• Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi
Jubi Papua
Teras ID
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
Donasi
No Result
View All Result
Jubi Papua
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
Donasi
No Result
View All Result
Jubi Papua
No Result
View All Result
Home Seni & Budaya

Pameran instalasi, tampilkan keadaan Tanah Papua dalam militerisme dan kepentingan 4 aktor

December 7, 2024
in Seni & Budaya
Reading Time: 3 mins read
0
Penulis: Ratty Auparai - Editor: Zely Ariane
Tanah Papua

Pameran instalasi seni di halaman Aula STFT Fajar Timur Abepura, Jl Yakonde, Kota Jayapura, Papua, Sabtu (7/12/2024), yang menggambarkan kondisi Tanah Papua dimana banyak aktor sedang mengontrolnya sementara ruang gerak masyarakat adat semakin sempit -Jubi/Ratty Auparai

0
SHARES
1
VIEWS
FacebookTwitterWhatsAppTelegramThreads

Jayapura, Jubi – Sepatu PDL, boots, sendal jepit menapak di atas sebuah baliho bergambar peta Papua beralas tikar, bersama dengan noken, Alkitab dan salib-salib berwarna merah. Instalasi yang menggambarkan keadaan di seluruh Tanah Papua itu ditampilkan dalam sebuah pameran memperingati Hari HAM sedunia di halaman Aula STFT Fajar Timur Abepura, Jl Yakonde, Kota Jayapura, Papua, Sabtu (7/12/2024).

Instalasi peta Papua “bersepatu PDL dan boots” itu menjadi daya tarik bagi para pengunjung pameran visual perjuangan melawan Program Strategis Nasional (PSN) dan militerisme di Tanah Papua. 

Penanggung jawab karya instalasi seni ini adalah Dorthea Wabiser, peneliti dan pengadvokasi di Yayasan Pusaka Bentala Rakyat. Wabiser menyampaikan ide instalasi tersebut merupakan hasil dari diskusi bersama, dan wujudnya sebagai simbol keadaan Tanah Papua saat ini yang sedang tidak baik-baik saja.

IMG 20241207 145532 scaled
Pameran instalasi seni di halaman Aula STFT Fajar Timur Abepura, Jl Yakonde, Kota Jayapura, Papua, Sabtu (7/12/2024), yang menggambarkan kondisi Tanah Papua dimana banyak aktor sedang mengontrolnya sementara ruang gerak masyarakat adat semakin sempit -Jubi/Ratty Auparai

“Instalasi ini menggambarkan ada empat aktor yang menguasai atau mengontrol Tanah Papua, keempat aktor itu kami gambarkan dengan benda yang kami letakan di atas peta ini, seperti sepatu berwana hitam ini militer, sepatu bot ini korporasi, lalu sendal jepit ini menggambarkan transmigrasi yang datang tinggal dan menduduki [menetap] Tanah Papua, ada satu yang kurang adalah sepatu-sepatu politikus,” kata Wabiser.

*****************

Jubi.id adalah media yang berbasis di Tanah Papua. Media ini didirikan dengan sumberdana masyarakat melalui donasi dan crowd funding. Dukung kami melalui donasi anda agar kami bisa tetap melayani kepentingan publik.

CLICK HERE!

*****************

Untuk sendal jepit diatur sedemikian rupa: ada yang jauh, ada yang mendekat dan ada yang menyentuh peta Papua. Hal ini menurut Dorthea Wabiser sebagai simbol periode pelaksanaan kebijakan transmigrasi ke Papua. Ada transmigran baru di tahun ini, dan ada transmigran yang sudah datang dan menetap begitu lama di Tanah Papua.

“Instalasi seni ini juga menjelaskan ada empat hal yang telah direbut dari orang Papua. Yang pertama wilayah hidup orang Papua, kedua yang diambil sumber daya alam, lalu ruang hidup masyarakat adat [pekerjaan sehari-hari], dan terakhir kesadaran diri atau identitas diri orang Papua. Ketika transmigrasi ini mereka datang ke Tanah Papua, dong menghapus identitas orang Papua lalu memberikan identitas yang baru,” tutur Wabiser.

Ilustrasi dua noken melambangkan masyarakat adat di Tanah Papua dengan jumlah populasi yang semakin sedikit serta ruang gerak yang semakin menyempit.

BERITATERKAIT

Waspada cuaca ekstrem di Tanah Papua sepekan ke depan, ini penjelasan BMKG

IMAPA desak BPK RI audit MRP se-Tanah Papua

Jejak sumur bor, eksplorasi minyak di Papua

Presiden Prabowo diminta membuka diri terkait kondisi HAM di Tanah Papua

“Salib merah adalah bentuk dari perlawanan masyarakat adat di Tanah Papua, dimana salib ini sebagai tanda larangan bagi perusahaan yang ingin merebut tanah adat, simbol untuk mengambil kembali atau melindungi tanah-tanah adat, seperti Suku Awyu [di Kabupaten Boven Digoel dan Mappi] sendiri sudah menanam lebih dair 1.400 salib,” katanya.

PSA Jubi PSA Jubi PSA Jubi

Meskipun salib merah sebagai tanda larangan ini sudah ditancap di lokasi larangan, tapi masih saja ada perusahaan yang tetap masuk untuk survey lokasi, lanjut Wabiser.

Kuwana Marian (20) mahasiswa Pendidikan Bahasa Inggris di Universitas Internasional Papua, mengakui baru pertama kalinya ikut kegiatan pameran seperti ini. “Banyak sekali yang saya dapat disini, contohnya lahan sawit itu saya pikir itu programnya baru dimulai tahun 2023, padahal programnya itu sudah lama sekali dilakukan di Papua,” ujarnya.

Marian juga mengaku baru tahu bahwa banyak terjadi pengungsian di Tanah Papua. “Saya juga baru tahu ternyata pengungsian tidak hanya di Nduga saja, tapi juga di daerah lain, seperti di Maybrat, dan Paniai,” katanya.

Dari mengamati pameran instalasi itu, Kuwana Marian mengaku menjadi tergerak untuk ikut melindungi Tanah Papua. “Jaga kitong punya Mama [Tanah Papua], Mama bisa kasih apa yang kitong mau, kehidupan yang nyaman dan damai sejahtera,” kata Marian.

Pameran yang akan berlangsung hingga tanggal 10 Desember itu adalah bagian dari rangkaian kegiatan peringatan Hari HAM tahun 2024 dari tanggal 4-10 Desember. Kegiatan telah diawali oleh Refleksi Bersama pada 4-5 Desember, kemudian dilanjutkan dengan pameran, dan diikuti oleh seminar publik pada 9 Desember yang akan ditutup oleh Jalan Salib Merah pada 10 Desember di Lapangan Zakheus, Padang Bulan, Abepura Kota Jayapura. (*)

Iklan Layanan Masyarakat ini Dipersembahkan oleh PT. Media Jubi Papua

Continue Reading
Tags: Hari HAM seduniaMiliterismeTanah Papua
ShareTweetSendShareShare

Related Posts

Topeng roh Doro

Time for Papua : Jejak Orang Asli Papua di komunitas global sejak puluhan ribu tahun lalu ada di Leiden, Belanda

February 26, 2026
Bahasa Daerah

Penerapan perda bahasa daerah di Tanah Papua sebagai upaya melindungi identitas OAP

February 9, 2026
Seni

Anak-anak Kampung Yokiwa belajar seni dengan pendekatan alam

December 21, 2025

Kolaborasi para seniman lahirkan karya makna air dalam kehidupan

December 21, 2025

Alyakha Art Center gelar residensi seni ‘Wali No’

December 16, 2025

Dewan Kesenian Tanah Papua Kabupaten Jayapura gelar musda ke-V

December 9, 2025

Discussion about this post

PT. Media Jubi Papua

Terverifikasi Administrasi dan Faktual oleh Dewan Pers

Networks

  • Post Courier
  • Vanuatu Daily Post
  • Solomon Star News
  • The Fiji Times
  • Radio New Zealand
  • Radio Djiido
  • 3CR Community Radio
  • Cook Islands News
  • Pacific News Service
  • Bouganville News
  • Marianas Variety

AlamatRedaksi

Jl. SPG Taruna Waena No 15 B, Waena, Jayapura, Papua
NPWP : 53.520.263.4-952.000
Telp : 0967-574209
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi
  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi

© 2025 Jubi – Berita Papua Jujur Bicara

No Result
View All Result
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks

© 2025 Jubi - Berita Papua Jujur Bicara