• Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi
Jubi Papua
Teras ID
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
Donasi
No Result
View All Result
Jubi Papua
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
Donasi
No Result
View All Result
Jubi Papua
No Result
View All Result
Home Pasifik

Menganyam untuk hidup

April 25, 2026
in Pasifik
Reading Time: 2 mins read
0
Penulis: Dominggus A. Mampioper - Editor: Angela Flassy
menganyam

Mama Ema Naqele sedang membuat tikar di rumahnya di Kampung Nubumakita, Ra- Jubi/fijitimes.com.fj

0
SHARES
21
VIEWS
FacebookTwitterWhatsAppTelegramThreads

Jayapura,Jubi-Tanganmama Ema Naqele bergerak cepat, lincah, cekatan dan percaya diri di atas voivoi (pandan kering), setiap helai ditarik dan ditekan ke tempatnya dengan mudah berkat pengalaman puluhan tahun. Ia belajar dari orangtua dulu, yang sejak lama mewariskan pengetahuan mengolah daun mengeringkan dan menganyam jadi tikar.

Apa yang biasanya orang lain menganyam tikar, membutuhkan waktu berbulan-bulan,tetapi  dia bisa menyelesaikannya hanya dalam hitungan hari. Demikian dikutip jubi.id dari www.fijitimes.com.fj, Sabtu (25/4/2026)

Mama Ema Naqele berasal dari Desa Nasukamai di Ra, Fiji memiliki hubungan keibuan dengan Nukulau, Ema menikah di Desa Nubumakita dan menetap sejak 1989.

Di usia 61 tahun, ia adalah ibu dari empat anak dan seorang wanita yang dihormati di Nubumakita.

Tak lama setelah pernikahannya, ia terjun ke dunia kepemimpinan sebagai kepala Soqosoqo ni Marama (klub wanita), sebuah peran yang diembannya secara berkala selama 20 tahun.

“Untuk satu bongkah kelapa, saya bisa menyelesaikannya dalam dua atau tiga hari jika saya fokus menyelesaikannya,” katanya.

Kecepatan dan keahliannya mencerminkan dedikasinya seumur hidup untuk menenun, menganyam, sebuah seni yang kini menghidupi keluarganya dan memperkuat perannya di masyarakat.

BERITATERKAIT

Mahasiswa kedokteran UPNG gelar pameran karier

Papua Nugini dan AS tandatangani MoU kesehatan

AS adalah mitra strategis utama Papua Nugini

Vanuatu bantah akan menandatangani kesepakatan keamanan dengan Tiongkok

Saat ini, fokusnya telah beralih ke keluarganya dan kegiatan menenunnya.

PSA Jubi PSA Jubi PSA Jubi

“Sumber penghasilan utama saya adalah menjual tikar. Sebagian besar waktu saya mendapat pesanan untuk satu set tikar (vivivi),” katanya seraya menambahkan bahwa tikar-tikar ini sangat penting untuk upacara dan acara tradisional di Fiji.

Bulan lalu saja, dia telah menyelesaikan sebuah karya vivivi senilai $600 (Rp4,6 juta) dan dia sudah mengerjakan pesanan lain yang nilainya mencapai $700 (Rp5,4juta).

Dia mengaku dalam menganyam dan menenun tidak dikerjakan sendirian. “Keponakan saya juga sering bekerja bersama,” katanya seraya menambahkan jika banyak pesanan sudah tentu keponakan akan membantu sehingga semua pesanan bisa terpenuhi sesuai waktu.

Terlepas dari tuntutan pekerjaannya, Ema memastikan bahwa tanggung jawab rumah tangga tetap menjadi prioritas utama.

“Sebelum menenun, kami memastikan semua pekerjaan rumah sudah selesai.”katanya.

Pekerjaannya bukan hanya sekadar memberikan penghasilan. Pekerjaan itu juga menopang kewajibannya kepada keluarga, komunitas (vanua), dan gereja.

Hasil jualan tikar ini kata dia telah juga membantu membiayai pendidikan anak bungsunya.

“Sebagian besar uang yang saya hasilkan juga dialokasikan untuk pendidikan anak bungsu saya,” katanya.

Anak bungsunya, yang berusia 21 tahun, sedang menjalani pelatihan untuk menjadi guru di Fulton Adventist University College.

Ema menanam voivoi miliknya sendiri, sehingga pekerjaannya menjadi berkelanjutan dan mandiri.

Selain menenun, dia juga mengelola kantin kecil dan dikenal karena keramahannya.

“Saya merasa diberkati ketika melayani orang-orang saat mereka berkunjung,” katanya.

Rumahnya sering digunakan sebagai akomodasi bagi pejabat pemerintah atau tamu yang berkunjung ke Nubumakita.

Sekarang, dia sedang menenun untuk acara keluarga penting, yaitu pelantikan Turaga ni Yavusa mereka.(*)

Continue Reading
Tags: FijiPasifiktradisi menganyam
ShareTweetSendShareShare

Related Posts

UPNG

Mahasiswa kedokteran UPNG gelar pameran karier

April 25, 2026
BBM

Menkeu Kepulauan Marshall memperingatkan tentang stok pasokan BBM

April 25, 2026
Kanaky

Perjalanan berkelanjutan Kaledonia Baru menuju penentuan nasib sendiri

April 25, 2026

1 Mei jadi penentu nasib PM Manele dan batas kekuasaan pemerintah

April 24, 2026

Papua Nugini dan AS tandatangani MoU kesehatan

April 24, 2026

Kerja sama regional kunci tata kelola laut di KTT Melanesian Ocean Summit

April 24, 2026

Discussion about this post

PT. Media Jubi Papua

Terverifikasi Administrasi dan Faktual oleh Dewan Pers

Networks

  • Post Courier
  • Vanuatu Daily Post
  • Solomon Star News
  • The Fiji Times
  • Radio New Zealand
  • Radio Djiido
  • 3CR Community Radio
  • Cook Islands News
  • Pacific News Service
  • Bouganville News
  • Marianas Variety

AlamatRedaksi

Jl. SPG Taruna Waena No 15 B, Waena, Jayapura, Papua
NPWP : 53.520.263.4-952.000
Telp : 0967-574209
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi
  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi

© 2025 Jubi – Berita Papua Jujur Bicara

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks

© 2025 Jubi - Berita Papua Jujur Bicara