Jayapura, Jubi – Puskesmas Kotaraja, Kota Jayapura, Papua, menerima kunjungan 200 pasien setiap hari. Dari jumlah tersebut pasien dengan keluhan ISPA atau infeksi saluran pernapasan akut dan malaria masih dominan.
“Saya belum tahu jumlahnya berapa karena kami lagi mau rekap satu tahun, tapi paling tinggi pasti selalu penyakit Infeksi Saluran Pernapasan Akut atau ISPA itu,” kata Kepala Puskesmas Kotaraja Emmi Parrung kepada calon reporter Jubi di Kota Jayapura, Rabu (10/1/2024) pagi.
Menurut dia setiap tahun penyakit ISPA dan malaria selalu tinggi, sedangkan penyakit lainnya masih rendah. Pada tahun lalu dengan tahun ini jumlah penderita ISPA masih sama.
Emma Parrung mengatakan ISPA tidak akan pernah berubah setiap tahun. Hampir pasti jumlah pasiennya selalu di urutan pertama.
*****************
Jubi.id adalah media yang berbasis di Tanah Papua. Media ini didirikan dengan sumberdana masyarakat melalui donasi dan crowd funding. Dukung kami melalui donasi anda agar kami bisa tetap melayani kepentingan publik.
*****************
Sedangkan penyakit malaria biasanya masuk lima hingga sepuluh besar.
“Namun kami belum tahu karena kami lagi mau rekap satu tahun dengan profil Puskesmas Kotaraja ini, tapi paling tinggi bukan malaria tapi ISPA,” ujarnya
Dia menambahkan, Puskesmas Kotaraja berlokasi di Kelurahan Wahno, Distrik Abepura. Namun, pasien yang datang tidak hanya dari kelurahan ini, tetapi juga dari kelurahan lain, seperti Polimak, Distrik Jayapura Selatan dan Waena, Distrik Heram.
Salah seorang pasien yang ditemui di Puskesmas Kotaraja, Dorlin Tabuni (44) mengeluhkan pelayanan di puskesmas tersebut. Pasalnya bahwa Tabuni harus menunggu lama untuk dilayani paramedis di sini.
Tabuni menduga, hal itu disebabkan karena banyak tenaga kesehatan yang melakukan praktik di Puskesmas Kotaraja.
“Kami pasien juga masih bingung-bingung. Sebelumnya saya pernah datang berobat ke sini itu cepat dilayani. Namun tadi itu saya rasa tidak seperti biasanya. Saya sakit batuk ini sejak Desember 2023 tapi karena belum sembuh saya datang berobat ke sini,” kata Tabuni.
Pendapat berbeda dilontarkan pasien lainnya, Atenus Sonab (24). Sonab justru menilai bahwa pelayanan kesehatan di Puskesmas Kotaraja cukup bagus.
“Tapi tadi agak bingung karena ada beberapa puskesmas di Kota Jayapura,” kata Atenus Sonab.
Atenus tinggal di Kotaraja Dalam, jadi. Jika merujuk kartu BPJS, Atenus seharusnya berobat di Puskesmas Kotaraja. Akan tetapi dia masuk di Puskesmas Waena.
“Tujuan saya datang mau ambil surat rujukan dari Puskesmas Kotaraja ke Abepura, tapi karena dalam sistem sudah masuk di Puskesmas Waena sehingga saya sebagai pasien terima saja sesuai arahan,” kata Atenus. (*)
Iklan Layanan Masyarakat ini Dipersembahkan oleh PT. Media Jubi Papua



















Discussion about this post