Jayapura, Jubi – Harga ikan di Pangkalan Pendaratan Ikan atau PPI Hamadi dan di Pasar Induk Youtefa masih stabil, belum ada kenaikan harga yang signifikan. Di PPI Hamadi yang menjadi sentra pengumpul ikan terbesar di Jayapura, harga ikan jenis tuna sirip kuning (Thunus albacores) atau warga biasa menyebut dengan ikan ekor kuning.
Ansar (22 tahun), seorang penjual ikan di tempat pelelangan ikan (TPI) Hamadi cukup stabil dan belum terjadi kenaikan harga. “Harga ikan yang kami kasih di sini [PPI Hamadi] sesuai dengan ukuran dan banyaknya hasil tangkapan nelayan yang naik di PPI Hamadi,” kata Ansar di pasar ikan PPI Hamadi, Kota Jayapura pada Rabu (12/9/2023).
Ia lantas mencontohkan ikan tuna sirip kuning yang sementara paling mendominasi di PPI Hamadi, dan harg jualnya cukup bervariasi tergantung dari ukuran atau bobot ikanya. “Ikan ukuran kecil dan besar mempengaruhi harga jual,” katanya.
“Bobot kecil besarnya ikan kami biasanya jual dengan harga Rp40 sampai 80 ribu per ekornya,” kata Ansar.
*****************
Jubi.id adalah media yang berbasis di Tanah Papua. Media ini didirikan dengan sumberdana masyarakat melalui donasi dan crowd funding. Dukung kami melalui donasi anda agar kami bisa tetap melayani kepentingan publik.
*****************
Harga ikan yang terbilang masih stabil itu menurut Ansar, karena mereka sebagai penjual mendapat ikan langsung dari perahu nelayan sendiri tanpa melalui bos atau bandar ikan di PPI Hamadi.
“Kami jual ikan dari perahu sendiri karena bos kita juga bandar ikan yang sering kami jual ikannya. Kadang pedagang ikan dari Pasar Youtefa datang membeli adan kami jual sesuai yang mereka butuhkan. Karna ikan yang mereka beli kadang harus butuh es batu, kendaraan, dan jasa gerobak buat angkut ikan ke luar dari pasar ke kendaraan masing-masing,” ujarnya.

Berbeda dengan para penjual ikan di di Pasar Youtefa yang merupakan salah pasar induk pasar induk terbesar di Kota Jayapura, mereka membeli dari PPI Hamadi lalu menjual kembali di sana.
Harga ikan di pasar Youtefa untuk ikan ekor kuning dan berbagai ikan jenis lainnya yang sebelumnya dibeli pedagang dari PPI Hamadi harga jualnya berbeda-beda. Contohnya ikan ekor kuning biasanya ukuran sedang yang kemudian dibagi per potong ukuran sedang harganya berkisar Rp30 sampai 50 ribu rupiah.
“Kalau harga per ekornya bisa Rp80 sampai 150 ribu rupiah, itu tergantung bobot besar ikannya,” ujar Ansar.
Rido, salah satu penjual ikan di Pasar Youtefa mengatakan ia biasa membeli ikan di PPI Hamadi lalu dijual kembali di pasar Youtefa. “Ikan ekor kuning saya belanja di PPI Hamadi, dan saya jual kembali di Pasar Youtefa dengan harga yang sesuai pengeluaran saya, yakni harga belanja ikan, transportasi, dan es batu untuk pengawetan,” kata Rido.
“Saya terpaksa jual per potong untuk memenuhi kebutuhan warga akan konsumsi ikan yang cukup tinggi, untuk per ikan ekor kuning dengan bobot paling besar,” ujarnya.
Tamri, penjual ikan lainnya di pasar Youtefa yang menjual ikan dari jenis selain ragam jenis ikan pelagis mengatakan setiap pagi ia membeli ikan dari PPI Hamadi lalu dijual di pasar Youtefa.
“Saya setiap pagi [pukul 05.00] sudah berada di [PPI Hamadi] untuk belanja jualan saya [ikan]. Saya hanya menjual ikan ikan kembung (Rastrelliger kanagurta), ikan tongkol (Euthynnus affinis) dan ikan tongkol (Euthynnus affinis). Ikan-ikan ini saya biasa jual 7 sampai 10 ekor dengan harga Rp30 sampai 50 ribu per tumpuk [berisi 110-15 ikan],” ujarnya
PPI Hamadi merupakan satu dari delapan fasilitas serupa yang ada di Papua. Terletak di utara pulau Papua, wilayah ini masuk Wilayah Pengelolaan Perikanan (WPP) 717. Jenis tangkapan di wilayah ini antara lain beragam jenis pelagis, lobster, rajungan dan cumi-cumi. Jenis pelagis yang paling banyak adalah ikan cakalang (Katsuwonus pelamis), tuna (Thunnus spp), dan ikan tongkol (Euthynnus affinis). (*)
Iklan Layanan Masyarakat ini Dipersembahkan oleh PT. Media Jubi Papua



