Jayapura, Jubi – Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Ribka Haluk menyatakan penanganan korban dugaan keracunan setelah menyantap Makan Bergizi Gratis (MBG) di Distrik Depapre, Kabupaten Jayapura, Provinsi Papua, Selasa (4/8/2026), mesti diprioritaskan.
Ribka Haluk menegaskan, pemerintah akan terus mengawal proses penanganan hingga seluruh korban pulih sepenuhnya, dan memastikan koordinasi lintas kementerian, pemerintah daerah, dan seluruh pemangku kepentingan berjalan efektif.
Pernyataan ini disampaikan Ribka Haluk saat turun ke Kabupaten Jayapura, Provinsi Papua, memastikan penanganan dugaan keracunan massal Program Makan Bergizi Gratis (MBG) berjalan cepat, tepat, dan menyeluruh, Kamis (6/8/2026).
Dalam kunjungan kerja tersebut, Ribka mendampingi Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Mayjen TNI Trenggono, melakukan monitoring terhadap penanganan korban dugaan keracunan Program MBG di Distrik Depapre.
“Penanganan korban harus menjadi prioritas utama. Pemerintah hadir untuk memastikan setiap warga memperoleh pelayanan kesehatan yang terbaik, sekaligus memastikan seluruh proses penanganan berlangsung cepat, terpadu, dan tuntas,” kata Ribka Haluk.
Katanya, kunjungan ini merupakan bentuk keseriusan pemerintah dalam merespons kejadian yang menimpa ratusan penerima manfaat Program MBG, dan memastikan seluruh korban mendapatkan pelayanan yang memadai sekaligus memberikan dukungan moril kepada para pasien juga keluarganya.
Ribka Haluk bersama Mayjen TNI Trenggono terlebih dahulu mengikuti rapat koordinasi bersama Pemerintah Provinsi Papua, Pemerintah Kabupaten Jayapura, Kementerian Kesehatan, unsur TNI/Polri, serta instansi terkait guna memastikan seluruh langkah penanganan dilakukan secara terpadu.
Dalam arahannya, Ribka menegaskan Kementerian Dalam Negeri hadir sebagai fasilitator yang memfasilitasi antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah agar penanganan korban berjalan cepat dan komprehensif sesuai dengan laporan.
Menurutnya, Program Makan Bergizi Gratis merupakan program strategis Presiden yang bertujuan meningkatkan kualitas gizi masyarakat sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah melalui pemberdayaan masyarakat dan pelaku usaha lokal.
“Karena itu, pelaksanaannya harus memenuhi standar keamanan pangan yang tinggi,” ucapnya.
Usai rapat koordinasi, Wamendagri bersama Wakil Kepala BGN meninjau para pasien yang masih menjalani perawatan di Puskesmas Depapre.
Di lokasi tersebut, Ribka berdialog langsung dengan tenaga kesehatan untuk memastikan seluruh korban memperoleh pelayanan medis yang cepat, tepat, dan optimal.
“Keselamatan dan kesehatan para korban adalah prioritas utama. Pemerintah harus memastikan seluruh pasien memperoleh pelayanan kesehatan terbaik hingga benar-benar pulih. Kita ingin memastikan seluruh penanganan berjalan maksimal,” ujarnya.
Selanjutnya, rombongan mengunjungi Posko Penanganan Korban di Kantor Distrik Depapre, tempat sejumlah pasien masih menjalani observasi dan perawatan.
Wamendagri menyapa para pasien dan keluarga serta mendengarkan langsung perkembangan kondisi mereka dari tenaga kesehatan yang bertugas.
Setelah itu, rombongan melanjutkan kunjungan ke RSUD Yowari untuk melihat kondisi para pasien yang masih menjalani perawatan lanjutan.
Di rumah sakit tersebut, Wamendagri Ribka Haluk bersama Mayjen TNI Trenggono berdialog langsung dengan pasien, keluarga pasien, serta tenaga kesehatan guna memastikan pelayanan kesehatan terus diberikan secara optimal. (*)




Discussion about this post