Jayapura, Jubi – Persipura Jayapura bergerak cepat untuk memperdalam komposisi skuadnya pada sisa kompetisi Pegadaian Championship 2025/2026. Klub berjuluk Mutiara Hitam tersebut resmi mendatangkan penyerang naturalisasi berpengalaman, Osas Saha.
Kehadirannya diharapkan menjadi opsi bagi lini depan, sekaligus memberikan stabilitas bagi tim yang tengah berjuang meraih tiket promosi ke Liga 1 itu.
Pelatih Persipura Jayapura, Rahmad Darmawan (RD) mengungkapkan perekrutan Osas Saha merupakan hasil evaluasi mendalam dan bagian dari strategi manajemen untuk memperkuat kedalaman tim.
Keputusan ini diambil untuk mengantisipasi potensi absennya sejumlah pemain pilar akibat panggilan Tim Nasional.
*****************
Jubi.id adalah media yang berbasis di Tanah Papua. Media ini didirikan dengan sumberdana masyarakat melalui donasi dan crowd funding. Dukung kami melalui donasi anda agar kami bisa tetap melayani kepentingan publik.
*****************
”Kita menginginkan adanya penyiapan tim ini lebih baik lagi ke depannya dengan memperdalam skuad kita. Ini juga langkah antisipasi terhadap beberapa pemain yang mungkin akan bergabung dengan Timnas,” ujar Rahmad Darmawan usai sesi latihan tim, Selasa (20/1/2026).
Pelatih yang akrab disapa RD itu menjelaskan, Osas Saha dipilih karena fleksibilitas taktisnya. Pemain berusia 40 tahun tersebut dinilai mampu mengisi beberapa posisi krusial di lini depan.
”Kita akhirnya memilih Osas Saha melalui proses scouting yang tidak sebentar. Dia bisa bermain sebagai striker, winger, hingga gelandang. Saat ini, penyerang murni kita praktis hanya tinggal Matheus, karena pemain lain seperti Arodi sudah saya modifikasi sebagai pemain sayap, dan Boaz Solossa lebih banyak berperan sebagai pemain tengah (midfielder),” jelas RD.
Meski Osas Saha tergolong pemain senior, Rahmad Darmawan tidak meragukan kapasitas fisiknya. Ia membandingkan Osas dengan pemain veteran lain seperti Boaz Solossa, Yustinus Pae, hingga Beto Goncalves yang masih mampu bersaing di level tertinggi.
”Osas adalah salah satu pemain yang mampu mempertahankan kebugarannya dengan sangat baik. Pertimbangan utama kami adalah kualitas individu dan pengalamannya. Dalam sebuah tactical game plan, aspek pengalaman sangat penting, sama seperti saat saya memutuskan memasukkan Boaz atau Pahabol,” tegasnya.
Osas Saha: “Persipura Adalah Rumah Saya”
Bagi Osas Saha, kembali ke Tanah Papua tak hanya sekadar urusan kontrak profesional, melainkan sebuah kepulangan. Pemain yang pernah membela berbagai klub besar di Indonesia ini mengaku memiliki ikatan emosional yang kuat dengan masyarakat Papua.
”Saya sangat senang. Balik ke sini seperti balik ke rumah sendiri. Ini rumah saya. Kita adalah keluarga,” kata Osas Saha.
Menanggapi spekulasi mengenai kondisinya yang sempat absen dari sorotan kompetisi musim lalu, Osas menegaskan bahwa dirinya tetap aktif dan berada dalam kondisi siap tempur. Ia menepis anggapan bahwa dirinya sempat “menganggur”.
”Saya tidak menganggur, saya masih aktif dan dalam kondisi aman. Sebagai pemain bola, saya selalu siap kapan pun dan di mana pun pelatih memberikan kesempatan. Ini adalah tugas saya,” ujarnya.
Kedatangan Osas Saha membawa misi yang selaras dengan ambisi manajemen dan harapan pendukung setia Persipura, yakni kembali ke kasta tertinggi sepak bola Indonesia.
Osas menekankan, persaingan di Liga 2, terutama di wilayah timur, sangat kompetitif sehingga setiap pertandingan harus dianggap sebagai partai final. Ia pun mengajak seluruh elemen tim dan suporter untuk bersatu demi tujuan kolektif.
”Tidak ada target lain kecuali membawa tim ini naik ke Liga 1. Tidak ada target individu, mulai dari pemain, pelatih, manajemen, hingga penonton punya satu tujuan yang sama. Saat ini tidak ada istilah tim kecil atau besar, semua laga adalah final dan tidak boleh ada tim yang diremehkan,” pungkas Osas. (*)
Iklan Layanan Masyarakat ini Dipersembahkan oleh PT. Media Jubi Papua



















Discussion about this post