• Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi
Jubi Papua
Teras ID
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
Donasi
No Result
View All Result
Jubi Papua
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
Donasi
No Result
View All Result
Jubi Papua
No Result
View All Result
Home Lingkungan

Perlu kajian lebih lanjut pemanfaatan 6,5 juta lahan gambut di Tanah Papua

January 24, 2024
in Lingkungan, Tanah Papua
Reading Time: 2 mins read
0
Penulis: CR-11 - Editor: Syofiardi
lahan gambut

Acting Head Forest Wildlife Program Papua, WWF Indonesia Dr Wika Avelino Rumbiak ST MSc. -Jubi/ Dok. Wika A Rumbiak

0
SHARES
1.8k
VIEWS
FacebookTwitterWhatsAppTelegramThreads

Jayapura, Jubi – Acting Head Forest Wildlife Program Papua, WWF Indonesia Dr Wika Avelino Rumbiak ST MSc mengatakan dalam implementasinya ke depan perlu ada kajian lebih lanjut dalam pemanfaatan lahan gambut di Papua, mengingat lahan gambut memiliki karakteristik tersendiri.

“Misalnya, kalau ada kegiatan-kegiatan investasi atau budi daya, apalagi kawasan yang berkaitan dengan kebijakan nasional atau kawasan strategis atau food estate, kalau misalnya itu berada di atas kawasan gambut harus ada kajian lebih lanjut untuk memastikan tidak mengganggu kawasan gambut,” kata Wika A Rumbiak yang dihubungi Jubi pada Selasa (23/1/2024).

Menurut Rumbiak dalam pengelolaan lahan gambut tidak bisa sendiri-sendiri, namun harus melibatkan akademisi, masyarakat adat yang tinggal di atasnya, LSM-LSM, dan pemerintah daerah. Masyarakat adat memiliki kearifan lokal dalam menjaga wilayah-wilayah gambut itu, karena secara turun temurun mereka ada di situ. Kemudian pemerintah daerah dalam perencanaan ruang dan perencanaan pembangunannya.

*****************

Jubi.id adalah media yang berbasis di Tanah Papua. Media ini didirikan dengan sumberdana masyarakat melalui donasi dan crowd funding. Dukung kami melalui donasi anda agar kami bisa tetap melayani kepentingan publik.

CLICK HERE!

*****************

Terkait data penyebaran gambut di Papua, Rumbiak mengatakan WWF dalam melakukan kegiatan yang berkaitan dengan gambut berpatokan kepada data gambut dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK).

Berdasarkan data KLHK, Kesatuan Hidrologis Gambut (KHG) di Pulau Papua berjumlah 465 dengan luas total 6.595.167 hektare. Sebanyak 77,46 persen di antaranya terdapat di Provinsi Papua (sebelum pemekaran) seluas 5.097.276 hektare dengan 465 KHG. Sedangkan 22,54 persen lainnya berada di Provinsi Papua Barat (sebelum pemekaran) seluas 1.497.891 hektare dengan 216 Kesatuan Hidrologis Gambut (KHG).

Kesatuan Hidrologis Gambut Nasional dengan skala 1:250.000 ini disahkan melalui Keputusan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia dengan Nomor SK.129/MENLHK/SETJEN/PKL.0/2/2017 tentang Penetapan Peta Kesatuan Hidrologis Gambut Nasional.

BERITATERKAIT

Diskusi di Sorong: Jurnalis punya peran strategis dalam isu iklim Papua

Market Blues: Pasar Karbon Adalah Solusi Iklim Palsu Di Daratan Atau Di Lautan

DLH Kabupaten Jayapura: Kajian sampah sebagai dasar kebijakan berbasis data

WWF – BI latih anak muda sadar konservasi inklusif gunakan Canva dan CapCut

“Ini ada yang indikatif fungsi budi daya untuk ekosistem gambut dan satu lagi adalah indikatif fungsi lindung,” kata Rumbiak. “Spesifik untuk cadangan karbon datanya 2001 dan 2002, dan dipublikasikan sekitar tahun 2006,” ujarnya.

PSA Jubi PSA Jubi PSA Jubi

Rumbiak menjelaskan kalau dilihat dari karakteristik dari kawasan gambut, ada dua hal yang perlu dipahami, yaitu lahan gambut menyimpan karbon yang sangat tinggi dan kemampuannya dalam menyimpan air dalam jumlah yang sangat besar.

“Karakteristik gambut yang paling penting memang gambut ini menyimpan karbon sangat tinggi. Jadi kalau misalnya dia terbuka dia pasti melepaskan karbon, makanya kenapa perilaku kita di dalam pengelolaan karbon itu harus lebih berhati-hati,” ujarnya.

Di wilayah kerja WWF, kata Rumbiak, kedalaman lahan gambut dibagi dalam tiga bagian. Ada yang dangkal, menengah, dan dalam. Rata-rata yang dangkal di bawah 50 cm dan yang dalam sampai 3 meter. Wilayah kerja WWF yang indikasinya adalah gambut dalam berada di wilayah Asmat, Timika, Bintuni, dan Kaimana.

“Perilaku kita dalam penanganan program sangat berhati-hati dan kalau dilihat dari tata ruang juga saya pikir pemerintah daerah juga sudah ‘aware’ (menyadari) sehingga sebagian besar lahan gambut itu fungsinya atau pola ruangnya sudah berfungsi lindung,” ujarnya. (*)

Iklan Layanan Masyarakat ini Dipersembahkan oleh PT. Media Jubi Papua

Continue Reading
Tags: Karbonlahan gambutpengelolaan gambutWWF IndonesiaWWF.ID program papua
ShareTweetSendShareShare

Related Posts

Tanah Papua

Gereja mesti tegas terhadap krisis tanah dan lingkungan di Tanah Papua

March 7, 2026
Masyarakat ada

Kain dan cat merah, upaya masyarakat adat Papua jaga paru-paru dunia

March 6, 2026
wilayah laut adat

Dorongan pengakuan wilayah laut adat dan revisi UU Pemda

March 5, 2026

Potensi laut di Tanah Papua luas, tapi sepi peminat

March 4, 2026

Masyarakat Adat Suku Afsya tanam patok di Hutan Bariat, tolak PT ASI

February 28, 2026

Tanah Papua di antara oligarki, ilusi hijau, investasi, dan kehancuran ekologis

February 27, 2026

Discussion about this post

PT. Media Jubi Papua

Terverifikasi Administrasi dan Faktual oleh Dewan Pers

Networks

  • Post Courier
  • Vanuatu Daily Post
  • Solomon Star News
  • The Fiji Times
  • Radio New Zealand
  • Radio Djiido
  • 3CR Community Radio
  • Cook Islands News
  • Pacific News Service
  • Bouganville News
  • Marianas Variety

AlamatRedaksi

Jl. SPG Taruna Waena No 15 B, Waena, Jayapura, Papua
NPWP : 53.520.263.4-952.000
Telp : 0967-574209
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi
  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi

© 2025 Jubi – Berita Papua Jujur Bicara

No Result
View All Result
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks

© 2025 Jubi - Berita Papua Jujur Bicara