Nduga, Jubi – Asosiasi Kabupaten (Askab) PSSI Nduga menggelar seleksi terbuka pemain sepakbola asal Kabupaten Nduga atau Persindug sebagai persiapan menghadapi kompetisi Liga 4 Provinsi Papua Pegunungan yang dijadwalkan berlangsung pada Februari 2026.
Seleksi tersebut dilaksanakan selama dua hari dan dipusatkan di Stadion Itlay Ikinia, Wamena, Provinsi Papua Pegunungan. Kegiatan ini diikuti oleh puluhan pemain yang berasal dari berbagai wilayah.
Ketua Umum Askab PSSI Kabupaten Nduga, Herlius Gwijangge, mengatakan bahwa seleksi ini bersifat terbuka untuk umum dan ditujukan bagi pemain yang memiliki kemampuan serta potensi di bidang sepak bola.
“Hari ini kami melaksanakan seleksi terbuka. Siapa pun yang memiliki kemampuan akan kami rekrut untuk memperkuat Persindug dalam Liga 4 Papua Pegunungan pada Februari mendatang,” ujar Herlius usai seleksi, Jumat (30/1/2026).
*****************
Jubi.id adalah media yang berbasis di Tanah Papua. Media ini didirikan dengan sumberdana masyarakat melalui donasi dan crowd funding. Dukung kami melalui donasi anda agar kami bisa tetap melayani kepentingan publik.
*****************
Ia menjelaskan, proses seleksi dilakukan secara objektif dengan memperhatikan aspek ketahanan fisik, kemampuan teknik dasar, penguasaan bola, serta kecakapan pemain dalam mengatur permainan, baik secara individu maupun kolektif.
“Pemain tidak hanya dituntut untuk memiliki naluri mencetak gol, tetapi juga harus mampu mengontrol permainan dan bekerja sama dalam tim,” katanya.
Herlius menegaskan bahwa proses rekrutmen dilakukan tanpa unsur kolusi, nepotisme, maupun sukuisme. Pemain yang terpilih murni berdasarkan kualitas teknik dan kekuatan fisik.
“Kami ingin tim yang benar-benar siap bersaing. Tidak ada jalur keluarga atau suku. Target kami adalah prestasi dan kemenangan,” tegasnya.
Ia berharap tim Persindug yang terbentuk nantinya mampu tampil kompetitif serta membawa nama baik Kabupaten Nduga di ajang Liga 4 Papua Pegunungan.
Sementara itu, Kepala Pelatih Persindug, Raimon Aiboi, menyampaikan bahwa sebanyak 80 pemain mengikuti seleksi. Dari jumlah tersebut, hanya 24 pemain yang akan dipilih sesuai dengan kuota yang ditetapkan manajemen untuk kompetisi Liga 4 Papua Pegunungan 2026.
“Dari 80 pemain yang ikut seleksi, hanya 24 orang yang akan kami ambil sesuai kebutuhan tim,” ujar Aiboi.
Menurutnya, secara ideal kebutuhan pemain seharusnya lebih dari 24 orang. Namun, manajemen Persindug memutuskan untuk mendaftarkan 24 pemain sesuai regulasi dan kemampuan tim.
Aiboi menjelaskan bahwa seleksi tahun ini merupakan bagian dari kelanjutan pembinaan musim sebelumnya dengan fokus pada pengembangan pemain-pemain lokal. Ia menilai selama ini potensi anak-anak daerah belum mendapatkan perhatian yang maksimal.
“Anak-anak lokal sebenarnya punya kualitas. Hanya saja pembinaan selama ini masih kurang,” ujarnya.
Ia menambahkan, pada musim lalu pihaknya berencana melakukan pembinaan berkelanjutan. Namun, keterbatasan waktu membuat tim harus merekrut pemain yang sudah siap bertanding dan memahami ritme kompetisi.
“Dengan waktu yang terbatas, kami membutuhkan pemain yang benar-benar siap dan mengerti bagaimana menghadapi pertandingan,” jelasnya.
Aiboi menegaskan bahwa seleksi dilakukan secara profesional tanpa kecurangan maupun unsur nepotisme. Fokus utama adalah menjaring pemain lokal yang memiliki kemampuan untuk membawa nama daerah, sekaligus sebagai investasi pembinaan jangka panjang.
“Saya membutuhkan pemain lokal karena mereka adalah bagian dari proses pembinaan. Kita siapkan mereka agar mampu menjawab tantangan dan mengharumkan nama daerahnya sendiri,” tegasnya.
Ia juga menyebutkan bahwa hasil seleksi telah ditetapkan, mengingat waktu menuju kompetisi tinggal sekitar 12 hari. Waktu yang tersisa akan dimanfaatkan untuk latihan intensif dan uji coba tim.
Aiboi berharap Pemerintah Kabupaten Nduga melalui dinas terkait dapat memberikan dukungan terhadap pengembangan pemain-pemain lokal, sehingga potensi anak-anak asli daerah dapat terus dibina dan mampu bersaing di level yang lebih tinggi.(*)
Iklan Layanan Masyarakat ini Dipersembahkan oleh PT. Media Jubi Papua




















Discussion about this post