentuan Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2010 tentang Cagar Budaya. Dengan penetapan cagar budaya itu, Erlin berharap benda prasejarah dan benda sejarah itu bisa memberikan manfaat bagi masyarakat setempat.

BRIN akan membuat proposal ke Pemerintah Kabupaten Jayapura untuk mendukung penelitian terkait dengan peninggalan prasejarah di wilayah Kabupaten Jayapura. “Saya akan mencoba membuat proposal ke Pemerintah daerah bisa mendukung kami dalam inovasi di kawasan Lembah Grime,” kata Erlin. (*)

Iklan Layanan Masyarakat ini Dipersembahkan oleh PT. Media Jubi Papua

Continue Reading
Tags: arkeologiBenda PrasejarahBenda SejarahBRINcagar budayaMegalitik
ShareTweetSendShareShare

Related Posts

TBc

Akademisi kesehatan: TBc di Kabupaten Jayapura kritis, tapi belum darurat

March 6, 2026
Kasus TBC

1.350 kasus baru TBC ditemukan di Kabupaten Jayapura pada 2025

March 6, 2026
RSUD Yowari

Pelayanan IGD RSUD Yowari berjalan normal usai pemukulan terhadap tenaga medis

February 26, 2026

Dokter dan perawat RSUD Yowari dianiaya keluarga pasien

February 26, 2026

Orangtua murid keluhkan tidak maksimalnya aktivitas belajar di SDN Muaif

February 16, 2026

Nakes desak Gubernur Papua ganti direktur RSUD Abepura

January 27, 2026

Discussion about this post

PT. Media Jubi Papua

Terverifikasi Administrasi dan Faktual oleh Dewan Pers

Networks

  • Post Courier
  • Vanuatu Daily Post
  • Solomon Star News
  • The Fiji Times
  • Radio New Zealand
  • Radio Djiido
  • 3CR Community Radio
  • Cook Islands News
  • Pacific News Service
  • Bouganville News
  • Marianas Variety

AlamatRedaksi

Jl. SPG Taruna Waena No 15 B, Waena, Jayapura, Papua
NPWP : 53.520.263.4-952.000
Telp : 0967-574209
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi
  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi

© 2025 Jubi – Berita Papua Jujur Bicara

No Result
View All Result
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks

© 2025 Jubi - Berita Papua Jujur Bicara