Jayapura, Jubi – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Papua mencatat 536 realisasi penggunaan produk dan layanan keuangan sepanjang rangkaian Bulan Inklusi Keuangan (BIK) 2026 pada Oktober, sebagai bagian dari upaya memperluas akses masyarakat terhadap layanan keuangan formal.
Kepala OJK Provinsi Papua Fatwa Aulia di Jayapura, Minggu, mengatakan realisasi tersebut mencakup berbagai produk dan layanan keuangan, mulai dari simpanan dan tabungan, tabungan pelajar, produk tabungan syariah, investasi emas, hingga pembukaan rekening efek melalui edukasi pasar modal.
“Realisasi penggunaan produk keuangan tersebut juga meliputi layanan jaminan sosial ketenagakerjaan dan sejumlah produk keuangan lainnya,” katanya.
Menurut Fatwa, pada rangkaian BIK 2026 diisi dengan kegiatan literasi dan inklusi keuangan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai manfaat, risiko, hak, serta kewajiban dalam menggunakan produk dan layanan keuangan.
“OJK menyelenggarakan 30 kegiatan literasi dan inklusi keuangan dengan akumulasi sebanyak 1.727 peserta yang menjangkau berbagai kelompok masyarakat, mulai dari pelajar, mahasiswa, tenaga pendidik, ASN, hingga masyarakat umum,” ujarnya.
Dia menjelaskan, perluasan akses keuangan perlu diimbangi dengan peningkatan literasi agar masyarakat dapat memanfaatkan produk keuangan secara tepat, aman, dan bertanggung jawab.
“Hal itu penting bagi Papua yang memiliki kondisi geografis dan demografis serta kebutuhan keuangan masyarakat yang beragam sehingga membutuhkan sinergi antara OJK, pemerintah daerah, industri jasa keuangan, dan para pemangku kepentingan lainnya,” katanya.
Dia menambahkan dalam puncak BIK 2026 melalui kegiatan Financial Expo pihaknya juga mencatat 329 produk atau layanan keuangan yang dilaporkan hingga sore hari, termasuk rekening tabungan, tabungan emas, tabungan haji, akun IDX Mobile untuk pasar modal, pengajuan kredit, serta produk BPJS Ketenagakerjaan.
“Kami berharap melalui kegiatan ini masyarakat semakin memahami manfaat dan risiko produk keuangan serta mampu memanfaatkan layanan keuangan formal secara bijak dan bertanggung jawab,” ujarnya. (*)























Discussion about this post