• Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi
Jubi Papua
Teras ID
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
Donasi
No Result
View All Result
Jubi Papua
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
Donasi
No Result
View All Result
Jubi Papua
No Result
View All Result
Home Tanah Papua

Hasil otopsi korban mutilasi di Mimika, ada korban yang ditembak, ada korban yang ditikam

September 17, 2022
in Tanah Papua, Headline, Polhukam
Reading Time: 3 mins read
0
Penulis: - Editor:
Kasus Pembunuhan dan Mutilasi di Mimika

Keluarga korban bernegosiasi dengan pihak kepolisian untuk mengarahkan pengunjuk rasa dan pelayat seusai membawa bagian jenazah para korban pembunuhan dan mutilasi dari Rumah Sakit Umum Daerah Mimika ke rumah duka pada Jumat (16/9/2022). - Jubi/Hengky Yeimo

0
SHARES
17
VIEWS
FacebookTwitterWhatsAppTelegramThreads

Jayapura, Jubi – Anggota Koalisi Masyarakat Sipil untuk Penegakan Hukum dan Hak Asasi Manusia Papua, Gustaf R Kawer selalu kuasa hukum keluarga korban pembunuhan dan mutilasi di Mimika menyatakan polisi telah membacakan hasil otopsi keempat korban. Hasil otopsi itu menunjukkan bahwa ada dua korban ditembak, dan dua korban lainnya ditikam. Di pihak lain, Kawer meyakini bahwa keempat korban sama-sama ditembak oleh para pelaku.

Hal itu dinyatakan Kawer di Timika, ibu kota Kabupaten Mimika, Sabtu (17/9/2022). Menurut Kawer, polisi membacakan hasil otopsi itu pada Jumat (16/9/2022), dihadapan keluarga korban dan pelayat yang menghadiri prosesi perabuan keempat korban—Arnold Lokmbere, Irian Nirigi, dan Lemaniel Nirigi, dan Atis Tini.

“Polres Mimika membacakan otopsi  di lokasi perabuan, di Jalan Trans Mimika Poumako. Menurut mereka, ada dua orang [korban] yang ditembak, yaitu Anold Lokmbere dan Irian Nirigi. Akan tetapi, ada dua orang yang ditikam, dibunuh, dan dimutilasi, [yaitu] Atis Tini dan Lemaniel Nirigi,” kata Kawer kepada Jubi.

Pembunuhan dan mutilasi empat warga sipil asal Kabupaten Nduga terjadi di Satuan Permukiman 1, Distrik Mimika Baru, Kabupaten Mimika pada 22 Agustus 2022 lalu. Keempat korban itu adalah Arnold Lokbere, Irian Nirigi, Lemaniel Nirigi, dan Atis Tini.

Polisi Militer Komando Daerah Militer atau Pomdam XVII/Cenderawasih telah menetapkan enam prajurit Brigade Infanteri Raider/20 Ima Jaya Keramo sebagai tersangka kasus itu, yaitu Mayor Hf, Kapten Dk, Praka Pr, Pratu Ras, Pratu Pc, dan Pratu R. Sementara penyidik Kepolisian Daerah (Polda) Papua telah menetapkan empat warga sipil sebagai tersangka kasus yang sama, yaitu APL alias Jeck, DU, R, dan RMH yang hingga saat ini masih menjadi buronan.

Kawer menilai hasil otopsi yang dibacakan polisi pada Jumat itu berbeda dengan temuan pihak keluarga yang memeriksa bagian jenazah para korban. Saat memeriksa bagian jenazah para korban pada 2 September 2022 lalu, pihak keluarga menemukan adalah lebih banyak luka yang diduga sebagai luka tembak di bagian tubuh dan paha para korban.

“Tanggal 1 September  2022, polisi melakukan otopsi. Tanggal 2 September 2022, kami melihat secara langsung di rumah sakit, di tubuh masing-masing korban ada bekas luka tusuk, potongan di perut. Kemudian ada [luka] bekas tembakan lebih dari satu di paha korban. Juga ada luka tembak lebih dari satu [yang] kami lihat di hampir di semua korban,” kata Kawer.

BERITATERKAIT

Amnesty Internasional Indonesia: Hentikan pembunuhan warga sipil di Tanah Papua

Tiga warga sipil di Maybrat diduga ditembak TNI AL

TNI Punya Markas Kodal Drone untuk Operasi di Papua

Maskapai nyatakan pesawat AMA tidak digunakan mengangkut TNI-Polri

Meskipun polisi sudah membacakan hasil otopsi itu, Kawer menegaskan bahwa pihaknya tetap meminta polisi mencari bagian tubuh lain para korban pembunuhan dan mutilasi di Mimika. Pasalnya, Kawer menyatakan pihaknya meyakini bahwa Lemaniel Nirigi dan Atis Tini juga meninggal karena ditembak.

PSA Jubi PSA Jubi PSA Jubi

“Agar kami saksikan, apakah benar dua korban hanya ditikam lalu meninggal dunia, atau [keduanya juga] ditembak lalu dimutilasi? Proses otopsinya bisa berbeda. Potongan tubuh yang lain harus ditemukan, karena bisa jadi Lemaniel Nirigi dan Atis Tini juga ditembak di kepala, atau ditembak di kaki, atau di tangan yang belum ditemukan,” kata Kawer.

Kawer mengatakan proses pembuktian polisi tidak runtut. Ia mempertanyakan bagaimana polisi bisa menetapkan tersangka sebelum memiliki bukti saksi yang lengkap, belum memiliki hasil otopsi, belum memiliki hasil tes DNA.

“Secara aturan, pertama ada laporan, [lalu] ada saksi-saksi diperiksa. Kedua, ada bukti surat dari hasil otopsi, visum, dan tes DNA. Yang terjadi dalam kasus ini, setelah ada laporan, saksi belum utuh, tiba-tiba langsung [ada] penetapan tersangka. Berikutnya, baru ada hasil otopsi. [Hasil tes] DNA baru diumumkan kepada pihak keluarga tanggal 12 September 2022, itupun setelah keluarga mendesak otopsi diumumkan. Jadi, penetapan tersangka dan rekonstruksi mendahului hasil DNA dan otopsi,” kata Kawer.

Kawer mengatakan proses otopsi bagian jenazah korban pembunuhan dan mutilasi di Mimika dilakukan tanpa persetujuan keluarga. Selama proses otopsi, tidak ada wakil keluarga yang menghadiri otopsi itu. Ia menilai polisi juga bersikap tertutup dan awalnya tidak mau mengumumkan hasil otopsi.

“Padahal proses otopsi ini ada diatur di dalam KUHAP, bahwa wajib memberitahukan pihak keluarga. Setelah otopsi dilakukan pada tanggal 1 September 2022, kami pengacara meminta hasil otopsi. Tetapi polisi beralasan dan tidak kasih [hasil otopsi]. Polisi beralasan untuk dipakai dalam penyidikan, dan [hasil itu] rahasia bagi mereka. Kami minta ulang-ulang, tetapi tidak dikasih. Kemarin kremasi korban, atas desakan keluarga, polisi harus membacakan hasil otopsi, [dengan] disaksikan rakyat Papua dan keluarga korban,” kata Kawer.

Salah satu kerabat korban pembunuhan dan mutilasi Mimika, Pale Gwijangge mengatakan meskipun keluarga telah mengetahui hasil otopsi yang dibacakan polisi pada Jumat, Gwijangge menegaskan bahwa otopsi itu dilakukan tanpa persetujuan keluarga. Gwijangge juga meragukan bahwa hanya ada dua orang korban yang ditembak, karena banyak bagian tubuh korban yang belum ditemukan.

“Sebagian besar potongan tubuh hilang, sehingga [yang] diotopsi hanya sebagian tubuh yang ada. Kami tidak terima kalau kemudian hasil otopsi mengatakan dua orang tidak ditembak. Pada saat olah TKP atau rekonstruksi, itu menunjukkan bahwa pelaku penembakan itu seorang jabatannya Kapten. Rekonstruksi mengungkapkan empat orang itu ditembak,” kata Gwijangge.

Gwijangge mengatakan polisi dan tentara harus mencari sebagian tubuh yang masih hilang, untuk memastikan apakah benar mereka semua ditembak atau tidak. Kalau kemarin polisi mengatakan bahwa empat orang ditembak lalu dimutilasi, itu benar karena saat rekonstruksi itu mengatakan bahwa mereka empat itu ditembak. Saat rekonstruksi itu jelas, mereka berempat ditembak. Kalau tubuh empat korban belum ditemukan secara utuh, hasil otopsi itu kami nilai belum tuntas,” katanya. (*)

Tags: Kekerasan Aparat Keamanan di PapuaMutilasiotopsipelanggaran HAMPelanggaran HAM BeratPembunuhanPembunuhan 4 Warga Nduga di MimikaTNI
ShareTweetSendShareShare

Related Posts

Hentikan pembununah warga sipil

Amnesty Internasional Indonesia: Hentikan pembunuhan warga sipil di Tanah Papua

September 17, 2026
Warga sipil ditembak di Maybrat

Tiga warga sipil di Maybrat diduga ditembak TNI AL

August 14, 2026

TNI Punya Markas Kodal Drone untuk Operasi di Papua

July 16, 2026

Maskapai nyatakan pesawat AMA tidak digunakan mengangkut TNI-Polri

July 3, 2026

Bupati desak presiden evaluasi keberadaan TNI non organik di Intan Jaya

July 2, 2026

TPNPB claims to have killed one TNI soldier in Intan Jaya, seven other wounded

June 30, 2026
Survey Pembaca
Reader's Survey

English Story

Boven Digoel customary council backs Awyu community in opposing the National Strategic Project
19 September 2026
Boven Digoel customary council backs Awyu community in opposing the National Strategic Project

Jayapura, Jubi – The Boven Digoel Customary Community Institution (LMA) in South Papua has declared its support for the Awyu [...]

Vocational training gives students with disabilities a pathway to independence
19 September 2026
Vocational training gives students with disabilities a pathway to independence

Jayapura, Jubi – Pembina Papua State Special School (SLB Negeri Pembina Papua) is expanding vocational education for students with disabilities [...]

Amnesty International Indonesia calls for end to killings of civilians in Papua
18 September 2026
Amnesty International Indonesia calls for end to killings of civilians in Papua

Jayapura, Jubi – Amnesty International Indonesia has called for an end to the killing of civilians in Papua by armed [...]

Dialogue and understanding Papua’s history key to peace, speakers say
18 September 2026
Dialogue and understanding Papua’s history key to peace, speakers say

Jayapura, Jubi — Pastor Yance Douw of the Jayapura Diocese says dialogue, access to information, solidarity and a better understanding [...]

The West Papua National Liberation Army (TPNPB) Kodap Ndugama claims responsibility for fatal shooting on Wamena-Nduga road
17 September 2026
The West Papua National Liberation Army (TPNPB) Kodap Ndugama claims responsibility for fatal shooting on Wamena-Nduga road

Jayapura, Jubi – The West Papua National Liberation Army (TPNPB) has claimed responsibility for the shooting that killed a driver, [...]

  • Latest
  • Trending
  • Comments
Pemuda adat Moi

Pemuda adat Moi memberikan waktu Pemkab Sorong menjawab tuntutan

September 20, 2026
Uncen

Manfun Kawasa Byak berdukacita atas meninggalnya Rektor Uncen

September 19, 2026
Kursi, Pendidikan, Sekolah Rusak

Tak ada kursi, lantai pun jadi

September 19, 2026
e-Sport

Kabupaten Jayapura gelar kompetisi e-sport Mobile Legend Bang-bang

September 19, 2026
Papua Barat

Warga Papua Barat mengucapkan selamat HUT kemerdekaan PNG ke 51 tahun

September 19, 2026
PNG

PNG naikkan gaji guru 30 persen selama tiga tahun ke depan

September 19, 2026
Hutan di PNG

PBB mendesak PNG lindungi hak atas tanah masyarakat adat

September 19, 2026
PNG

PNG naikkan gaji guru 30 persen selama tiga tahun ke depan

September 19, 2026
Hutan di PNG

PBB mendesak PNG lindungi hak atas tanah masyarakat adat

September 19, 2026
Persipura ditahan imbang Kendal Tornado FC

Persipura ditahan imbang Kendal Tornado FC

September 18, 2026
Presiden Lai Ching-te

Presiden Lai Ching-te sebut Tuvalu dan Taiwan seperti saudara

September 19, 2026
Gubernur Fakhiri

Gubernur Fakhiri sampaikan tantangan pembangunan Papua ke pemerintah pusat

September 18, 2026
PEPARDA Papua Tengah

PEPARDA I Papua Tengah: Ruang disabilitas untuk berprestasi

September 19, 2026
LMA dukung Suku Awyu menolak PSN

LMA Boven Digoel dukung Suku Awyu menolak PSN

September 19, 2026
Pemuda adat Moi

Pemuda adat Moi memberikan waktu Pemkab Sorong menjawab tuntutan

0
Uncen

Manfun Kawasa Byak berdukacita atas meninggalnya Rektor Uncen

0
Kursi, Pendidikan, Sekolah Rusak

Tak ada kursi, lantai pun jadi

0
e-Sport

Kabupaten Jayapura gelar kompetisi e-sport Mobile Legend Bang-bang

0
Papua Barat

Warga Papua Barat mengucapkan selamat HUT kemerdekaan PNG ke 51 tahun

0
PNG

PNG naikkan gaji guru 30 persen selama tiga tahun ke depan

0
Hutan di PNG

PBB mendesak PNG lindungi hak atas tanah masyarakat adat

0

PT Media Jubi Papua

Terverifikasi Administrasi dan Faktual oleh Dewan Pers

PT. Media Jubi Papua

Terverifikasi Administrasi dan Faktual oleh Dewan Pers

Networks

  • Post Courier
  • Vanuatu Daily Post
  • Solomon Star News
  • The Fiji Times
  • Radio New Zealand
  • Radio Djiido
  • 3CR Community Radio
  • Cook Islands News
  • Pacific News Service
  • Bouganville News
  • Marianas Variety

AlamatRedaksi

Jl. SPG Taruna Waena No 15 B, Waena, Jayapura, Papua
NPWP : 53.520.263.4-952.000
Telp : 0967-574209
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi
  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi

© 2025 Jubi – Berita Papua Jujur Bicara

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks

© 2025 Jubi - Berita Papua Jujur Bicara