Oleh: Asprilien A.*
Pajak tentu saja dianggap menjadi suatu kewajiban yang membebani, tetapi bagaimana jika kita melihat pajak itu sendiri menjadi teman yang nantinya dapat membantu kita mencapai suatu tujuan?
Pada zaman modern saat ini pajak memegang peran yang cukup besar, seperti, mendukung pembangunan infrastruktur, penyediaan layanan publik, dan pastinya menciptakan kesetaraan sosial.
Dengan pandangan yang positif, kita dapat memandang pajak bukan lagi sebagai beban, melainkan sebagai alat yang baik, untuk membangun negara kita ini menjadi lebih baik kedepannya.
Pajak sebagai alat pembangunan
Berbicara mengenai pembangunan, tujuan yang utama dari pajak adalah untuk memberikan biaya dalam pembangunan negara. Oleh karena itu, pajak dikumpulkan oleh pemerintah untuk mendukung pembangunan infrastruktur seperti jalan, sekolah, jembatan, rumah sakit. dan layanan publik lainnya, yang dibutuhkan oleh masyarakat.
Dengan melihat tujuan dan fungsi pajak, kita dapat mengetahui bersama bahwa jika tidak ada pajak, maka suatu negara tidak akan sepenuhnya dapat memenuhi atau menyediakan layanan yang diperlukan untuk kesejahteraan rakyatnya.
Mardismo (2018) yang mengatakan bahwa pajak itu berfungsi sebagai sumber pendanaan yang utama dalam pembangunan fisik maupun nonfisik di berbagai sektor yang ada. Dengan membayar pajak, setiap individu dapat berkontribusi dalam terciptanya pelayanan publik, yang dapat digunakan dan dinikmati oleh seluruh masyarakat.
Pajak sebagai investasi untuk masa depan
Pajak bukan hanya berbicara mengenai pengeluaran melainkan investasi berjangka panjang untuk masa depan.
Jika saat ini kita rutin membayar pajak, maka pajak tersebut telah berkontribusi dalam perkembangan sektor pendidikan, pelatihan, penelitian, yang tentunya akan meningkatkan pertumbuhan ekonomi.
Jika negara kita memiliki sistem perpajakan yang baik dan sehat, maka akan memberikan dampak yang baik pula seperti membuka lapangan pekerjaan.
Kemakmuran (2019) mengungkapkan bahwa dengan pajak, negara secara tidak langsung mempersiapkan generasi yang akan datang dengan adanya pendidikan dan keterampilan, untuk menghadapi tantangan dunia global yang akan terus berkembang.
Dengan ini, pajak dapat dikatakan sebagai investasi yang tentunya akan menguntungkan masyarakat dalam jangka yang panjang.
Meningkatkan transparansi dan kepercayaan publik
Bagaimana agar pajak dapat dijadikan teman dan bukan sebaliknya menjadi beban? Ini menjadi catatan penting bagi pemerintah untuk meningkatkan transparansi dalam mengelola dana pajak yang dibayarkan oleh masyarakat.
Ketika masyarakat paham dan tahu dengan jelas bagaimana pajak yang telah dibayar digunakan dengan baik untuk pembangunan dan perkembangan layanan publik negara, hal ini akan membuat masyarakat merasa dihargai, untuk selalu memenuhi kewajibannya dengan membayar pajak.
Sebagai contoh, banyak negara di luar sana yang menerapkan sistem perpajakan secara transparan atau terbuka. Agar, masyarakat dapat mengetahui bagaimana pajak tersebut disalurkan dan dipakai dengan baik sesuai dengan tujuan dan fungsi pajak itu sendiri.
Kesimpulan
Pajak tidak dapat kita katakan sebagai beban, melainkan teman yang dapat membantu kita dalam menciptakan masa depan yang lebih baik.
Dengan pajak, kita dapat menggunakan dan menikmati fasilitas publik yang tentunya berkualitas. Pemerintah sangat dibutuhkan untuk meyakinkan masyarakat bahwa pajak disalurkan dengan baik karena, dengan dikelolanya pajak dengan benar akan membuat masyarakat lebih untuk menghargai pajak itu sendiri. (*)
*Penulis adalah mahasiswa Ilmu Administrasi Fiskal Universitas Indonesia
Daftar Pustaka
Mardiasmo, D. (2018). Perpajakan: Teori dan Kasus. Yogyakarta: Andi
Saad, S. (2020). “Pajak Progresif dan Keadilan Sosial: Membangun Negara yang Lebih Adil”
Jurnal Ekonomi dan Bisnis, 15(2), 123-135
Kemakmuran, A. (2019). Pajak dan Pembangunan Ekonomi Berkelanjutan. Jakarta: Pustaka Sumber Daya




Discussion about this post