Jayapura, Jubi –– Biro Sumber Daya Manusia Kepolisian Daerah Papua menggelar Rapat Hasil Sidang Akhir Penerimaan Bintara Polri dan Tamtama Polri Polda Papua 2024 di Mako Brimob Kotaraja, Kota Jayapura, Provinsi Papua, Selasa (9/7/2024).
Rapat Sidang Akhir itu terdiri dari pengumuman Calon Bintara Papua Selatan dan Papua Tengah, dan Calon Tamtama Polri Polda Papua. Disampaikan sebanyak 58 pemuda asli Papua diterima sebagai Tamtama Polri dan 25 non-Orang Asli Papua. Total Tamtama Polri yang lulus 83 orang.
Sedangkan untuk Bintara Polri sebanyak 1.333 pemuda asli Papua dinyatakan lulus dam non orang asli Papua 667 orang. Total 2.000 orang.
*****************
Jubi.id adalah media yang berbasis di Tanah Papua. Media ini didirikan dengan sumberdana masyarakat melalui donasi dan crowd funding. Dukung kami melalui donasi anda agar kami bisa tetap melayani kepentingan publik.
*****************

“Tahun ini masing-masing Kepolisian Sektor (Polres) mendapat kuota sesuai dengan kebijakan yang Kapolda Papua berikan kepada anak-anak Papua, dengan maksud untuk pemerataan masing-masing daerah,” kata Kepala Biro SDM Polda Papua Kombes l Sugandi di Kota Jayapura, Rabu (10/7/2024).
Dengan melihat jumlah penerimaan OAP dan non-OAP itu, Sugandi menyatakan kebijakan ini merupakan salah satu bentuk rasa peduli dan cinta dari Mabes Polri melalui Kapolda Papua kepada anak-anak generasi muda yang ada di Bumi Cenderawasih.
Oleh karena itu, Kombes Sugandi mengimbau kepada anak-anak muda yang dinyatakan lulus untuk dapat mempersiapkan dirinya mengikuti pendidikan di Sekolah Polisi Negara (SPN) yang sudah ditentukan.
“Selama menunggu proses tahapan selanjutnya, diharapkan tetap meningkatkan disiplin dalam mengikuti pendidikan nantinya,” ujarnya.
Menurut ia, beberapa dari anak-anak muda akan dikirim melanjutkan pendidikan di SPN yang ada di pulau-pulau luar Papua, seperti di Provinsi Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur. Kemudian dilanjutkan dengan magang selama setahun.

“Hal ini dilakukan supaya dapat melakukan pertukaran budaya maupun pola pikir, seperti menyerap cara kerja polisi di luar Papua sehingga nanti diimplementasikan selama berdinas di Papua,” katanya.
Untuk anak-anak muda yang dinyatakan belum lulus, Kombes Sugandi mengingatkan agar tidak kecewa dan berkecil hati, tetapi dipersilakan mengambil waktu untuk mempersiapkan diri sebaik mungkin sebelum ikut tes berikutnya.
“Bagi calon siswa yang saat ini dinyatakan belum lulus dalam penerimaan anggota Polri, baik Akpol, Bintara, maupun Tamtama agar menyiapkan diri pada penerimaan Polri berikutnya, lebih maksimal dan mendapatkan nilai sesuai standar yang telah ditentukan,” ujarnya.
Kepala Kepolisian Daerah Papua Irjen Mathius D Fakhiri mengatakan seluruh pemuda asli Papua yang sudah dinyatakan lulus akan menempuh pendidikan kepolisian di SPN yang ada di luar Papua. Sedangkan non-Papua akan menjalani pendidikan di SPN Base-G Kota Jayapura.
“Meskipun terpisah nantinya yang jalani pendidikan di Jayapura akan bergabung dengan yang sekolah di luar untuk magang selama setahun,” kata Fakhiri.
Ia berharap, dengan adanya kebijakan ini akan terjadi transformasi orang Papua dan anak-anak Papua yang lahir dan besar di Papua sehingga betul-betul bisa bekerja iklas dan tulus untuk menjadi penghubung antara kepolisian dengan masyarakat.
“Di sisi lain, mereka juga bisa memberikan kontribusi hukum terhadap saudara-saudaranya sehingga kita semua akan menuju Papua Tanah Damai,” ujarnya.

Melantik 489 Bintara Polri
Kapolda Papua Irjen Mathius D Fakhiri resmi menutup Pendidikan Pembentukan Bintara Polri Gelombang I 2024, di lapangan SPN Polda Papua, Kamis (11/7/2024).
Jumlah Bintara Polri yang dilantik berjumlah 489 orang, terdiri Polda Papua sebanyak 294 orang dan 195 orang dari Bintara Papua Barat.
“Saya bersyukur anak-anak sudah menempuh pendidikan kurang lebih 5 bulan. Saya berharap dengan dilantiknya menjadi Bintara Polri mereka bisa menjadi garda terdepan dari Polda Papua maupun Polda Papua Barat untuk betul-betul melayani masyarakat dengan ikhlas,” katanya.
Menurut Fakhiri, ratusan bintara remaja yang baru dilantik juga akan disiapkan untuk pengamanan Pilkada serentak pada November mendatang.
“Setelah ini mereka akan libur sebentar dan langsung kembali ke Polda Papua. Di Polda mereka nanti dibagi tiga, ada yang ke Brimob, Biro SDM, dan di Samapta. Mereka akan disiapkan untuk Pilkada November,” ujarnya.

Selain untuk pengamanan Pilkada, di Papua ada tiga provinsi baru, dan bintara baru ini akan disiapkan juga ke beberapa titik.
“Saya berharap dari sini nanti kita secara bertahap, saya mau pemenuhan personel itu ada di tiap polres dulu supaya kalau polres kuat pada saatnya nanti hadirnya polda-polda baru tentunya sudah tidak akan kekurangan lagi personel di polda-polda baru,” ujarnya.
Marthen Drunyi, calon Tamtama Brimob menyampaikan terima kasih kepada Polri, khususnya Kapolda Papua yang sudah memberikan ruang seluas-luasnya kepada anak-anak asli Papua.
“Saya sudah ikut tes sebanyak dua kali dan tes ketiga baru dinyatakan lulus. Saya sangat berterima kasih kepada Bapak Kapolda Fakhiri untuk kebijakan yang diberikan,” kata Drunyi.
Kepada anak-anak Papua yang dinyatakan belum lulus, Drunyi meminta untuk tidak patah arang, sebab penerimaan Polri masih akan berlanjut hingga 2028.
“Silahkan teman-teman persiapkan diri lebih baik lagi dan tetap semangat. Semoga pada tes berikutnya kalian bisa lulus seperti saya,” ujarnya. (*)
Iklan Layanan Masyarakat ini Dipersembahkan oleh PT. Media Jubi Papua




















Discussion about this post