Jayapura, Jubi – Masyarakat Antifitnah Indonesia atau Mafindo bersama koalisinya melaksanakan kampanye prebunking cek fakta, untuk melawan hoaks menjelang pilkada 2024.
Kampanye prebunking yang digelar di area Car Free Day Jembatan Merah Jayapura, Papua, Sabtu (24/8/2024), bertujuan untuk memberikan edukasi, meningkatkan kesadaran dan keterampilan kritis masyarakat, dalam menghadapi informasi yang menyesatkan (hoaks) menjelang pilkada 2024.
Kampanye ini dirancang untuk mengedukasi pengunjung dengan pendekatan yang menyenangkan, interaktif dan tidak menggurui.
Beberapa aktivitas yang dilakukan meliputi games “Hoax vs Fakta“, pengenalan kanal cekfakta.com untuk mengkonfirmasi berita, pengenalan tools antihoaks, permainan “Ular Tangga Anti Hoax,” dan board game “Fandom Warnas” (penggemar warung nasi).
*****************
Jubi.id adalah media yang berbasis di Tanah Papua. Media ini didirikan dengan sumberdana masyarakat melalui donasi dan crowd funding. Dukung kami melalui donasi anda agar kami bisa tetap melayani kepentingan publik.
*****************
Kampanye prebunking merupakan hasil kolaborasi antara Mafindo, AJI (Aliansi Jurnalis Independen) dan AMSI (Asosiasi Media Siber Indonesia) yang tergabung dalam Koalisi Cek Fakta, dan didukung oleh Google News Initiatives. Tujuannya untuk memperkuat literasi media dan meningkatkan pemahaman masyarakat tentang pentingnya verifikasi informasi, terutama menjelang Pilkada 2024.
Pada masa ini, potensi persebaran gangguan informasi, baik misinformasi, disinformasi, dan malinformasi, maupun ujaran kebencian meningkat tajam.
Mafindo mencatat sejak 2018 hingga 2023 disinformasi dengan tema politik terus meningkat, teruma selama pemilu. Oleh karena itu, masyarakat perlu waspada agar tidak tertipu oleh informasi yang salah.
Koordinator Mafindo Jayapura, Nahria mengatakan, kampanye ini sangat penting dilakukan menjelang Pilkada 2024, karena konten hoaks politik pada masa pemilu begitu cepat tersebar.
“Kegiatan ini menjadi pemantik kepada masyarakat Jayapura untuk bersama-sama melakukan perlawanan terhadap persebaran gangguan informasi,” ujar Nahria melalui siaran pers kepada Jubi di Jayapura, Papua, Sabtu (24/8/2024).
Sementara itu, anggota presidium Mafindo dan Pengampu Perluasan Jejaring Timur, Mark Ufie mengatakan, disinformasi sering dipakai untuk menyerang kandidat sebagai bagian dari kampanye gelap. Hal ini sangat berbahaya jika dibiarkan begitu saja. Oleh karena itu, masyarakat perlu disadarkan atas kondisi yang mengancam ini.
“Melalui kampanye prebunking, semakin banyak masyarakat Jayapura yang bisa terlibat dalam gerakan perlawanan terhadap hoaks dan ujaran kebencian,” kata Mark Ufie.
Ufie berkata, melalui kegiatan yang interaktif dan edukatif, pihaknya berharap agar dapat memberikan edukasi dan memperkenalkan berbagai kanal, serta alat yang dapat digunakan untuk memverifikasi informasi, baik terkait pilkada, maupun hal-hal lainnya.
Dia menyebutkan, CekFakta.com adalah sebuah proyek kolaboratif pengecekan fakta yang diinisiasi Mafindo, AJI, dan AMSI. Kolaborasi ini diluncurkan di ‘Trusted Media Summit 2018’ pada Sabtu (5/5/2018) di Jakarta, dengan melibatkan puluhan media online di Indonesia, serta jejaring ratusan pemeriksa fakta di seluruh Indonesia.
Sedangkan Mafindo adalah organisasi nirlaba yang didedikasikan untuk memerangi misinformasi dan hoaks. Berdiri pada tahun 2016, Mafindo memiliki lebih dari 95.000 anggota online dan 1.000 sukarelawan.
Mafindo memiliki 20 kantor yang tersebar di seluruh Indonesia dan mencakup berbagai bidang. Namun tidak terbatas pada pencegahan hoaks, hoax busting, edukasi publik, seminar, lokakarya, advokasi, pengembangan teknologi antihoaks, penelitian, dan keterlibatan sosial di tingkat akar rumput. (*)
Iklan Layanan Masyarakat ini Dipersembahkan oleh PT. Media Jubi Papua

















Discussion about this post