• Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi
Jubi Papua
Teras ID
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
Donasi
No Result
View All Result
Jubi Papua
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
Donasi
No Result
View All Result
Jubi Papua
No Result
View All Result
Home Lingkungan

Perlu studi lebih lanjut terkait kerusakan hutan mangrove di Kota Jayapura

February 26, 2024
in Lingkungan, Tanah Papua
Reading Time: 3 mins read
0
Penulis: CR-11 - Editor: Syofiardi
Mangrove
0
SHARES
202
VIEWS
FacebookTwitterWhatsAppTelegramThreads

Jayapura, Jubi – Staf pengajar program studi geografi FKIP Universitas Cenderawasih dan aktivis lingkungan Yehuda Hamokwarong mengatakan perlu adanya studi lebih lanjut mengenai kerusakan hutan mangrove di pesisir Kota Jayapura.

“Sebab kerusakannya sudah berlangsung sejak lama dan turut mengganggu fungsi ekologis hutan mangrove di Kota Jayapura,” katanya ketika diwawancarai Jubi, Jumat (23/2/2024).

Ia mengatakan untuk mendapatkan data penyusutan lahan mangrove tersebut perlu ada studi lebih lanjut. “Namun secara kasat mata kita bisa lihat, luasan lahannya memang sudah berkurang secara drastis,” kata Hamokwarong.

*****************

Jubi.id adalah media yang berbasis di Tanah Papua. Media ini didirikan dengan sumberdana masyarakat melalui donasi dan crowd funding. Dukung kami melalui donasi anda agar kami bisa tetap melayani kepentingan publik.

CLICK HERE!

*****************

Ia menjelaskan, kerusakan pertama terjadi akibat peralihan fungsi lahan. Hal itu sudah dimulai sejak zaman Perang Dunia II ketika tentara Amerika menduduki Kota Jayapura pada 1945. Waktu itu hutan mangrove dibabat. Lokasinya di kantor Bank Papua sekarang, Taman Imbi, dan Kompleks Ruko Dong II.

Kerusakan berikutnya terjadi pada zaman Pemerintahan Belanda 1949 dan Indonesia 1960. Waktu itu hutan mangrove di sepanjang Dok IX kali, Dok VIII, sampai ke Kampung Kayu Batu dibabat untuk permukiman warga migran yang datang dari luar Kota Jayapura.

Selanjutnya sejak Entrop dibangun sebagai kawasan perdagangan pada 1980-an bersamaan dengan lokasi Ruko Dok 2 yang menyebabkan luas hutan mangrove makin menyusut.

BERITATERKAIT

Disdikbud Kota Jayapura segera luncurkan buku cerita rakyat Port Numbay jilid dua

Air sulit laut tercemar, derita masyarakat di Kampung Adat Enggros dan Tobati

Wakil Wali Kota Jayapura buka Festival Port Numbay di Kampung Kayu Batu

Warga Kampung Enggros usulkan penertiban kendaraan di kawasan jembatan merah

Ini kemudian ditambah dengan pembangunan jalan Ringroad pada 2010 dan jalan penghubung antar Skyland dan Pantai Hamadi.

PSA Jubi PSA Jubi PSA Jubi

Pada 2023 juga ada pengusaha yang menimbun hutan bakau di dekat Pantai Hamadi. Ia  ditangkap dan diproses secara hukum. Kemudian hadirnya Jembatan Merah yang menghubungkan Pantai Hamadi dengan Holtekam. Pengerjaan jembatan yang dimulai pada 2015 itu juga merusak hutan mangrove.

“Februari 2020 pembangunan Venue Dayung di Pantai Holtekam, juga turut mengorbankan hutan mangrove,” katanya.

Akibat sedimentasi

Selain dampak pembangunan, menurut Yehuda Hamokwarong kerusakan hutan mangrove di pesisir Kota Jayapura juga akibat sedimentasi yang tinggi dan sampah.

Sedimentasi yang tinggi bisa dilihat dari perubahan bukit-bukit di belakang Kantor Wali Kota, Bucen sampai Entrop.

“Sekarang kan banyak sekali perumahan di daerah itu, saat hujan turun, tanah yang tererosi dibawa oleh banjir, sampailah ke hutan bakau, tertimbun di hutan bakau, lalu terjadi pendangkalan,” ujarnya.

Kemudian berbagai jenis sampah dari Kota Jayapura juga tertampung di dalam hutan mangrove. Mulai dari Teluk Youtefa hingga Hutan Perempuan di Pantai Holtekam

Terakhir, tambahnya, adalah limbah yang berasal dari rumah tangga, kawasan industri dan perdagangan dari Entrop yang semuanya juga berakhir di hutan mangrove.

“Karena itu, sekarang bukan soal luasannya saja yang mengancam hutan mangrove, tapi tingkat kerusakan dan pencemaran yang begitu tinggi, itulah faktor penyebab hutan mangrove di Teluk Youtefa menyusut secara drastis,” ujarnya.

Menurut Hamokwarong berkurangnya hutan mangrove di Kota Jayapura juga menggangu fungsi ekologis serta pembentukan etika, moral, dan tradisi di kampung tradisional, Kampung Enggros dan Kampung Tobati.

Ia menjelaskan sebelum pemerintah dan Injil masuk ke kedua kampung, ada dua sekolah adat yang berlangsung secara tradisional untuk anak laki-laki dan perempuan. Anak laki-laki dididik tiga sampai lima tahun di dalam ‘Mou’, sedangkan anak perempuan di dalam hutan perempuan melalui tradisi ‘Tonotwiyat’ atau mengunjungi hutan bakau.

Tonotwiyat adalah saat seorang ibu mengajarkan anaknya yang baru remaja tentang kebiasaan dan tradisi terkait perempuan atau perseiapan sebelum ia berkeluarga.

Ibu memilih mengajar anak perempuannya di hutan mangrove karena tidak bisa menyampaikan di rumah yang terkadang ada anggota keluarga lain.

Karena pentingnya tradisi ‘mengajar anak perempuan’ di dalam hutan bakau ini, pada saat seorang perempuan mau menikah, pihak keluarga laki-laki akan bertanya apakah anak perempuan itu sudah biasa ke ‘Tonot’. Jika tidak, pihak laki-laki akan menolak anak perempuan itu untuk di nikahkan dengan anak mereka.

“Ini dapat diartikan si anak perempuan belum mengenyam pendidikan yang cukup, bagaimana ia mau menikah sedangkan ibunya belum mengajarkan banyak hal ke anak perempuannya,” katanya.

Jadi, kata Hamokwarong, ketika keadaan hutan bakau di Kota Jayapura rusak dan tercemar maka akan mengancam masa depan perempuan Port Numbay.

“Kebudayaan orang Tobati dan Enggros akan punah, kebiasaan-kebiasaan dan tradisi mereka untuk mendidik anak-anak mereka di ‘Mou’ dan ‘Tonotwiyat’ juga akan ikut punah,” katanya.

Hal lain yang terancam adalah fungsi hutan mangrove sebagai lokasi mencari ikan dan pelindung saat terjadi tsunami atau banjir rob. Selain itu juga hilangnya fungsi sebagai penyedia kayu untuk keperluan membangun rumah, pagar, dan jembatan penghubung di kampung. (*)

Iklan Layanan Masyarakat ini Dipersembahkan oleh PT. Media Jubi Papua

Tags: hutan mangroveKampung Enggroskerusakan mangroveport numbay
ShareTweetSendShareShare

Related Posts

Tanah Papua

Gereja mesti tegas terhadap krisis tanah dan lingkungan di Tanah Papua

March 7, 2026
Masyarakat ada

Kain dan cat merah, upaya masyarakat adat Papua jaga paru-paru dunia

March 6, 2026

Dorongan pengakuan wilayah laut adat dan revisi UU Pemda

March 5, 2026

Potensi laut di Tanah Papua luas, tapi sepi peminat

March 4, 2026

Masyarakat Adat Suku Afsya tanam patok di Hutan Bariat, tolak PT ASI

February 28, 2026

Tanah Papua di antara oligarki, ilusi hijau, investasi, dan kehancuran ekologis

February 27, 2026

Discussion about this post

  • Latest
  • Trending
  • Comments
Gubernur Papua

Gubernur Fakhiri sebut banyak aset Pemprov Papua tercecer dan belum tercatat

April 4, 2026
venue

Evaluasi listrik venue PON Papua, PLN dan Pemprov akan lakukan survei kebutuhan daya

April 4, 2026
Mahasiswa

IPMAPAPARA dan mahasiswa Kawanua nyatakan sikap terhadap peristiwa Dogiyai

April 4, 2026
LNG

JGC–Hyundai menang proyek LNG raksasa di Papua Nugini

April 4, 2026
beasiswa

ULMWP sebut beasiswa RI propaganda, Kedutaan RI bantah

April 4, 2026
Kaledonia Baru

UU Reformasi konstitusi Kaledonia Baru ditolak Majelis Nasional Prancis

April 4, 2026
Tambrauw

Mediasi Komnas HAM–Bupati Tambrauw, 5 DPO penyerangan Bamusbama serahkan diri

April 4, 2026
persipura

Kejar-kejaran tiket promosi ke Super League, bagaimana peluang Persipura?

April 2, 2026
beasiswa

Beasiswa LPDP-Australia Awards dibuka

April 2, 2026
ekskavator

Aktivis pertanyakan kedatangan puluhan ekskavator di wilayah adat Imekko

April 1, 2026
Peristiwa Dogiyai

Amnesty Internasional, ULMWP dan mahasiswa nyatakan sikap terhadap peristiwa Dogiyai

April 3, 2026
LNG

JGC–Hyundai menang proyek LNG raksasa di Papua Nugini

April 4, 2026
gubernur

Ini penjelasan Gubernur Fakhiri terkait pemberhentian petugas kebersihan

March 31, 2026
Gubernur

Gubernur Papua Barat sebut pekan depan ASN bekerja dari rumah setiap Jumat

April 1, 2026
Gubernur Papua

Gubernur Fakhiri sebut banyak aset Pemprov Papua tercecer dan belum tercatat

0
venue

Evaluasi listrik venue PON Papua, PLN dan Pemprov akan lakukan survei kebutuhan daya

0
Mahasiswa

IPMAPAPARA dan mahasiswa Kawanua nyatakan sikap terhadap peristiwa Dogiyai

0
LNG

JGC–Hyundai menang proyek LNG raksasa di Papua Nugini

0
beasiswa

ULMWP sebut beasiswa RI propaganda, Kedutaan RI bantah

0
Kaledonia Baru

UU Reformasi konstitusi Kaledonia Baru ditolak Majelis Nasional Prancis

0
Tambrauw

Mediasi Komnas HAM–Bupati Tambrauw, 5 DPO penyerangan Bamusbama serahkan diri

0

Trending

  • persipura

    Kejar-kejaran tiket promosi ke Super League, bagaimana peluang Persipura?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Beasiswa LPDP-Australia Awards dibuka

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Aktivis pertanyakan kedatangan puluhan ekskavator di wilayah adat Imekko

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Amnesty Internasional, ULMWP dan mahasiswa nyatakan sikap terhadap peristiwa Dogiyai

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • JGC–Hyundai menang proyek LNG raksasa di Papua Nugini

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

PT Media Jubi Papua

Terverifikasi Administrasi dan Faktual oleh Dewan Pers

PT. Media Jubi Papua

Terverifikasi Administrasi dan Faktual oleh Dewan Pers

Networks

  • Post Courier
  • Vanuatu Daily Post
  • Solomon Star News
  • The Fiji Times
  • Radio New Zealand
  • Radio Djiido
  • 3CR Community Radio
  • Cook Islands News
  • Pacific News Service
  • Bouganville News
  • Marianas Variety

AlamatRedaksi

Jl. SPG Taruna Waena No 15 B, Waena, Jayapura, Papua
NPWP : 53.520.263.4-952.000
Telp : 0967-574209
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi
  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi

© 2025 Jubi – Berita Papua Jujur Bicara

No Result
View All Result
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks

© 2025 Jubi - Berita Papua Jujur Bicara