Oleh: Tomis Walianggen*
Asia-Pasifik adalah wilayah yang mencakup Asia timur, Asia Tenggara dan Australia di dekat lautan Pasifik, ditambah dengan negara-negara Oseania. Negara-negara Pasifik terdiri atas Tuvalu, Kepulauan Marshall, Negara Federasi Mikronesia Kiribati, Nauru, Kepulauan Solomon, Tonga Vanuatu dan Papua Papua Nugini.
Hubungan diplomatik yang dibangun China di wilayah Pasifik selatan dalam beberapa dekade terakhir meningkat pesat.
Pada awalnya kehadiran China mendapat dukungan penuh dari Australia dan Amerika Serikat selaku donatur utama di wilayah Pasifik selatan, sebagai upaya penyeimbang pengaruh Uni Soviet di kawasan Pasifik selatan.
*****************
Jubi.id adalah media yang berbasis di Tanah Papua. Media ini didirikan dengan sumberdana masyarakat melalui donasi dan crowd funding. Dukung kami melalui donasi anda agar kami bisa tetap melayani kepentingan publik.
*****************
China mulai meningkatkan kerja samanya di Pasifik selatan secara intensif setelah Perang Dingin. Hal ini dibuktikan dengan adanya peningkatan bantuan ekonomi dari China, kepada negara-negara di wilayah Pasifik selatan, yang menjalin hubungan diplomatik dengan China.
Pendonor terbesar di kawasan Pasifik selatan adalah Australia dan Amerika, dimana China tercatat sebagai pendonor terbesar ketiga di kawasan tersebut–berupa pemberian paket bantuan untuk memperkuat dan mempererat kerja sama perdagangan, meningkatkan kemampuan pemerintah dan militer, antara China dan negara-negara di kawasan Pasifik selatan, dengan pembangunan infrastruktur dan pengembangan sumber daya alam yang dilakukan China.
Hal ini tentunya mendapat sambutan hangat dari negara-negara Pasifik selatan, seperti Vanuatu, Fiji, Kepulauan Solomon, dan Samoa.
Selain itu, China menjadi destinasi kunjungan pertama pemimpin- pemimpin negara Pasifik selatan. Hal ini menunjukkan bahwa pemimpin negara-negara di Pasifik berharap kepada China, dibanding Amerika Serikat (AS) dan sekutunya, termasuk Australia.
Selain adanya bantuan dan donasi yang diberikan China kepada negara-negara di kawasan Pasifik selatan, ada beberapa faktor yang menjadi pertimbangan kuat negara-negara di wilayah Pasifik selatan lebih mendekatkan diri ke China. Hal ini terlihat setelah kudeta pada 2006 di Fiji–China hadir dengan memberikan bantuan yang mengakibatkan Fiji melihat China sebagai sosok yang lebih baik, dibanding Australia.
Selain dalam kerja sama perdagangan, China menjadi salah satu pembeli utama berbagai hasil mineral di Fiji dan negara-negara Pasifik selatan lainnya.
Para pemimpin di Pasifik selatan telah menerima dukungan dan investasi besar-besaran dari China.
Pasifik merupakan wilayah yang mencakup banyak negara berkembang, dengan pendapatan nasional relatif rendah. Kunjungan timbal balik para pemimpin Pasifik selatan ke China memperkuat pernyataan tersebut.
Selain berusaha untuk lebih memperkuat hubungan baik dan keterlibatannya di kawasan Pasifik, China bertindak sebagai pengamat di PIF (Pacific Island Forum) dan MSG (Melanesian Spearhead Group).
MSG merupakan sebuah organisasi bangsa ras Melanesia yang memberikan berbagai bantuan, antara lain, bantuan infrastruktur dan keamanan.
Beberapa pulau di Pasifik telah berulang kali menandatangani perjanjian keamanan terpisah. Kesepakatan dicapai untuk mendirikan laboratorium sidik jari, untuk melengkapi akademi pelatihan polisi China.
Selain itu, Tiongkok mendapatkan kesempatan untuk melatih keamanan siber lokal, kepolisian, memperluas hubungan politik, melakukan pemetaan laut yang akurat, kemudian mengakses lebih banyak sumber daya alam dari negara-negara, yang telah menerima perjanjian tersebut.
Presiden Xi Jinping mengatakan bahwa China bersedia bekerja dengan negara-negara kepulauan Pasifik, untuk membangun komunitas dengan masa depan bersama, dan akan selalu menjadi teman baik negara-negara kepulauan Pasifik.
Semua ini dilakukan untuk menjalankan kebijakan politik tunggal China di wilayah Pasifik. China akhirnya menerima dukungan di Pasifik untuk misi kerja samanya.
Mereka dengan sepenuh hati memuji Tiongkok sebagai mitra yang baik dan teman sejati, berkomitmen pada prinsip Kebijakan Satu China dan meningkatkan hubungan dengan Tiongkok akan membantu mereka tetap berada di sisi yang benar.
Sebagian besar negara di Kepulauan Cook, Niue, Samoa dan Tonga, Polinesia dan Federasi Kiribati dan Micronesia (FSM) menjalin hubungan diplomatik dengan China dan memisahkan diri dari Taiwan. Ini adalah tanda yang jelas dari janji negara-negara di kawasan Pasifik selatan untuk menghormati Kebijakan Satu China.
Kebijakan tersebut bertujuan untuk mengakui Taiwan sebagai bagian dari kedaulatan China dan menguasai sisi ekonomi dan investasi di kawasan pasifik.
China berhasil mencapai tujuan kepentingan nasional di kawasan Pasifik. Hal ini sejalan mengenai tujuan dari suatu bangsa negara berdaulat yang ingin dicapai, guna memenuhi kebutuhan dasar yang diinginkan, sesuai pemaknaan konsep kepentingan negara dalam berbagai aspek.
Pada fenomena ini China mempertegas dari kebijakannya, yaitu One China Policy di kawasan Pasifik selatan.
Kawasan Pasifik selatan sendiri terdiri dari beberapa negara berdaulat, yang memiliki hak suara yang sama di dunia internasional. Dengan meninggalkan pengakuan Taiwan sebagai sebuah negara, maka China berhasil mencapai tujuannya di kawasan Pasifik selatan.
Tujuan kerja sama China di kawasan Pasifik ini bukan hanya untuk kepentingan China mengenai kedaulatan atas Taiwan, melainkan juga memperluas kekuasaan ekonomi di kawasan Pasifik.
Amerika Serikat telah mengetahui pengaruh China di kawasan Pasifik. Hal ini sangat mempengaruhi kepentingan Amerika di kawasan tersebut, sehingga Presiden Amerika Serikat Joe Biden merencanakan kunjungan bersejarah ke Papua Nugini. Karena itu merupakan rencana kunjungan pertama Presiden Amerika Serikat di Port Moresby dan kawasan Pasifik. Namun, rencana kunjungan Biden dibatalkan.
Pembatalan tersebut merupakan kemunduran bagi kebijakan luar negeri pemerintahan Biden, yang menempatkan fokus lebih besar pada kawasan Pasifik, yang menjadi pusat jangkauan globalnya. Kunjungan tersebut diwakili oleh Antony Blinken, Menteri luar Negeri Amerika Serikat.
Rencana kunjungan Presiden Biden waktu itu disetujui oleh beberapa pemimpin dan organisasi di kawasan tersebut, diantaranya, PIF (Pacific Island Forum) dan MSG (Melanesian Spearhead Group).
Kunjungan Antony Blinken juga menandai investasi pemerintah Amerika Serikat di kawasan Pasifik untuk melawan China. Telah membahas beberapa kerja sama di antaranya memerangi perubahan iklim, melindungi sumber daya maritim, dan memajukan pertumbuhan ekonomi yang tangguh dan inklusif.
China membuat pakta keamanan di Kepulauan solomon, sehingga Amerika berusaha mempengaruhi Papua Nugini, untuk bekerja sama dalam berbagai sektor. Salah satunya menandatangani perjanjian kerja sama keamanan, semakin memperkuat hubungan bilateral AS-PNG, peningkatan kapasitas angkatan pertahanan PNG, dan meningkatkan stabilitas dan keamanan di kawasan.
Penandatanganan perjanjian operasi pertahanan karena menolak pengaruh Tiongkok di wilayah Pasifik. Agar menyingkirkan pengaruh China yang meluas di dunia.

Kerja sama AS dan negara-negara Pasifik bisa mempengaruhi hubungan diplomatik Indonesia di kawasan Pasifik. Hal ini dipengaruhi oleh negara-negara Pasifik, yang terang-terangan memberikan dukungan terhadap perjuangan kemerdekaan Papua di wilayah kedaulatan Republik Indonesia.
Walaupun Indonesia membantu beberapa negara di kawasan Pasifik dalam menghadapi berbagai tantangan perubahan iklim, dukungan negara-negara Pasifik atas Papua tidak pernah berubah, salah satunya Vanuatu.
Walaupun upaya pemerintah di berbagai sektor di kawasan Pasifik, seperti, komitmen mencapai pertumbuhan yang inklusif di kawasan indo-Pasifik, pada 18 Maret 2023. Dalam perjanjian ini pemerintah berkomitmen untuk mencapai pertumbuhan yang inklusif dan berkelanjutan, tidak hanya di Indonesia, tetapi juga di kawasan indo-Pasifik dan ASEAN.
Komitmen tersebut terwujud dalam berbagai upaya Indonesia, dalam menjalin hubungan baik dan menguatkan kerja sama ekonomi secara bilateral dan multilateral. Termasuk keterlibatan Indonesia dalam Indo-Pacific Economic Framework (IPEF).
Pemerintah Indonesia pernah membantu Vanuatu, sebagai bentuk dukungan kemanusiaan Indonesia kepada negara di Pasifik selatan, yang dilanda bencana gempa dan badai. Bantuan kemanusiaan tersebut telah disetujui oleh Presiden Joko Widodo.
Namun, membangun hubungan Amerika di kawasan pasifik (PNG) untuk mengimbangi pengaruh China, dapat menjadi ancaman bagi Indonesia.
Indonesia membangun hubungan diplomatik yang baik dengan negara-negara Pasifik, termasuk PNG. Dalam kerja sama ini pemerintah PNG mengizinkan Amerika untuk membangun pangkalan militer, latihan militer, mengoperasi di PNG.
Hal ini akan menjadi security dilemma bagi Indonesia atas kedaulatan wilayah Papua. Sehingga Indonesia perlu mengantisipasi dalam kerja sama diplomatik di berbagai sektor, khususnya di kawasan Pasifik.
Dengan antisipasi dan hubungan yang baik akan mencegah berbagai ancaman, tantangan dan hambatan dari dalam dan luar negeri. Hingga mencapai seluruh wilayah Indonesia sebagai zona nyaman dan damai. (*)
*Penulis adalah mahasiswa Hubungan Internasional Universitas Cenderawasih
Iklan Layanan Masyarakat ini Dipersembahkan oleh PT. Media Jubi Papua



















Discussion about this post