Sentani, Jubi – Lokasi pelayanan Puskesmas Khomba Wallyauw mesti berpindah-pindah tempat akibat penyegelan lahan oleh pemilik hak ulayat. Puskesmas tersebut saat ini harus menempati rumah pribadi tenaga medis setempat sebagai pusat sementara pelayanan.
Kepala Puskesmas Khomba Wallyauw Dolly Sorondanya mengatakan lokasi puskesmas sudah tiga kali disegel atau dipalang pemilik hak ulayat lahan. Pemalangan pertama pada pertengahan 2023, pemalangan kedua pada Desember 2023–Mei 2024, dan pemalangan ketiga pada 23 Desember 2024 hingga sekarang.
“Setelah pemalangan ketiga, kami melaksanakan pelayanan [sementara] di Balai Kampung Yobe. Karena Balai Kampung Yobe tidak bisa lagi digunakan, kami cari tempat baru,” kata Sorondanya, Kamis (23/1/2025)
Puskesmas Khomba Wallyauw berlokasi di Kampung Yobe, Distrik Sentani, Kabupaten Jayapura. Pemindahan lokasi layanan ke rumah pribadi tersebut membuat petugas kewalahan dalam melayani pasien dan menempatkan peralatan serta obatan-obatan.
“Tempatnya terbatas sehingga kami harus merancangnya supaya pelayanan [terhadap pasien] tetap leluasa. Kami juga harus menyimpan alat dan obat-obatan di rumah petugas lain karena di sini kurang aman,” kata Sorondanya.
Menurutnya, sebagian obat-obatan juga masih tersimpan di puskesmas. Mereka mesti mengambilnya setiap pagi, sebelum membuka pelayanan di tempat sementara. Sorondanya berharap Pemerintah Kabupaten Jayapura segera menyelesaikan konflik kepemilikan lahan puskesmas tersebut supaya pelayanan mereka kembali normal.
“Tempat ini [lokasi sementara] berada di dekat jalan raya. Area parkir kendaraannya juga sangat terbatas,” ujar Sorondanya.
Lokasi sementara layanan Puskesmas Khomba Wallyauw berada di kawasan ujung landasan Bandara Sentani. Jaraknya sekitar 100 meter dari puskesmas.
Lokasi sementara tersebut menumpang di rumah pribadi Grace Mulyani Pallo, petugas farmasi Puskesmas Khomba Wallyauw. Rumah Pallo dijadikan sebagai tempat sementara sejak 6 Januari lalu.
“Saya ingin pelayanan kami tetap berjalan. Tempat ini juga strategis dan tidak terlalu jauh dari puskesmas,” kata Pallo. (*)




Discussion about this post