• Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi
Jubi Papua
Teras ID
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
Donasi
No Result
View All Result
Jubi Papua
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
Donasi
No Result
View All Result
Jubi Papua
No Result
View All Result
Home Tanah Papua

ULMWP sebut bangsa Papua tidak punya masa depan hidup bersama Indonesia

October 9, 2023
in Tanah Papua, Polhukam
Reading Time: 2 mins read
0
Penulis: - Editor:
ULMWP, Ma'ruf Amin, DIalog

Presiden Eksekutif United Liberation Movement for West Papua atau ULMWP, Manase Tabuni (kiri) bersama Sekretaris Eksekutif ULMWP, Markus Haluk (kanan) memberikan keterangan terkait kondisi di Tanah Papua, di Kota Jayapura, pada Senin (9/10/2023). – Jubi/Theo Kelen

0
SHARES
125
VIEWS
FacebookTwitterWhatsAppTelegramThreads

Jayapura, Jubi – Presiden Eksekutif United Liberation Movement for West Papua atau ULMWP, Manase Tabuni mengatakan bangsa Papua tidak mempunyai masa depan untuk hidup bersama dengan Indonesia. Hal itu disampaikan Tabuni di Kota Jayapura, Papua, pada Senin (9/10/2023).

Tabuni mengatakan kondisi saat ini yang terjadi di Tanah Papua menunjukkan indikasi kuat bahwa masalah yang berlangsung di Papua mengarah pada proses genosida, ekosida dan etnosida secara perlahan namun pasti.

Tabuni mengatakan ULMWP mencatat selama Juni hingga September 2023 terjadi kekerasan TNI/Polisi kepada warga sipil Papua di Kabupaten Dogiyai, Fakfak, Yahukimo, Nduga dan Pegunungan Bintang menyebabkan 13 orang tewas, 7 orang mengalami luka-luka, 16 orang ditangkap, seorang dianiaya. Sedikitnya, 674 warga sipil telah mengungsi.

“Kami orang Papua tidak memiliki masa depan untuk hidup dengan Indonesia. Banyak orang Papua telah menjadi korban konflik selama lebih dari enam dekade,” ujarnya.

Tabuni mengatakan konflik bersenjata masih terus berlangsung di beberapa wilayah di Papua seperti di Mimika, Pegunungan Bintang, Nduga, Intan Jaya, Puncak, Yahukimo, Tambrauw dan Maybrat. Tabuni mengatakan konflik ini diduga kuat sengaja di diciptakan di tempat-tempat yang memiliki Sumber Daya Alam (SDA) yang melimpah.

“[Kami] mengidentifikasikan bahwa konflik itu sengaja diciptakan beberapa kelompok baik pemerintah, sipil maupun militer untuk memindahkan penduduk yang ada di wilayah potensial [SDA] ke wilayah lain. Seperti pengalaman [masyarakat] di Tembagapura. Masyarakat yang ada di atas dipindahkan ke bawah supaya perusahan bebas beroperasi,” ujarnya.

Menurut Tabuni, Pemerintah Indonesia telah menempatkan 47.261 personil militer di Tanah Papua, dan sekitar 24 ribu personal diantaranya telah dimobilisasi ke titik konflik. Menurut Tabuni, dari berbagai konflik itu, diperkirakan 64 ribu warga sipil Papua telah mengungsi meninggalkan kampung halaman mereka.

BERITATERKAIT

109 orang menjadi korban kekerasan dan konflik bersenjata di Tanah Papua

ULMWP mendukung keputusan pemimpin MSG dan PIF

KNPB khawatir pendataan pengungsi oleh pemerintah untuk kepentingan politik

Komnas HAM dorong kolaborasi lintas kementerian tangani pengungsi di Papua Tengah

“Konflik bersenjata yang terjadi di Tanah Papua sudah lama terjadi, bukan baru sekarang. Sampai saat ini konflik itu tidak menurun, tetapi semakin meningkat,” katanya.

PSA Jubi PSA Jubi PSA Jubi

Tabuni juga mengatakan seluas 23.830.632 hektar hutan telah dijadikan sebagai area konsesi untuk 445 perusahan yang bergerak di bidang penambangan mineral, minyak, gas, pengusahaan hutan, dan perkebunan yang beroperasi di Tanah Papua. Tabuni mengatakan sektor pengelolaan dan pemanfaatan sumber daya alam itu menunjukkan penguasaan lahan oleh perusahan semakin mengancam ruang hidup Orang Asli Papua.

“SDA kami dirampok oleh Indonesia, dan tanah adat kami dirampas dengan dalih pembangunan sehingga orang Papua tidak memiliki ruang hidup,” ujarnya.

Sekretaris Eksekutif ULMWP, Markus Haluk mengatakan pembangunan yang gencar dilakukan Pemerintah Indonesia tidak membawa dampak terhadap kesejahteraan hidup Orang Asli Papua. Menurut Haluk, pembangunan yang dilakukan Indonesia merupakan politik pencitraan.

“[Misalnya pembangunan] Jembatan Merah, Anda bisa lihat seratusan lebih kelompok penjual buah-buahan berjualan di pertigaan Koya. Dulu mereka sebagian jual di Kampung Bugis. Tetapi begitu jalan dan Jembatan Merah di buka, mereka semua pindah ke situ. Jadi jalan dan jembatan itu dibangun untuk siapa?” Haluk bertanya.

Haluk mengatakan ULMWP menyerukan agar Pemerintah Indonesia mengundang Dewan Hak Asasi Manusia (HAM) Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) melakukan kunjungan ke Papua. Haluk mengatakan hal itu merupakan janji Presiden Jokowi kepada Pelapor Khusus Dewan HAM PBB pada Februari 2018.

“Itu juga sejalan dengan tuntutan berbagai negara dan pemimpin dunia. Secara kontinyu sejak 2015 ada 16 negara anggota PIF, 79 negara anggota ACP di Naerobi Kenya pada Desember 2019 dan debat dalam Sidang Umum PBB pada delapan tahun terakhir, supaya pemerintah Indonesia memberikan akses kunjungan Dewan HAM PBB ke Tanah Papua,” ujarnya.

ULMWP juga mengutuk keras semua tindakan kejahatan kemanusian dan perampasan Sumber Daya Alam yang dilakukan Pemerintah Indonesia kepada bangsa Papua selama kurung waktu 60 tahun pendudukan Indonesia di Tanah Papua. ULMWP mengingatkan rakyat Papua untuk senantiasa menjaga tanah dan tidak diperjualbelikan kepada pihak luar. “Tanah merupakan aset berharga yang diberikan Tuhan dan diwariskan leluhur,” katanya. (*)

Tags: konflik bersenjataKonflik Bersenjata di Tanah Papuakonflik PapuaPengungsiPengungsi Konflik BersenjataSumber Daya AlamULMWPUnited Liberation Movement for West Papua
ShareTweetSendShareShare

Related Posts

Korban kekerasan dan konflik bersenjata

109 orang menjadi korban kekerasan dan konflik bersenjata di Tanah Papua

September 12, 2026
ULMWP mendukung keputusan PIF dan MSG

ULMWP mendukung keputusan pemimpin MSG dan PIF

September 4, 2026

KNPB khawatir pendataan pengungsi oleh pemerintah untuk kepentingan politik

August 24, 2026

Komnas HAM dorong kolaborasi lintas kementerian tangani pengungsi di Papua Tengah

August 11, 2026

Konflik semakin mendalam: Pengungsi massal terjadi di Papua Pegunungan

August 5, 2026

KNPB desak TPNPB dan TNI/Polri mengedepankan dialog bermartabat

July 6, 2026
Survey Pembaca
Reader's Survey

English Story

Amnesty International Indonesia calls for end to killings of civilians in Papua
18 September 2026
Amnesty International Indonesia calls for end to killings of civilians in Papua

Jayapura, Jubi – Amnesty International Indonesia has called for an end to the killing of civilians in Papua by armed [...]

Dialogue and understanding Papua’s history key to peace, speakers say
18 September 2026
Dialogue and understanding Papua’s history key to peace, speakers say

Jayapura, Jubi — Pastor Yance Douw of the Jayapura Diocese says dialogue, access to information, solidarity and a better understanding [...]

The West Papua National Liberation Army (TPNPB) Kodap Ndugama claims responsibility for fatal shooting on Wamena-Nduga road
17 September 2026
The West Papua National Liberation Army (TPNPB) Kodap Ndugama claims responsibility for fatal shooting on Wamena-Nduga road

Jayapura, Jubi – The West Papua National Liberation Army (TPNPB) has claimed responsibility for the shooting that killed a driver, [...]

Governor urges South Papua residents to protect Payum coastal mangroves
17 September 2026
Governor urges South Papua residents to protect Payum coastal mangroves

Merauke, Jubi – South Papua Governor Apolo Safanpo has urged residents to protect and preserve mangrove forests along the coast [...]

Jayapura Police: 78 students detained during protest released
16 September 2026
Jayapura Police: 78 students detained during protest released

Sentani, Jubi – Jayapura Police said 78 students were detained while they were preparing to take part in a demonstration [...]

  • Latest
  • Trending
  • Comments
Meepago

Gubernur Nawipa: Kepala suku di wilayah Meepago adalah mitra pemerintah

September 18, 2026
Sekolah Rakyat

Pemerintah siapkan Rp1 Triliun untuk bangun Sekolah Rakyat di Papua

September 18, 2026
Mengolah sagu

Hutan sagu terancam: Tradisi masyarakat Kampung Yoboi tergerus

September 18, 2026
Vanuatu

Menteri Ati menyampaikan pernyataan Vanuatu di Sidang Umum PBB

September 18, 2026
Pendidikan

Anak-anak PNG diminta prioritaskan Pendidikan

September 18, 2026
Bougainville

Para pemilik tanah adat tambang Panguna di Bougainville adakan pembicaraan

September 18, 2026
Pegunungan Arfak

Mantan Bupati Pegunungan Arfak terpilih sebagai Ketua KONI Papua Barat

September 18, 2026
PNG

Susan Karike Huhume, perancang bendera nasional PNG

September 16, 2026
Bougainville

Para pemilik tanah adat tambang Panguna di Bougainville adakan pembicaraan

September 18, 2026
PM PNG

PM PNG serukan refleksi saat negaranya memasuki 50 tahun berikutnya

September 17, 2026
Hentikan pembununah warga sipil

Amnesty Internasional Indonesia: Hentikan pembunuhan warga sipil di Tanah Papua

September 17, 2026
kelapa sawit

Dua perusahan perkebunan kelapa sawit di Papua Barat diduga timbun limbah

September 16, 2026
wondama

Oknum Polisi di Teluk Wondama tabrak warga hingga tewas, Kapolres: Kami minta maaf

March 17, 2026
Kesehatan

Kementerian Kesehatan Vanuatu kirim pasokan darurat ke Pulau Ambae

March 17, 2026
Meepago

Gubernur Nawipa: Kepala suku di wilayah Meepago adalah mitra pemerintah

0
Sekolah Rakyat

Pemerintah siapkan Rp1 Triliun untuk bangun Sekolah Rakyat di Papua

0
Mengolah sagu

Hutan sagu terancam: Tradisi masyarakat Kampung Yoboi tergerus

0
Vanuatu

Menteri Ati menyampaikan pernyataan Vanuatu di Sidang Umum PBB

0
Pendidikan

Anak-anak PNG diminta prioritaskan Pendidikan

0
Bougainville

Para pemilik tanah adat tambang Panguna di Bougainville adakan pembicaraan

0
Pegunungan Arfak

Mantan Bupati Pegunungan Arfak terpilih sebagai Ketua KONI Papua Barat

0

PT Media Jubi Papua

Terverifikasi Administrasi dan Faktual oleh Dewan Pers

PT. Media Jubi Papua

Terverifikasi Administrasi dan Faktual oleh Dewan Pers

Networks

  • Post Courier
  • Vanuatu Daily Post
  • Solomon Star News
  • The Fiji Times
  • Radio New Zealand
  • Radio Djiido
  • 3CR Community Radio
  • Cook Islands News
  • Pacific News Service
  • Bouganville News
  • Marianas Variety

AlamatRedaksi

Jl. SPG Taruna Waena No 15 B, Waena, Jayapura, Papua
NPWP : 53.520.263.4-952.000
Telp : 0967-574209
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi
  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi

© 2025 Jubi – Berita Papua Jujur Bicara

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks

© 2025 Jubi - Berita Papua Jujur Bicara