• Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi
Jubi Papua
Teras ID
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
Donasi
No Result
View All Result
Jubi Papua
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
Donasi
No Result
View All Result
Jubi Papua
No Result
View All Result
Home Pasifik

PANG: Pemimpin Pasifik harus menunda perjanjian keamanan baru

September 1, 2026
in Pasifik
Reading Time: 2 mins read
0
Penulis: Dominggus A. Mampioper - Editor: Arjuna Pademme
PANG

Koordinator PANG Joey Tau- Jubi/fijitimes.com.fj

0
SHARES
342
VIEWS
FacebookTwitterWhatsAppTelegramThreads

Jayapura, Jubi-  Saat para pemimpin Pacific Islands Forum (PIF) berkumpul di Koror untuk pertemuan Pemimpin Pacific Islands Forum ke-55 (55 PILFM), Pacific Network on Globalization (PANG) sedang berlangsung beberapa langkah menuju perjanjian keamanan regional yang baru, dan mendesak pemerintah, masyarakat sipil, serta komunitas di Pasifik diberikan kesempatan untuk mencermati dan memperdebatkan usulan tersebut.

Hal ini dikatakan Ketua Aliansi Organisasi Non-Pemerintah Regional Pasifik (PRNGO) sekaligus Koordinator PANG, Joey Tau dalam keterangan pers yang diterima Jubi, Selasa (1/9/2026).

Joey Tau menyatakan bahwa kawasan Pasifik perlu mempertanyakan apakah perkembangan ini memperkuat kemitraan regional yang sejati atau justru mengarahkan kawasan tersebut menuju arsitektur keamanan yang semakin dibentuk oleh kekuatan eksternal.

“Apakah Pasifik sedang berubah menjadi sebuah ‘benteng’ alih-alih menjadi mitra sejati? Saat ini, pembangunan kerangka kerja keamanan yang cepat dan tanpa koordinasi sedang membentuk wajah Blue Pacific. Struktur hukum yang baru berisiko mengunci kehadiran kekuatan militer eksternal, akses, serta militerisasi konvensional,” katanya.

“Yang mengejutkan, kerangka kerja ini sama sekali tidak menyinggung soal demiliterisasi maupun non-proliferasi nuklir.”

“Pertanyaan besarnya bukanlah apakah kawasan ini membutuhkan keamanan. Melainkan siapa yang mendefinisikannya, siapa yang mengendalikannya, dan siapa yang sebenarnya menanggung konsekuensinya,” ucapnya.

Dengan BPOPRST dan RODF yang kini sedang diproses di tingkat kawasan, PANG berpendapat bahwa pemerintah dan masyarakat Pasifik harus memiliki kesempatan yang bermakna untuk mengkaji implikasi jangka panjangnya sebelum perjanjian internasional yang permanen disepakati.

BERITATERKAIT

Pemimpin Pasifik bersatu dalam isu iklim di sidang umum PBB

Para pemimpin Pasifik mendesak Jakarta mengizinkan kunjungan PBB ke Papua Barat

Jelang Pre-COP: Masyarakat sipil Pasifik meluncurkan ‘seruan funafuti keadilan iklim’

Pemimpin Fiji serukan pengawasan terhadap perjanjian keamanan Fiji-Australia

“Kita membutuhkan kendali politik yang nyata dan pengawasan masyarakat sipil sebelum perjanjian internasional yang permanen ditetapkan secara resmi. Kedaulatan kita sedang dipertaruhkan,” ujar Tau.

“Seperti apa wujud ‘Samudra Kedamaian’ yang sesungguhnya bagi masyarakat Pasifik,” ucapnya.

PANG mendesak para Pemimpin Forum untuk memastikan bahwa keputusan keamanan kawasan tetap berada sepenuhnya di bawah kendali politik Pasifik serta berlandaskan pada prioritas, kedaulatan, dan aspirasi masyarakat Pasifik.

PANG menyampaikan kekhawatiran atas usulan Perjanjian Keamanan Regional Samudra Pasifik Biru untuk Perdamaian (BPOPRST) dan Kerangka Kerja Pengerahan Operasi Regional (RODF), dan menyerukan pengawasan yang lebih ketat dari pemerintah, masyarakat sipil, dan komunitas Pasifik sebelum perjanjian tersebut diselesaikan.

Seruan PANG ini muncul di tengah proses pembahasan berbagai kerangka kerja keamanan regional yang baru—termasuk usulan *Blue Pacific Ocean of Peace Regional Security Treaty* (BPOPRST) dan *Regional Operations Deployment Framework* (RODF)—di tingkat kawasan.

Laporan terbaru PANG, Fortress or Partner? Analysing Regional Insecurities and Pacific Militarisation Through Regional Compacts, memperingatkan bahwa usulan-usulan tersebut tidak dapat ditinjau secara terpisah dari institusi keamanan, perjanjian bilateral, serta mekanisme pengerahan militer yang kini tengah terbentuk di seluruh kawasan Pasifik.

Pacific Network on Globalisation (PANG) adalah lembaga pemantau kawasan yang memperjuangkan hak masyarakat Pasifik untuk menentukan nasib sendiri.

PANG memiliki visi tentang kawasan Pasifik di mana hak-hak masyarakat kita untuk menentukan nasib sendiri, hidup mandiri, dan berdikari diakui serta dijunjung tinggi.

Begitu isi keterangan pers yang diterima jubi.id dari Jennis Naidu Manajer Media & Komunikasi, PANG yang berkantor pusat di Suva, Fiji. (*)

Tags: PANGPemimpin PasifikPerjanjian Keamanan
ShareTweetSendShareShare

Related Posts

isu iklim

Pemimpin Pasifik bersatu dalam isu iklim di sidang umum PBB

September 30, 2026
Pasifik

Para pemimpin Pasifik mendesak Jakarta mengizinkan kunjungan PBB ke Papua Barat

September 28, 2026

Jelang Pre-COP: Masyarakat sipil Pasifik meluncurkan ‘seruan funafuti keadilan iklim’

September 28, 2026

Pemimpin Fiji serukan pengawasan terhadap perjanjian keamanan Fiji-Australia

September 22, 2026

Pemimpin Pasifik ditantang mengubah kata-kata menjadi Tindakan

September 3, 2026

PM Kepulauan Solomon: Tidak ada lagi kerahasiaan terkait perjanjian dengan negara lain

August 10, 2026

Discussion about this post

Survey Pembaca
Reader's Survey

English Story

Intan Jaya students mark one year since Soanggama killings
16 October 2026
Intan Jaya students mark one year since Soanggama killings

Jayapura, Jubi — Dozens of students from the Somatua Intan Jaya Independent Student Community (KOMISI) have held a public rally [...]

TPNPB Claims to Have Executed Security Personnel; Damai Cartenz Task Force Says Victims Were Civilians
16 October 2026
TPNPB Claims to Have Executed Security Personnel; Damai Cartenz Task  Force Says Victims Were Civilians

Jayapura, Jubi — The West Papua National Liberation Army (TPNPB) claims to have executed four people in Dekai, the capital [...]

Smoke Haze Blankets Timika as Children Report Health Problems
15 October 2026
Smoke Haze Blankets Timika as Children Report Health Problems

Jayapura, Jubi – Thick smoke haze has blanketed Timika, the capital of Mimika Regency in Central Papua, with smoke from [...]

BPJS Health Supervisory Board reviews Healthcare Services in Jayapura Regency
15 October 2026
BPJS Health Supervisory Board reviews Healthcare Services in Jayapura Regency

Sentani, Jubi – Lula Kamal, a member of the supervisory board of Indonesia’s Health Social Security Agency (BPJS Kesehatan), visited [...]

Moi Indigenous Clan block Palm Oil Company over alleged damage to ancestral burial site
14 October 2026
Moi Indigenous Clan block Palm Oil Company over alleged damage to ancestral burial site

Sorong, Jubi – Indigenous Moi people from the Klagilit Maburu/Mawera clan blocked access to palm oil company PT Inti Kebun [...]

  • Latest
  • Trending
  • Comments
Ibu-ibu asal Korowai, Kabupaten Yahukimo, Provinsi Papua Pegunungan yang berada di salah satu lokasi pengungsian di dalam hutan pada bulan Juli 2026 - Dok Jubi

Gereja KINGMI serukan kebutuhan mendesak warga yang dilaporkan mengungsi di Pegunungan Papua

October 17, 2026
Kejari Merauke

Jaksa telusuri pengadaan barang dalam proyek revitalisasi Unmus

October 16, 2026
Pemkab Merauke bangun rumah warga

Pemkab Merauke bangun 137 rumah warga pada tahun anggaran 2026

October 16, 2026
Musik adalah pemersatu

Gubernur Nawipa: Musik adalah sarana pemersatu

October 16, 2026
Kapolda Papua Barat cek antrean kendaraan

Kapolda Papua Barat tinjau antrean kendaraan di SPBU

October 16, 2026
Kabut asap di Fakfak

Kota Fakfak masih diselimuti kabut asap

October 16, 2026
Bank Mandiri

Bank Mandiri buka pintu emas lewat Livin Rp50.000

October 16, 2026
Derby Papua

Derby Papua: Dua klub musafir, Mutiara Hitam versus Badai Pasifik

October 15, 2026
Bank Mandiri

Bank Mandiri buka pintu emas lewat Livin Rp50.000

October 16, 2026
TPNPB klaim eksekusi aparat keamanan

TPNPB klaim eksekusi aparat keamanan, Satgas Damai Cartenz: Korban warga sipil

October 15, 2026
Tersangka korupsi pembangunan kantor Bupati Boven Digoel

Kejari Merauke tetapkan tiga tersangka korupsi pembangunan kantor Bupati Boven Digoel

October 15, 2026
Kejari Merauke

Kejari Merauke dalami dugaan lima kegiatan fiktif dalam APBD Mappi

October 15, 2026
Distrik Oksibil tertibkan penyakit sosial

Pemerintah Distrik Oksibil tertibkan penyakit sosial

October 16, 2026
Mimbar bebas Soanggama berdarah

Mahasiswa Intan Jaya peringati satu tahun tragedi Soanggama Berdarah

October 15, 2026
Ibu-ibu asal Korowai, Kabupaten Yahukimo, Provinsi Papua Pegunungan yang berada di salah satu lokasi pengungsian di dalam hutan pada bulan Juli 2026 - Dok Jubi

Gereja KINGMI serukan kebutuhan mendesak warga yang dilaporkan mengungsi di Pegunungan Papua

0
Kejari Merauke

Jaksa telusuri pengadaan barang dalam proyek revitalisasi Unmus

0
Pemkab Merauke bangun rumah warga

Pemkab Merauke bangun 137 rumah warga pada tahun anggaran 2026

0
Musik adalah pemersatu

Gubernur Nawipa: Musik adalah sarana pemersatu

0
Kapolda Papua Barat cek antrean kendaraan

Kapolda Papua Barat tinjau antrean kendaraan di SPBU

0
Kabut asap di Fakfak

Kota Fakfak masih diselimuti kabut asap

0
Bank Mandiri

Bank Mandiri buka pintu emas lewat Livin Rp50.000

0

PT Media Jubi Papua

Terverifikasi Administrasi dan Faktual oleh Dewan Pers

PT. Media Jubi Papua

Terverifikasi Administrasi dan Faktual oleh Dewan Pers

Networks

  • Post Courier
  • Vanuatu Daily Post
  • Solomon Star News
  • The Fiji Times
  • Radio New Zealand
  • Radio Djiido
  • 3CR Community Radio
  • Cook Islands News
  • Pacific News Service
  • Bouganville News
  • Marianas Variety

AlamatRedaksi

Jl. SPG Taruna Waena No 15 B, Waena, Jayapura, Papua
NPWP : 53.520.263.4-952.000
Telp : 0967-574209
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi
  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi

© 2025 Jubi – Berita Papua Jujur Bicara

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks

© 2025 Jubi - Berita Papua Jujur Bicara