Kairo, Jubi – Keanggotaan penuh Palestina di Perserikatan Bangsa Bangsaa atau PBB menjadi kunci penentu bagi keamanan dan stabilitas geopolitik di Timur Tengah. Pernyataan itu disampaikan Presiden Palestina Mahmoud Abbas, saat berpidato pada KTT D-8 di Kairo, Mesir, Kamis waktu setempat (19/12/2024).
“Rakyat Palestina setiap hari menghadapi pembantaian oleh Israel, kelaparan, dan pengusiran. Resolusi Dewan Keamanan PBB 2735, yang menuntut gencatan senjata, harus segera dilaksanakan di Jalur Gaza,” kata Abbas.
Abbas juga menyerukan pemberian dukungan keuangan kepada Badan PBB untuk Pengungsi Palestina (UNRWA). Itu supaya mereka dapat menjalankan tanggung jawab kemanusiaan bagi rakyat Palestina.
Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) D-8 berlangsung di Kairo, sejak Kamis. Kelompok D-8 berangotakan Indonesia, Turki, Mesir, Nigeria, Pakistan, Bangladesh, Iran, dan Malaysia. Forum tersebut didirikan di Istanbul pada 1997 untuk memperkuat hubungan ekonomi dan sosial antara sesama negara berkembang tersebut.
*****************
Jubi.id adalah media yang berbasis di Tanah Papua. Media ini didirikan dengan sumberdana masyarakat melalui donasi dan crowd funding. Dukung kami melalui donasi anda agar kami bisa tetap melayani kepentingan publik.
*****************
Presiden Iran Masoud Pezeshkian mendesak negara anggota D-8 dan Asia Barat turut menekan Israel. Dia menegaskan menghentikan kejahatan rezim zionis tersebut menjadi prioritas kemanusian dan etis bagi negara D-8.
“Kami mengusulkan D-8 bekerja sama dengan Organisasi Kerja sama Islam dalam menghentikan permusuhan di Gaza dan memfasilitasi bantuan kemanusiaan. Kami juga mengusulkan pembentukan komite hukum untuk mendukung Palestina di Mahkamah Internasional dan Mahkamah Pidana Internasional,” kata Pezeshkian.
Sementara itu, Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan menyerukan persatuan global, keadilan, dan upaya pembangunan kembali Suriah. Erdogan menyatakan negara tersebut hancur akibat perang saudara selama 13 tahun.
“Tujuan utamanya ialah perdamaian, yakni membangunan kembali Suriah yang bebas dari terorisme. Semua kelompok agama, dan etnis hidup berdampingan dalam perdamaian. Itu harapan tulus dari Turki,” kata Erdogan. (*)
Iklan Layanan Masyarakat ini Dipersembahkan oleh PT. Media Jubi Papua



















Discussion about this post