• Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi
Jubi Papua
Teras ID
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
Donasi
No Result
View All Result
Jubi Papua
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
Donasi
No Result
View All Result
Jubi Papua
No Result
View All Result
Home Pasifik

Nenek Miliakere Lewasau dari Fiji tetap pertahankan tradisi menganyam

January 6, 2023
in Pasifik
Reading Time: 2 mins read
0
Penulis: - Editor:
Fiji

Nenek Miliakere Lewasau dari Kampung Nasoqo di Naitasiri, dataran tinggi Fiji. - Jubi/Fiji Times

0
SHARES
2
VIEWS
FacebookTwitterWhatsAppTelegramThreads

Jayapura, Jubi – Selama beberapa dekade, para wanita di dataran tinggi Naitasiri Fiji tetap mempertahankan tradisi leluhur anyaman keranjang menggunakan sumber daya alam yang melimpah di dekat kampung tempat tinggal mereka.

Sayangnya, banyak kaum perempuan sudah kehilangan minat untuk tetap mempertahankan ketrampilan anyaman ini karena pengaruh perubahan dari luar sehingga mempengaruhi gaya hidup mereka.

Berbeda dengan nenek Miliakere Lewasau, meski sudah tua tetapi menekuni tradisi anyaman ini dan tidak akan membiarkan pengetahuan seni dari nenek moyangnya hilang dari jari-jarinya.

Perempuan berusia 72 tahun dari Kampung Nasoqo di Naitasiri, terus rajin dan tekun menenun warisan leluhurnya.

Fiji Times menemui Mama Lewasau di rumahnya usai kembali mengikuti pemungutan suara pada pra-pemungutan suara Pemilu 2022, 14 Desember lalu.

Dia mengatakan keranjangnya dirancang dari tanaman merambat yang disebut wa me atau wa midri, sejenis tanaman rambat dengan akar udara yang panjang.

Menurut dia, dia belajar menenun setelah dia menikah dan pindah ke kampung suaminya.

BERITATERKAIT

Indigenous women lead cleanup of polluted ‘Women’s Forest’ in Jayapura

Seminar Examines Protection of Women and Child Victims under Indonesia’s New Criminal Code

Mahasiswa kedokteran UPNG gelar pameran karier

Menganyam untuk hidup

“Saya belajar dari seseorang yang datang ke kampung kami untuk mengajar para perempuan. Hanya saya dan ibu dari Wainibuka yang menjalankan praktik menenun ini. Sayangnya, dia [perempuan Wainibuka] sudah meninggal dunia, jadi tinggal saya saja,” ujarnya.

PSA Jubi PSA Jubi PSA Jubi

Nenek Lewasau mengatakan tanaman merambat harus direndam dalam air terlebih dahulu sebelum bagian dalam tanaman dikerok untuk mendapatkan produk akhir berbentuk tali yang digunakan untuk menenun.

“Putraku pergi mengambil tanaman sebelum aku mulai mempersiapkan.

Pola menenunnya seperti menenun tikar,” katanya sebagaimana dilansir https://www.fijitimes.com/art-of-weaving-lewasau-keeps-ancient-practice-alive.

Dia mengatakan produk akhir digunakan untuk membuat keranjang ikan, membangun rumah dan kasau rumah pengikat.

Nenek Miliakere Lewasau berkata ketika keranjang sudah siap, dia akan menjualnya di Suva.

“Saya menjual keranjang saya di stan bus Suva dan juga di pasar loak. Saya terkadang mengambil sekitar lima atau enam keranjang dan menjual semuanya dan kembali ke rumah dan menghasilkan lebih banyak lagi,” katanya.

“Saya juga menjualnya ke pedagang pasar karena mereka menggunakan keranjang untuk membawa dan mengemas tomat dan sayuran lainnya,” tambahnya.

Dia mengatakan uang yang diperoleh dari penjualan keranjangnya telah membantu menopang keluarganya untuk kebutuhan sehari-hari.

“Saya juga mengajari keluarga saya menenun karena ini bisa menjadi cara mereka menghasilkan uang di masa depan,” katanya.

Nenek Miliakere Lewasau mengatakan pengetahuan menenun dengan cepat menghilang di kampung.

“Saya sering pergi ke kampung terdekat dan mengajari para perempuan cara menenun sehingga mereka bisa memiliki sumber penghasilan sendiri,” katanya.

Pesannya kepada perempuan kampung agar bisa memanfaatkan sumber daya alamnya dan jangan menunggu bantuan pemerintah.

“Kami memiliki tanah, air, laut, dan sumber daya alam yang dapat kami gunakan untuk mencari nafkah dan terus mempraktikkan seni dan keterampilan tradisional kami,” katanya. (*)

Continue Reading
Tags: FijiNenek Miliakere LewasauPapuaPasifiktradisi menganyam
ShareTweetSendShareShare

Related Posts

UPNG

Mahasiswa kedokteran UPNG gelar pameran karier

April 25, 2026
menganyam

Menganyam untuk hidup

April 25, 2026
BBM

Menkeu Kepulauan Marshall memperingatkan tentang stok pasokan BBM

April 25, 2026

Perjalanan berkelanjutan Kaledonia Baru menuju penentuan nasib sendiri

April 25, 2026

1 Mei jadi penentu nasib PM Manele dan batas kekuasaan pemerintah

April 24, 2026

Papua Nugini dan AS tandatangani MoU kesehatan

April 24, 2026

PT. Media Jubi Papua

Terverifikasi Administrasi dan Faktual oleh Dewan Pers

Networks

  • Post Courier
  • Vanuatu Daily Post
  • Solomon Star News
  • The Fiji Times
  • Radio New Zealand
  • Radio Djiido
  • 3CR Community Radio
  • Cook Islands News
  • Pacific News Service
  • Bouganville News
  • Marianas Variety

AlamatRedaksi

Jl. SPG Taruna Waena No 15 B, Waena, Jayapura, Papua
NPWP : 53.520.263.4-952.000
Telp : 0967-574209
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi
  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi

© 2025 Jubi – Berita Papua Jujur Bicara

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks

© 2025 Jubi - Berita Papua Jujur Bicara