• Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi
Jubi Papua
Teras ID
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
Donasi
No Result
View All Result
Jubi Papua
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
Donasi
No Result
View All Result
Jubi Papua
No Result
View All Result
Home Seni & Budaya

Gobai: BRIN siapkan SDM Papua, bukan pindahkan artefak ke Cibinong

July 22, 2024
in Seni & Budaya, Mamta, Polhukam, Tanah Papua
Reading Time: 3 mins read
0
Penulis: Arjuna Pademme - Editor: Kristianto Galuwo
Papua

Ketua Kelompok Khusus DPR Papua John Gobai (kanan) bersama kurator Papua Enrico Kondologit. -Jubi/Arjuna

0
SHARES
664
VIEWS
FacebookTwitterWhatsAppTelegramThreads

Jayapura, Jubi – Ketua Kelompok Khusus Dewan Perwakilan Rakyat atau DPR Papua John NG Gobai menyatakan tidak setuju apabila Badan Riset dan Inovasi Nasional atau BRIN memindahkan sejumlah artefak dari Papua ke Cibinong, Jawa Barat. Menurutnya, hingga kini sebagian benda budaya Papua masih ada di Belanda dan belum dikembalikan. Akan tetapi, BRIN malah berencana membawa benda budaya yang ada di Papua ke Cibinong.

“Saya pikir ini langkah yang kurang baik, karena bagaimana pun benda-benda budaya ini harus ada di kita punya masyarakat adat Papua. Bila kita punya keterbatasan SDM (sumber daya manusia) yang bisa mengurus, maka sebenarnya BRIN punya kewajiban menyiapkan SDM kita agar bisa mengurus benda-benda budaya itu,” kata John Gobai, dalam podcast di YouTube Redaksi JubiTV, Senin (22/7/2024), yang membahas rencana pemindahan artefak dari Papua ke Cibinong.

BRIN juga mesti memperkuat museum-museum yang ada di Papua, baik Museum Loka Budaya Universitas Cenderawasih, Museum Negeri di Waena, dan Museum di Kabupaten Asmat, Papua Selatan.

“Bukan malah [mau] dibawa ke sana [Cibinong]. Lebih baik memperkuat yang di sini [Papua]. BRIN inikan sebuah badan pemerintah nondepartemen. Substansinya itu, justru BRIN harus membantu mengembangkan [yang ada] di Papua, sehingga benar-benar [benda] budaya itu tidak keluar dari Papua karena kita punya Perdasi Nomor 5 Tahun 2022 tentang Perlindungan dan Pengakuan Masyarakat Hukum Adat di Provinsi Papua,” ujarnya.

*****************

Jubi.id adalah media yang berbasis di Tanah Papua. Media ini didirikan dengan sumberdana masyarakat melalui donasi dan crowd funding. Dukung kami melalui donasi anda agar kami bisa tetap melayani kepentingan publik.

CLICK HERE!

*****************

Pada Pasal 20 Peraturan Daerah Provinsi (Perdasi) tentang Perlindungan dan Pengakuan Masyarakat Hukum Adat di Provinsi Papua, mengatur bahwa pemerintah dan masyarakat berkewajiban menginventarisasi, melindungi, dan menjaga benda-benda budaya, serta tempat sakral dan lain-lain karena itu berkaitan dengan hak budaya dan hak spiritual dari masyarakat adat.

Berdasarkan Perdasi itu, John Gobai mengharapkan dan meminta kepada Pemprov Papua untuk menyurati BRIN dan menyatakan benda budaya itu adalah bagian yang wajib dilindungi oleh masyarakat dan Pemprov Papua, sehingga tidak perlu dibawa ke Cibinong.

“Karena ini bagian dari kewajiban pemerintah daerah. Justru pemprov ini harus menjadi yang terdepan mengoordinasi kurator teman-teman budayawan, teman-teman BRIN yang ada di Isele untuk bicara dengan BRIN pusat agar tidak membawa ke Cibinong tetapi membangun yang ada di Papua. Memperkuat SDM-nya dan lain-lain,” ujar Gobai.

BERITATERKAIT

Learning Papua’s History Through the “Dreams in the Land of Papua” time museum

Sebelum Mendamaikan Dunia, Siapa Juru Damai bagi Papua?

TIME FOR PAPUA — Wereldmuseum Leiden opens First Major exhibition from The Worls’s largest Papua collection in sixty years

Velix Wanggai : Perlu Desain Ulang Peran Freeport untuk Tanah Papua

Enrico Kondologit, kurator Papua dan Museum Loka Budaya Uncen mengatakan, ia memang belum melihat informasi secara tertulis rencana pemindahan artefak ke Cibinong. Pernyataan resmi dari pimpinan BRIN, baik di pusat maupun di Jayapura, bahwa ada rencana membawa sejumlah benda-benda artefak hasil riset mereka itu ke Cibinong, juga belum pernah ada.

PSA Jubi PSA Jubi PSA Jubi

“Tapi secara lisan, dari teman-teman yang ada di dalam [BRIN] karena beberapa di antaranya adalah kolega kami dan terlibat bersama dalam riset, mereka menyampaikan bahwa informasinya sudah dari awal tahun ada rencana benda-benda itu mau dibawa ke Cibinong,” kata Enrico Kondologit.

Ia pun berupaya mencari kebenaran informasi itu, dengan menghubungi rekan-rekannya komunitas museum di Indonesia di luar Papua, dan ternyata hal itu sudah ramai diperbincangkan.

“Teman-teman di wilayah lain juga melakukan protes yang sama. Sebagai orang Papua, sebagai antropolog, sebagai kurator, sebagai Sekretaris Asosiasi Museum Indonesia wilayah Papua dan sebagai ahli cagar budaya Kota Jayapura, saya memang protes keras sekali, dan kini saya merasa tidak sendiri,” ujarnya.

Ia bersepakat bahwa kini waktunya pemerintah provinsi dan kabupaten/kota, khususnya Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, yang memiliki artefak atau benda-benda kebudayaan di Balai Arkeologi dan kini digabungkan ke BRIN, perlu bersuara sehingga tidak ada konflik interes.

“Jangan sampai orang mempertanyakan ini Enrico ada kepentingan apa sehingga berbicara terus menerus,” katanya.

Ada beberapa alasan mendasar sehingga ia menolak rencana pemindahan artefak dari Papua ke Cibinong. Bukan hanya sebagai budayawan dan antropolog, namun ia juga berkaca pada regulasi pemerintah.

Sebagai kurator, prinsipnya ia berpegang pada rujukan Undang-Undang (UU) Nomor 11 Tahun 2010 tentang Cagar Budaya, Peraturan Pemerintah Nomor 66 Tahun 2015 tentang Museum, dan terbaru itu UU Nomor 5 Tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan.

“Undang-undang tentang pemajuan kebudayaan ada 11 OPK, 10 OPK plus satu cagar budaya, itu menjamin pemerintah daerah, masyarakat adat untuk berdiri kurang lebih ada empat pilar yakni melestarikan, melindungi, mengembangkan, dan memanfaatkan,” ujarnya.

Menurutnya, bagaimana mungkin pihak di Papua mau melestarikan, melindungi, mengembangkan, dan memanfaatkan kalau artefak tersebut dipindahkan ke Cibinong. Selain itu, identitas masyarakat adat Papua yakni kebudayaan material itu tidak terpisahkan dari mereka, sebagai orang Papua.

“Ketika itu [artefak] mau dibawa keluar, saya orang pertama yang melakukan penolakan secara tertulis itu. Teman-teman di luar Papua mendukung saya mempertahankannya, agar benda-benda artefak itu tetap ada di Papua dan menjadi identitas orang Papua, untuk [nantinya] generasi muda [bisa] mempelajarinya,” katanya. (*)

Iklan Layanan Masyarakat ini Dipersembahkan oleh PT. Media Jubi Papua

Tags: Artefakbenda budayaBRINPapua
ShareTweetSendShareShare

Related Posts

LP3BH

LP3BH duga terjadi kejahatan terhadap kemanusiaan di Dogiyai

April 2, 2026
Museum Waktu

Mengenal sejarah Papua lewat museum waktu ‘Mimpi di Tanah Papua”

March 31, 2026

Benarkah survei geologi ESDM, bikin harga ikan naik di Kota Jayapura?

March 31, 2026

Penumpang di Bandara Sentani meningkat 3,3 persen selama periode Lebaran

March 30, 2026

Tifa sakral dari kulit manusia ditampilkan dalam pesta budaya Kampung Yobeh

March 30, 2026

Lapak pedagang di Pantai Yahim terendam luapan air Danau Sentani

March 28, 2026

Discussion about this post

  • Latest
  • Trending
  • Comments
Gubernur Papua

Gubernur Fakhiri sebut banyak aset Pemprov Papua tercecer dan belum tercatat

April 4, 2026
venue

Evaluasi listrik venue PON Papua, PLN dan Pemprov akan lakukan survei kebutuhan daya

April 4, 2026
Mahasiswa

IPMAPAPARA dan mahasiswa Kawanua nyatakan sikap terhadap peristiwa Dogiyai

April 4, 2026
LNG

JGC–Hyundai menang proyek LNG raksasa di Papua Nugini

April 4, 2026
beasiswa

ULMWP sebut beasiswa RI propaganda, Kedutaan RI bantah

April 4, 2026
Kaledonia Baru

UU Reformasi konstitusi Kaledonia Baru ditolak Majelis Nasional Prancis

April 4, 2026
Tambrauw

Mediasi Komnas HAM–Bupati Tambrauw, 5 DPO penyerangan Bamusbama serahkan diri

April 4, 2026
persipura

Kejar-kejaran tiket promosi ke Super League, bagaimana peluang Persipura?

April 2, 2026
beasiswa

Beasiswa LPDP-Australia Awards dibuka

April 2, 2026
ekskavator

Aktivis pertanyakan kedatangan puluhan ekskavator di wilayah adat Imekko

April 1, 2026
Peristiwa Dogiyai

Amnesty Internasional, ULMWP dan mahasiswa nyatakan sikap terhadap peristiwa Dogiyai

April 3, 2026
LNG

JGC–Hyundai menang proyek LNG raksasa di Papua Nugini

April 4, 2026
gubernur

Ini penjelasan Gubernur Fakhiri terkait pemberhentian petugas kebersihan

March 31, 2026
Gubernur

Gubernur Papua Barat sebut pekan depan ASN bekerja dari rumah setiap Jumat

April 1, 2026
Gubernur Papua

Gubernur Fakhiri sebut banyak aset Pemprov Papua tercecer dan belum tercatat

0
venue

Evaluasi listrik venue PON Papua, PLN dan Pemprov akan lakukan survei kebutuhan daya

0
Mahasiswa

IPMAPAPARA dan mahasiswa Kawanua nyatakan sikap terhadap peristiwa Dogiyai

0
LNG

JGC–Hyundai menang proyek LNG raksasa di Papua Nugini

0
beasiswa

ULMWP sebut beasiswa RI propaganda, Kedutaan RI bantah

0
Kaledonia Baru

UU Reformasi konstitusi Kaledonia Baru ditolak Majelis Nasional Prancis

0
Tambrauw

Mediasi Komnas HAM–Bupati Tambrauw, 5 DPO penyerangan Bamusbama serahkan diri

0

Trending

  • persipura

    Kejar-kejaran tiket promosi ke Super League, bagaimana peluang Persipura?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Beasiswa LPDP-Australia Awards dibuka

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Aktivis pertanyakan kedatangan puluhan ekskavator di wilayah adat Imekko

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Amnesty Internasional, ULMWP dan mahasiswa nyatakan sikap terhadap peristiwa Dogiyai

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • JGC–Hyundai menang proyek LNG raksasa di Papua Nugini

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

PT Media Jubi Papua

Terverifikasi Administrasi dan Faktual oleh Dewan Pers

PT. Media Jubi Papua

Terverifikasi Administrasi dan Faktual oleh Dewan Pers

Networks

  • Post Courier
  • Vanuatu Daily Post
  • Solomon Star News
  • The Fiji Times
  • Radio New Zealand
  • Radio Djiido
  • 3CR Community Radio
  • Cook Islands News
  • Pacific News Service
  • Bouganville News
  • Marianas Variety

AlamatRedaksi

Jl. SPG Taruna Waena No 15 B, Waena, Jayapura, Papua
NPWP : 53.520.263.4-952.000
Telp : 0967-574209
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi
  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi

© 2025 Jubi – Berita Papua Jujur Bicara

No Result
View All Result
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks

© 2025 Jubi - Berita Papua Jujur Bicara