Nabire, Jubi – Departemen Pemuda Baptis West Papua (DPBWP) meminta Dinas Pendidikan atau Disdik Kabupaten Lanny Jaya, Papua Pegunungan melakukan pengawasan proses belajar mengajar di setiap sekolah di wilayahnya.
Permintaan itu disampaikan Departemen Pemuda Baptis West Papua sebab mereka menemukan tidak adanya aktivitas belajar mengajar di Sekolah Dasar Negeri atau SDN Kampung Danime, Distrik Gamelia, Kabupaten Lanny Jaya.
Katanya, di SDN Kampung Danime ada bangunan sekolah. Akan tetapi di sekitar bangunan itu ditumbuhi rumput setinggi lutut orang dewasa. Tidak ada aktivas belajar mengajar.
“Ini sangat miris dan menyedihkan serta membunuh masa depan anak-anak yang merupakan generasi muda Gereja Baptis, generasi masa depan Lanny Jaya,” kata Ketua Departemen Pemuda Baptis West Papua, Akia Yas Wenda dalam pesan aplikasi yang di terima Jubi di Nabire, Papua Tengah, Minggu (8/2/2026).
Katanya, Departemen Pemuda Baptis West Papua melakukan pemantauan ke sekolah itu, sebab ada laporan dari pemuda di wilayah Danime saat seminar dalam rangka HUT ke- 20 yang digelar di Gereja Baptis Wunume, 8-12 Desember 2025.
Akia Yas Wenda menjelaskan pemuda dari wilayah Danime mengeluhkan tidak adanya aktivitas belajar mengajar di sana. Di SDN Kampung Danime hanya satu orang guru honorer yang mengajar satu hingga dia hari selama sepekan, bahkan satu bulan sekali.
Pihaknya pun melakukan pengecekan langsung ke lokasi dan informasi itu benar adanya. Katanya, situasi ini memperburuk masa depan generasi Danime, generasi gereja Baptis, generasi Lanny Jaya, dan secara umum generasi Papua.
Untuk itulah ia meminta kepada Dinas Pendidikan Lanny Jaya segera melakukan pengawasan dan menertibkan guru – guru tetap dan kepala sekolah untuk segera aktif melaksanakan tugas.
“Kami minta kepada Dinas pendidikan harus melaksanakan pengawasan yang ketat terhadap guru-guru tetap. Harus aktifkan sekolah ini. Jangan kita bunuh masa depan anak-anak usia dini, mereka harus sekolah karena kelak merekalah yang memimpin negeri ini,” ucapnya.
Wenda mengatakan bahwa Selain SD Inpres Danime ada juga SD Inpres Taleme di Distrik Karu yang menghadapi persolan yang sama. Ia berharap setiap guru perlu menyadari betapa pentingnya kontribusi mendidik anak bangsa merupakan pekerjaan mulia yang Tuhan percayakan untuk diemban.
Katanya, Pemuda Baptis sangat mendukung program atau visi misi Bupati dan Wakil Bupati Lanny Jaya yang meminta semua tenaga pendidikan juga tenaga kesehatan wajib berada di tempat tugas itu harus dipatuhi.
Karena itu, secara khusus persoalan pendidikan Pihkanya juga mengusulkan untuk memperdayakan pemuda potensial di setiap wilayah, untuk membantu mendidik anak-anak di sana, namun sebelumnya harus dibina secara teknis dulu.
Sementara itu, Ketua Gereja Baptis Wilayah Danime, Yiten Yikwa mengatakan di sana proses belajar mengajar memang tidak pernah dilaksanakan secara maksimal, sebab hanya ada satu guru honor.
“Selama tiga sampai empat tahun terakhir ini tidak pernah anak – anak kami disini mengikuti ujian akhir sekolah. Jadi memang kami punya anak – anak disini terlantar,” kata Yikwa.
Gembala Gereja Baptis Bahtera Danime, Wuramburu Yikwa mengatakan hal yang sama. Katanya, sekolah yang dekat dengan wilayah kota saja tidak maksimal dalam proses belajar mengajar. Apalagi sekolah – sekolah yang jauh dari kota.
“[Sebenarnya] kami mau supaya anak – anak kami sedikit tapi, mereka itu yang harus di ajarkan. Anak-anak punya masa depan panjang jadi sekolah ini harus aktif kembali,” kata Wuramburu Yikwa. (*)




Discussion about this post