Sentani, Jubi – Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Jayapura, Ted Yones Mokay, mengatakan semua tempat wisata di daerah ini sudah terakomodir dalam Rencana Induk Pembangunan Daerah (RIPDA). Dalam kegiatan tur wisata pulang kampung kali ini, pemerintah akan melihat kembali tempat-tempat wisata mana saja yang paling banyak dikunjungi atau diminati.
“Dua hari, Sabtu kemarin dan Senin hari ini sudah kami kunjungi sejumlah tempat wisata. Baik itu tempat pengamatan burung cenderawasih, galeri anggrek, kolam alam, tugu dan monumen peringatan, sungai hingga pesisir pantai,” ujarnya, di Kampung Dosay, Distrik Sentani Barat Moy, usai berkunjung ke salah saru galeri anggrek milik masyarakat, Senin (31/7/2023).
Pembangunan atau penambahan fasilitas pendukung tempat wisata, dengan memastikan dulu jumlah pengunjung yang datang. Sementara tempat wisata yang ada saat ini, dari jarak tempuh dan letak tempat wisatanya, ada banyak hal yang perlu dibenahi dan tidak bisa dikerjakan hanya oleh satu dinas saja.
“Yang paling penting misalnya infrastruktur jalan, hal ini tentunya bukan kewenangan Dinas Pariwisata, lalu ada aktivitas kelompok-kelompok masyarakat dalam rangka peningkatan ekonomi masyarakat di tempat tersebut, juga bukan bagian kita. Yang diharapkan adalah bagaimana kesadaran dan kemandirian dari masyarakat sendiri, untuk mengangkat potensi wisatanya ke publik,” katanya.
*****************
Jubi.id adalah media yang berbasis di Tanah Papua. Media ini didirikan dengan sumberdana masyarakat melalui donasi dan crowd funding. Dukung kami melalui donasi anda agar kami bisa tetap melayani kepentingan publik.
*****************
Mokay menambahkan bahwa untuk tempat wisata alam, baik sungai dan pesisir pantai sudah sering dipublikasi maupun dipromosikan. Hal-hal sederhana ini tidak harus dikerjakan oleh pemerintah daerah, tinggal bagaimana kesadaran dan kreativitas masyarakat sebagai pemilik hak ulayat.
“Pekerjaan berat seperti infrastruktur jalan dan lain sebagainya, itu adalah tugas pemerintah. Sekarang, harus ada kesadaran dari masyarakat sendiri untuk bisa mengelola tempatnya menjadi tempat wisata yang diminati dan menjadi tempat kunjungan banyak orang,” ujarnya.
Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Jayapura, Hana Hikoyabi, mengatakan dari kunjungan tur wisata pulang kampung ada banyak hal yang nantinya menjadi bahan evaluasi. Menurutnya ada banyak tempat wisata yang membutuhkan infrastruktur jalan yang baik, agar masyarakat bisa sampai ke lokasi.
“Tempat pengamatan burung di Isyo Hils akan dibangun menara pemantau dan tempat pengamatan burung yang permanen, lalu galeri anggrek yang dikelola secara kelompok ini dibutuhkan publikasi yang baik, misalnya dengan post card atau banner serta pamflet yang dipajang melalui videotron di tempat kedatangan seperti di Bandara Sentani, bahkan di bandara lain di Indonesia sebagai bahan publikasi untuk menarik para pengunjung datang ke daerah ini,” ujarnya. (*)
Iklan Layanan Masyarakat ini Dipersembahkan oleh PT. Media Jubi Papua



