• Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi
Jubi Papua
Teras ID
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
Donasi
No Result
View All Result
Jubi Papua
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
Donasi
No Result
View All Result
Jubi Papua
No Result
View All Result
Home Seni & Budaya

Tugu perahu, simbol perjuangan dan persatuan masyarakat ‘Keret’ di Waropen

September 19, 2024
in Seni & Budaya
Reading Time: 3 mins read
0
Penulis: Hans Makabori - Editor: Edho Sinaga
Proses pembangunan Tugu Perahu, simbol pendaratan dan persatuan masyarakat Himpunan Fam atau ‘Keret’ Wairo dan Bunggu di Kampung Emauri, Distrik Masirei, Kabupaten Waropen, Rabu (11/9/2024). - Jubi/Hans Makabori

Proses pembangunan Tugu Perahu, simbol pendaratan dan persatuan masyarakat Himpunan Fam atau ‘Keret’ Wairo dan Bunggu di Kampung Emauri, Distrik Masirei, Kabupaten Waropen, Rabu (11/9/2024). - Jubi/Hans Makabori

0
SHARES
55
VIEWS
FacebookTwitterWhatsAppTelegramThreads

Waropen, Jubi – Untuk memperingati 48 tahun perpindahan (migrasi) masyarakat Himpunan Fam atau ‘Keret’ Wairo dan Bunggu, Tugu Perahu dibangun di Kampung Emauri, Distrik Masirei, Kabupaten Waropen, Provinsi Papua, pada Rabu (11/9/2024). 

Pembangunan tugu ini merupakan simbol dari sejarah panjang migrasi yang berlangsung pada 6 Juli 1973 hingga 6 Juli 2024, dari perairan Kampung Wonti menuju tanah yang diberikan oleh ‘Keret’ Sauri-Sirami.

Tugu tersebut berbentuk segitiga, mencerminkan posisi tiga ‘Keret’: sudut timur menuju ‘Keret’ Sauri-Sirami, sudut barat menuju ‘Keret’ Wairo, dan sudut utara menuju ‘Keret’ Bunggu. Di puncak tugu, terdapat simbol perahu, kapak, dan parang. Ketiga alat tersebut merupakan simbol penting dalam migrasi masyarakat ‘Keret’ Wairo dan Bunggu, dengan perahu sebagai alat transportasi utama, serta kapak dan parang sebagai alat untuk membuka lahan hutan yang diberikan oleh ‘Keret’ Sauri-Sirami.

Masyarakat ‘Keret’ Wairo dan Bunggu, yang dulunya tinggal di perairan Kampung Wonti, telah menetap di tanah yang disediakan oleh ‘Keret’ Sauri-Sirami selama hampir 50 tahun. Mereka awalnya hidup di atas rumah-rumah terapung dan menggantungkan hidup sebagai nelayan. Pemberian tanah ini memberikan ruang yang lebih stabil dan luas, seluas 297,15 kilometer persegi, dengan batas di Kali Sauri-Sirami di timur dan Kali Sinonde di barat.

*****************

Jubi.id adalah media yang berbasis di Tanah Papua. Media ini didirikan dengan sumberdana masyarakat melalui donasi dan crowd funding. Dukung kami melalui donasi anda agar kami bisa tetap melayani kepentingan publik.

CLICK HERE!

*****************

Kepala Kampung Emauri, Yan H. Saiwini, menjelaskan bahwa pembangunan Tugu Perahu adalah cara untuk mempertahankan kebersamaan dan eksistensi antar tiga ‘Keret’ yang telah berlangsung selama setengah abad. Tugu ini dibangun dari dana desa (ADD) yang dikumpulkan dari enam kampung: Emauri, Bunggu, Obutai, Sinonde, Sauri-Sirami, dan Kowogi, yang masing-masing menyumbangkan Rp10 juta untuk material pembangunan.

“Simbol ini kami harapkan dapat mempererat kesatuan, kebersamaan, dan persaudaraan di antara masyarakat tiga ‘Keret’ ini,” kata Saiwini dalam wawancara di Kota Serui pada Senin (16/9/2024).

Saiwini juga menekankan bahwa selama hampir lima dekade, masyarakat dari berbagai himpunan marga di bawah ‘Keret’ Wairo dan Bunggu hidup berdampingan tanpa perbedaan, semua saling menjaga persatuan. 

BERITATERKAIT

Learning Papua’s History Through the “Dreams in the Land of Papua” time museum

Sebelum Mendamaikan Dunia, Siapa Juru Damai bagi Papua?

TIME FOR PAPUA — Wereldmuseum Leiden opens First Major exhibition from The Worls’s largest Papua collection in sixty years

KPU Waropen digugat kuasa hukumnya, diduga lakukan wanprestasi

Penduduk di sini mayoritas menganut agama Kristen Protestan. Di bawah ‘Keret’ Wairo, terdapat marga Woisiri, Windesi, Doirebo, Gamai, Raiwaki, Kaiwai, Windesi, dan Ragainaga. Sementara di bawah ‘Keret’ Bunggu terdapat marga Samori, Makabori, dan Ainaga. Untuk ‘Keret’ Sauri-Sirami, marga yang tergabung adalah Tonater, Kayakobe, dan Rewomi.

PSA Jubi PSA Jubi PSA Jubi
Keret
Kepala Kampung Emauri, Yan H. Saiwini, saat diwawancara Jubi di Kota Serui, Senin (16/9/2024). – Jubi/Hans Makabori

Mantan Sekretaris Dewan Adat Suku Kai Timur, Adrian Makabori, menjelaskan bahwa keputusan untuk berpindah dari Kampung Wonti ke daratan diambil oleh para leluhur untuk masa depan yang lebih baik. Hidup di rumah-rumah terapung di perairan dianggap terlalu sulit dan penuh risiko. Kepindahan ke daratan dianggap sebagai solusi untuk mempermudah akses terhadap pembangunan.

Menurut Makabori, di Kampung Wonti juga terdapat beberapa ‘Keret’ lain yang memutuskan bermigrasi, seperti ‘Keret’ Fafai, Kai, dan Wanda. Setiap kelompok ‘Keret’ ini menetap di wilayah yang berbeda: ‘Keret’ Fafai di Distrik Demba, sementara ‘Keret’ Kai dan Wanda menempati wilayah Distrik Wonti. 

“Keret Fafai memiliki sembilan marga, seperti Sikowai, Rudamaga, Donggori, Bubui, Erari, dan lainnya, sementara Keret Kai memiliki empat marga, termasuk Maniagasi dan Imbiri. ‘Keret’ Wanda terdiri dari 10 marga, termasuk Ruwayari, Nussy, dan Sanggenafa,” ujar Makabori.

 

Makabori menambahkan bahwa Tugu Perahu yang dibangun di Kampung Emauri merupakan simbol khusus pendaratan masyarakat Wairo dan Bunggu di wilayah Distrik Masirei. Sementara itu, ‘Keret’ Fafai, Kai, dan Wanda, meskipun juga bagian dari sejarah migrasi dari Kampung Wonti, menetap di wilayah lain sesuai dengan pembagian distrik yang ada saat ini.

Tugu Perahu ini tidak hanya menjadi pengingat sejarah panjang migrasi, namun juga menjadi lambang dari kebersamaan dan eksistensi masyarakat ‘Keret’ di tanah yang kini mereka sebut sebagai rumah. (*)

Iklan Layanan Masyarakat ini Dipersembahkan oleh PT. Media Jubi Papua

Continue Reading
Tags: KeretPapuaSauriTugu PerahuWaropen
ShareTweetSendShareShare

Related Posts

Topeng roh Doro

Time for Papua : Jejak Orang Asli Papua di komunitas global sejak puluhan ribu tahun lalu ada di Leiden, Belanda

February 26, 2026
Bahasa Daerah

Penerapan perda bahasa daerah di Tanah Papua sebagai upaya melindungi identitas OAP

February 9, 2026
Seni

Anak-anak Kampung Yokiwa belajar seni dengan pendekatan alam

December 21, 2025

Kolaborasi para seniman lahirkan karya makna air dalam kehidupan

December 21, 2025

Alyakha Art Center gelar residensi seni ‘Wali No’

December 16, 2025

Dewan Kesenian Tanah Papua Kabupaten Jayapura gelar musda ke-V

December 9, 2025

Discussion about this post

PT. Media Jubi Papua

Terverifikasi Administrasi dan Faktual oleh Dewan Pers

Networks

  • Post Courier
  • Vanuatu Daily Post
  • Solomon Star News
  • The Fiji Times
  • Radio New Zealand
  • Radio Djiido
  • 3CR Community Radio
  • Cook Islands News
  • Pacific News Service
  • Bouganville News
  • Marianas Variety

AlamatRedaksi

Jl. SPG Taruna Waena No 15 B, Waena, Jayapura, Papua
NPWP : 53.520.263.4-952.000
Telp : 0967-574209
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi
  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi

© 2025 Jubi – Berita Papua Jujur Bicara

No Result
View All Result
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks

© 2025 Jubi - Berita Papua Jujur Bicara