• Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi
Jubi Papua
Teras ID
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
Donasi
No Result
View All Result
Jubi Papua
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
Donasi
No Result
View All Result
Jubi Papua
No Result
View All Result
Home Nasional & Internasional

Bandara Antariksa di Biak: Antara pangkalan militer dan peluncuran satelit

August 28, 2026
in Nasional & Internasional
Reading Time: 4 mins read
0
Penulis: Dominggus A. Mampioper - Editor: Arjuna Pademme
Biak

Jurnalis Jubi Dominggus Mampioper suasana dengan latar belakang Pesawat Antonov Rusia di Bandara Biak, 5 Desember 2017. Pesawat ini berangkat dari Vladisotok ke Bandara Frans Kaisiepo di Biak- Jubi.Dok

0
SHARES
24
VIEWS
FacebookTwitterWhatsAppTelegramThreads

Jayapura, Jubi – Letak Pulau Biak yang lokasinya sangat strategis di dekat garis khatulistiwa membuat Rusia tertarik dan mengusulkan pembangunan fasilitas peluncuran satelit komersial (pelabuhan antariksa) di Biak. Rencana semula menggunakan pesawat angkut berat milik Rusia.

Presiden Republik Indonesia (RI) ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) ketika itu telah menyetujui kesepakatan kerja sama strategis pada 2006.

Dua puluh tahun kemudian di masa pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, penandatanganan MoU yang telah dilakukan oleh Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Prof. Arif Satria, Wakil Gubernur Papua, Aryoko Rumaropen dan Bupati Biak Numfor, Markus O. Mansnembra pada 13 Juni 2026.

Selain itu, pemerintah India juga berminat dalam pengembangan sector antariksa di Biak termasuk pembangunan fasilitas peluncuran satelit.

Dalam kunjungan ke Jakarta awal Juli ke Jakarta dan Yogyakarta, Perdana Menteri (PM) India, Narendra Modi menawarkan dukungan bagi Indonesia untuk mengembangkan kemampuan di sektor antariksa, termasuk pembangunan fasilitas peluncuran satelit.

Menurutnya, kerja sama teknologi masa depan antara India dan Indonesia memiliki potensi yang sangat besar untuk terus dikembangkan.

Ia mengatakan, hubungan kedua negara di sektor antariksa sebenarnya telah terjalin cukup lama. Salah satunya melalui fasilitas pelacakan satelit di Biak, Papua, yang mendukung program antariksa India.

BERITATERKAIT

AS identifikasi militernya yang hilang saat perang Dunia II di Biak

Siapa yang berkomitmen dalam rencana pembangunan Bandar Antariksa di Biak?

Five Killed, Three Missing in Suspected World War II Bomb Explosion in Biak

Ledakan bom di Biak, lima orang tewas, tiga belum ditemukan

Saat BRIN dan Organisasi Riset Antariksa India (ISRO) sepakat memperkuat kerja sama dalam bidang teknologi antariksa di Biak Numfor. Kerja sama ini mencakup rencana pembangunan stasiun bumi baru di Indonesia serta peningkatan kapasitas sumber daya manusia.

PSA Jubi PSA Jubi PSA Jubi

BRIN kini mengoperasikan empat stasiun bumi di Indonesia, salah satunya adalah KSL Stasiun Bumi BRIN di Biak yang dilengkapi lima antena untuk mendukung fungsi tracking, telemetri dan comment (TTC), sebagaimana dilansir Jubi dari laman www.brin.go.id.

Kerja sama antara BRIN dan ISRO telah terjalin sejak 1995. Melalui inisiatif terbaru ini, kedua pihak berharap dapat memperkuat kapasitas teknologi antariksa dan memberikan manfaat nyata bagi kedua negara.

BRIN berkomitmen mempercepat pembangunan bandar antariksa nasional di Pulau Biak, Papua. Komitmen itu ditunjukkan melalui penguatan kerjasama dengan perusahaan antariksa Rusia, Roscosmos.

Penguatan kerjasama dilakukan saat kunjungan Kepala BRIN Arif Satria ke markas Roscosmos di Rusia pada Rabu (8/4/2026), sebagaimana dilansir dari www.brin.go.id.

Dikatakan bahwa kolaborasi BRIN dengan Roscosmos menjadi langkah strategis dalam mendukung ambisi Indonesia membangun pelabuhan antariksa pertama di Asia Tenggara.

Saat meninjau Glavkosmos, Kepala BRIN juga menjajaki peluang kerja sama lebih lanjut, khususnya dalam aspek komersialisasi layanan antariksa.

Menurut Arif Satria, pembangunan bandar antariksa di Biak membutuhkan kolaborasi global, terutama dengan negara yang memiliki pengalaman dan teknologi maju di sektor antariksa.

“Karena sekarang kami berencana membangun Bandar Antariksa di Pulau Biak, Papua dan tentu saja salah satu yang terbaik dari teknologi ruang angkasa adalah Rusia. Rusia adalah salah satu mitra kami dalam mengembangkan ekosistem antariksa kami,” ucapnya.

Biak dipilih karena letaknya yang dekat dengan garis ekuator. Hal itu memberikan keunggulan teknis dan efisiensi energi dalam peluncuran roket ke berbagai jenis orbit satelit.

Biak juga mempunyai ruang terbuka ke Pasifik sehingga roket tingkat awal bisa jatuh di laut lepas. Bahkan dua hingga empat pesawat pengebom strategis jarak jauh jenis Tupolev Tu-95MS (dijuluki Bear ) yang mampu membawa senjata nuklir.

Pesawat pesawat ini terbang dari  Vladivostok , melintasi Samudra Pasifik, menyebarkan khatulistiwa, dan mendarat di Biak dengan jarak tempuh sekitar 7.000 kilometer.

Pesawat pengebom strategis Rusia benar-benar pernah singgah diBandara Frans Kaisiepo , Biak , Papua, pada 5 Desember 2017

Minat Rusia sangat besar untuk pengembangan Bandar Antariksa di Biak, namun Duta Besar (Dubes) Rusia untuk Indonesia Sergei Tolchenov menyatakan Rusia dan Indonesia masih dalam tahap diskusi terkait kolaborasi pengembangan bandar antariksa di Biak, Papua, dan menyangkal bahwa fasilitas tersebut akan menjadi pangkalan militer Rusia.

Ia mengatakan, BRIN telah mengundang dan berdiskusi dengan badan antariksa Rusia, Roscosmos, mengenai potensi kerja sama tersebut.

“Kami bahkan belum sampai pada tahap awal kerja sama, pertemuan itu baru sebatas diskusi awal,” kata Tolchenov dalam media briefing di Jakarta, Rabu (26/8/2026) sebagaimana dikutip Jubi dari Kantor Berita Antara.

Ia mengonfirmasi belum ada satupun perjanjian kerja sama yang ditandatangani antara kedua belah pihak dan menyebut ada kemungkinan bahwa BRIN tengah menjalin pembahasan serupa dengan negara lain.

Meski begitu, ia tetap menegaskan komitmen negaranya untuk mendukung rencana pengembangan bandar antariksa pertama milik Indonesia itu, mengingat Rusia memiliki teknologi yang sudah teruji di bidang keantariksaan.

“Keputusan sepenuhnya ada di tangan BRIN untuk memilih mitra. Namun jika Roscosmos dan Rusia yang dipilih, kami akan sangat senang dan saya yakin kami mampu mewujudkan proyek ini untuk Indonesia,” ucapnya.

Terkait isu pemanfaatan bandar antariksa di Biak sebagai pangkalan udara Rusia, Dubes Tolchenov menyangkal hal tersebut dan menegaskan bahwa fasilitas keantariksaan tersebut merupakan murni milik Indonesia tanpa adanya fungsi ganda untuk kepentingan pihak asing.

Ia percaya Indonesia sebagai negara yang berdaulat tidak akan pernah memperbolehkan wilayahnya menjadi pangkalan militer bagi negara lain.

“Kalaupun nanti Indonesia menggunakan bandar antariksa itu untuk meluncurkan satelit militer atau fasilitas keantariksaan lainnya, itu adalah keputusan Indonesia,” kata Tolchenov.

Pemerintah Indonesia tengah berupaya untuk mempercepat pengembangan bandar antariksa di Biak, salah satunya dengan menerbitkan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 22 Tahun 2026 tentang Penyelenggaraan Bandar Antariksa pada Mei 2026.

Selain Rusia, Indonesia juga sedang menjajaki kerja sama di bidang keantariksaan dengan India. Hal tersebut terungkap dalam kunjungan Perdana Menteri (PM) India Narendra Modi ke Jakarta awal Juli lalu. (*)

Continue Reading
Tags: Bandar Antariksa BiakBandara AntariksaBiakpangkalan militerpeluncuran satelit
ShareTweetSendShareShare

Related Posts

Militer AS hilang di Biak perang dunia

AS identifikasi militernya yang hilang saat perang Dunia II di Biak

July 28, 2026
pembangunan Bandar Antariksa di Biak

Siapa yang berkomitmen dalam rencana pembangunan Bandar Antariksa di Biak?

June 15, 2026
Five Killed

Five Killed, Three Missing in Suspected World War II Bomb Explosion in Biak

June 2, 2026

Ledakan bom di Biak, lima orang tewas, tiga belum ditemukan

June 1, 2026

Gubernur Fakhiri janji bangun rusun untuk tenaga medis dan keluarga pasien RSUD Biak

May 24, 2026

GKI Tanah Papua tolak pembangunan batalyon dan bandar antariksa, Dewan Adat Byak akan gelar Peradilan Adat

February 5, 2026

Discussion about this post

PT. Media Jubi Papua

Terverifikasi Administrasi dan Faktual oleh Dewan Pers

Networks

  • Post Courier
  • Vanuatu Daily Post
  • Solomon Star News
  • The Fiji Times
  • Radio New Zealand
  • Radio Djiido
  • 3CR Community Radio
  • Cook Islands News
  • Pacific News Service
  • Bouganville News
  • Marianas Variety

AlamatRedaksi

Jl. SPG Taruna Waena No 15 B, Waena, Jayapura, Papua
NPWP : 53.520.263.4-952.000
Telp : 0967-574209
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi
  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi

© 2025 Jubi – Berita Papua Jujur Bicara

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks

© 2025 Jubi - Berita Papua Jujur Bicara