Jayapura, Jubi – Menteri Luar Negeri Australia, Penny Wong baru saja mengumumkan para penerima program dana hibah Australia Indonesia Institute 2025-2026. Dana hibah ini untuk mempromoiskan pemahaman bersama antar kedua negara.
“Saya dengan senang hati mengumumkan penerima program dana hibah Australia-Indonesia Institute (AII) 2025-26,”kata Penny Wong dalam keterangan pers yang diterima jubi.id dari public-affairs-jakt@dfat.gov.
Dia mengatakan bahwa Australia dan Indonesia memiliki kemitraan dan persahabatan yang erat, berdasarkan Traktat Australia-Indonesia tentang Keamanan Bersama dan Kemitraan Strategis Komprehensif kita.
Didirikan pada tahun 1989, AII bertujuan untuk mempromosikan pemahaman bersama dan mendorong hubungan masyarakat yang lebih dalam antara Australia dan Indonesia.
Dalam putaran hibah ini, AII melanjutkan sejarah panjang persahabatan dan kemitraan Australia dan Indonesia melalui kolaborasi praktis di berbagai bidang termasuk pendidikan, budaya, ketahanan iklim, kerja sama ekonomi, kesehatan, dan olahraga.
The Hunter Innovation and Science Hub Inc (NSW), yang bertujuan untuk membangun keterampilan STEM dan energi bersih melalui program Solar Car Challenge berbasis sekolah, termasuk Solar Car Festivals publik di Kalimantan, Sulawesi, dan Jawa.
University of Adelaide (SA) dan Universitas Indonesia, yang akan mempromosikan konservasi warisan perkotaan melalui penerapan alat digital dan kecerdasan buatan.
Monash University Indonesia, yang akan memperkuat praktik kesehatan dan perawatan lansia inklusif bagi penderita demensia.
Dromana College (VIC), yang akan bekerja sama dengan sembilan sekolah dasar di Victoria untuk menyelenggarakan program imersi budaya Indonesia yang berfokus pada bahasa, seni, dan tari.
University of Tasmania (TAS), yang akan menyelenggarakan program pelatihan selama tiga minggu untuk meningkatkan pengelolaan perikanan yang tangguh terhadap perubahan iklim di Banda Aceh, bekerja sama dengan Universitas Syiah Kuala.
Untuk lebih jelas bisa melihat daftar lengkap penerima hibah tersedia di situs Australia-Indonesia Institute. (*)




Discussion about this post