Brussels, Jubi – Badan kesehatan Eropa sedang menyelidiki puluhan laporan dan kasus dugaan salmonella terkait dengan jajanan coklat di sembilan negara. Grup produsen penganan Italia Ferrero menarik telur coklat Kinder Surprise dari Inggris dan Irlandia pada Senin sebagai langkah antisipasi, meski mengatakan bahwa tidak ada produk Kinder yang dipasarkan yang terbukti positif salmonella.
Badan Uni Eropa tidak menyebutkan Ferrero atau perusahaan lainnya dalam pernyataan, namun pada Rabu kemarin memperingatkan sebagian besar kasus dilaporkan di kalangan anak-anak berusia 10 tahun ke bawah.
“Wabah ditandai dengan proporsi yang luar biasa tinggi dari anak-anak yang dirawat, beberapa di antaranya mengalami gejala klinis parah seperti diare berdarah,” kata Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Eropa (ECDC), tulis Antara mengutip laporan Reuters, pada Rabu,(6/4/2022).
Inggris melaporkan jumlah insidensi tertinggi, yakni 63 kasus terkonfirmasi pada 5 April, kata ECDC, seraya menambahkan bahwa negara lain dengan kasus potensial atau kasus terkonfirmasi yakni Prancis, Irlandia, Belgia, Jerman, Luksemburg, Belanda, Swedia dan Norwegia.
Badan kesehatan EU mengaku sedang melakukan investigasi 134 kasus dugaan atau terkonfirmasi salmonella bersama dengan Otoritas Keamanan Makanan Eropa (EFSA), .
“Penarikan produk Kinder telah dilakukan di sejumlah negara seperti Belgia, Prancis, Jerman, Irlandia, Luksemburg dan Inggris,”tulis badan kesehatan itu. (*)



















Discussion about this post